Jordi Amat: Transisi Mengejutkan ke Gelandang Bertahan, Potensi Baru untuk Persija dan Timnas Indonesia
Publik sepak bola nasional, khususnya para penggemar setia Persija Jakarta, dibuat terpukau oleh penampilan luar biasa Jordi Amat dalam laga krusial melawan Bali United FC. Bukan sebagai bek tengah seperti biasanya, pemain yang pernah merumput di Liga Inggris bersama Swansea City ini justru dipercaya tampil sebagai gelandang bertahan dan sukses membuktikan kapasitasnya di posisi baru tersebut.
Secara inheren, peran sebagai bek tengah adalah posisi asli Jordi Amat di lapangan hijau. Ia bahkan sempat menjadi tembok pertahanan andalan Persija Jakarta, membentuk duet kokoh bersama kapten tim, Rizky Ridho Ramadhani. Namun, dalam pertandingan melawan Bali United FC, kepercayaan penuh diberikan oleh pelatih kepadanya untuk mengisi pos gelandang bertahan. Keputusan ini diambil untuk menggantikan peran Van Basty Sousa yang berhalangan tampil, dan Jordi Amat dipasangkan dengan Fabio Calonego di lini tengah.
Kepercayaan yang diberikan tidak disia-siakan oleh Jordi Amat. Pemain yang memiliki pengalaman menghadapi bintang dunia seperti Lionel Messi ini mampu menjelma menjadi poros permainan tim Macan Kemayoran. Ia berhasil menjaga keseimbangan tim di antara lini, sekaligus menjadi jembatan vital yang memperlancar transisi dari fase bertahan ke fase menyerang.
Analisis mendalam terhadap pergerakan Jordi Amat di lapangan, yang tercermin dalam heatmap pertandingan, menunjukkan dominasinya di area sentral. Hal ini menegaskan kemampuannya sebagai pengatur tempo permainan yang efektif dan cerdas.
Lebih jauh lagi, statistik pertandingan secara gamblang mendukung klaim kualitas Jordi Amat sebagai gelandang bertahan yang mumpuni. Sepanjang laga, ia mencatatkan total 60 sentuhan bola, sebuah angka yang menunjukkan keterlibatannya yang tinggi dalam permainan. Akurasi umpannya juga patut diacungi jempol, dengan 40 umpan sukses dari 44 percobaan, menghasilkan tingkat akurasi 91%. Di area lawan, ia berhasil melepaskan 27 umpan akurat dari 30 upaya (90%), sementara di area sendiri, seluruh 11 umpannya berhasil menemui sasaran (100%).
Tak hanya dalam operan pendek, Jordi Amat juga menunjukkan kemampuannya dalam mengirimkan umpan panjang yang tepat sasaran. Ia juga aktif berkontribusi dalam serangan tim dengan melepaskan dua tembakan yang mengarah ke gawang. Data expected goals (xG) sebesar 0,21 dan expected assist (xA) sebesar 0,24 menunjukkan potensi ancaman yang ia ciptakan, ditambah dengan dua umpan kunci yang berhasil ia berikan.
Di sisi pertahanan, kontribusi pemain berusia 33 tahun ini tidak kalah impresif. Ia mencatatkan 11 kali recovery bola, dua intersep krusial, satu sapuan bola, dan berhasil menepis satu tembakan lawan. Dalam duel darat, Jordi Amat terlibat dalam enam kesempatan, berhasil memenangkan tiga di antaranya. Yang lebih mengagumkan, ia tidak melakukan pelanggaran dan tidak sekalipun berhasil dilewati lawan melalui aksi dribel.
Dengan serangkaian statistik yang mengesankan ini, Persija Jakarta seolah menemukan aset baru yang berharga di posisi gelandang bertahan. Absennya Van Basty Sousa pun terasa tergantikan, meredakan kekhawatiran para pendukung setia, The Jakmania. Apalagi, penampilan gemilangnya ini dianugerahi gelar man of the match atau pemain terbaik dalam pertandingan melawan Bali United FC.
Jika konsistensi permainan Jordi Amat di posisi baru ini terus terjaga, bukan tidak mungkin ia akan mendapatkan peran yang lebih signifikan di masa depan. Hal ini pun berpotensi besar membuka peluangnya untuk kembali berseragam Tim Nasional Indonesia.
Bermain di lini tengah akan menambah opsi dan variasi pemain serba bisa bagi skuad Garuda. Terutama untuk ajang FIFA Matchday Maret 2026 mendatang, dalam rangka FIFA Series 2026 melawan Kepulauan Solomon, kemampuannya di posisi gelandang akan sangat berharga.
Situasi terkini di lini tengah Timnas Indonesia memang menunjukkan adanya penipisan stok pemain. Thom Haye dipastikan absen karena menerima sanksi skorsing empat pertandingan dari FIFA. Hukuman ini dijatuhkan akibat dianggap menunjukkan perilaku tidak sportif terhadap ofisial pertandingan saat Timnas Indonesia bertanding melawan Irak dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada 12 Oktober 2025. Thom Haye bukanlah satu-satunya pemain yang menerima sanksi serupa, Shayne Pattynama juga dikenai hukuman yang sama.
Di sisi lain, komposisi lini pertahanan Timnas Indonesia saat ini terbilang aman dan memiliki kedalaman yang baik. Jay Idzes dan Kevin Diks menjadi andalan di posisi bek tengah, didukung oleh Rizky Ridho, Mees Hilgers, dan Justin Hubner yang siap memberikan persaingan dan pelapis yang solid.
Melihat dinamika ini, kemungkinan Jordi Amat untuk bergeser peran dan menempati posisi di lini tengah Timnas Indonesia bukanlah hal yang mustahil. Ia bisa menjadi pilihan ideal untuk bersaing dengan gelandang-gelandang lain yang sudah ada, seperti Joey Pelupessy, Ricky Kambuaya, dan pemain lainnya, demi memperkuat lini tengah skuad Garuda.



















