Dua karyawati sebuah gerai gadai swasta di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berhasil menggagalkan upaya perampokan yang dilakukan seorang pria berinisial AP pada Minggu (27/9) sore. Dalam situasi terancam benda yang tampak seperti senjata api, keduanya memilih melawan dengan alat sederhana berupa gunting dan teriakan minta tolong, sehingga pelaku kabur tanpa membawa uang.
Kapolsek Kebon Jeruk AKP Darto Napitupulu membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (30/9). Ia menyebut keberanian dua pegawai itu membuat rencana pelaku buyar di tempat kejadian. Menurut dia, ancaman AP tidak berhasil mematahkan perlawanan korban yang saat itu sedang bertugas di dalam gerai Pegadaian.
Peristiwa itu terekam kamera pengawas. Dari rekaman CCTV, AP terlihat masuk ke dalam gerai lalu langsung mendekati dua karyawati yang sedang melayani. Pelaku kemudian menodongkan benda menyerupai pistol dan meminta uang tunai. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi. Salah satu korban justru mengambil gunting untuk membela diri, sementara keduanya berteriak keras agar warga sekitar mengetahui situasi darurat tersebut.
Menurut Darto, reaksi spontan para karyawati membuat AP panik dan kehilangan keberanian untuk melanjutkan aksinya. “Belum sempat dikasih uangnya karena korbannya melakukan perlawanan dengan mengambil gunting dan berteriak maling,” kata Darto. Pelaku akhirnya memilih lari dari lokasi tanpa sempat menguasai barang berharga apa pun.
Upaya kabur AP tak berlangsung mulus. Saat berusaha menjauh dari kejaran massa, ia menabrak sebuah Toyota Avanza yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Pada waktu yang hampir bersamaan, anggota Polsek Kebon Jeruk yang tengah berpatroli juga berada di dekat tempat kejadian perkara dan langsung membantu mengamankan pelaku.
Setelah ditangkap, polisi memeriksa benda yang digunakan AP untuk menakut-nakuti korban. Hasilnya, alat tersebut bukan senjata api sungguhan, melainkan korek api yang dibuat menyerupai pistol. Dari keterangan awal, pelaku mengaku nekat melakukan aksi itu karena terlilit kebutuhan ekonomi dan memiliki utang dalam jumlah cukup besar. “Informasi dari pengakuan sementara, pelaku melakukan aksi tersebut untuk membayar utang karena punya utang yang lumayan banyak,” ujar Darto.
Saat ini AP beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolsek Kebon Jeruk untuk proses hukum lebih lanjut. Ia terancam dijerat dengan pasal terkait percobaan pencurian dengan kekerasan. Polisi juga masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk motif dan detail aksi tunggal yang gagal itu.
Sumber: jawapos.com




