Asian Games 2026 Ditutup Hari Ini, Indonesia Pulang dengan Lima Emas dan Catatan Bersejarah

Diposting pada

Asian Games 2026 resmi berakhir hari ini, Minggu (4/10/2026), lewat upacara penutupan di Paloma Mizuho Stadium, Nagoya, Jepang, pukul 16.00 WIB. Ajang multievent empat tahunan itu diikuti 46 negara dengan total 1.407 medali yang diperebutkan dari 467 nomor pertandingan. Indonesia menjadi salah satu kontingen yang tampil dengan kekuatan besar, mengirim 432 atlet ke 35 cabang olahraga.

Selama hampir 16 hari kompetisi sejak 19 September hingga 4 Oktober 2026, tim Merah Putih mengumpulkan lima medali emas, melampaui target awal yang hanya empat emas. Hasil tersebut membuat Indonesia bisa menutup pesta olahraga Asia ini dengan capaian yang lebih baik dari perkiraan. Selain emas, Indonesia juga membawa pulang delapan perak dan 22 perunggu, yang menempatkan posisi akhir kontingen diperkirakan berada di peringkat 14 klasemen.

Emas pertama Indonesia datang dari bulu tangkis nomor beregu putra, sebuah kemenangan yang lahir lewat duel dramatis melawan China. Sempat tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Shohibul Fikri gagal di dua partai awal, peluang Indonesia tampak menipis. Namun, situasi berubah saat Alwi Farhan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Zaki Ubaidillah menuntaskan tiga laga berikutnya dengan kemenangan sehingga Indonesia membalikkan keadaan dan merebut emas pembuka.

Keberhasilan berikutnya disumbangkan Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi kelas putra 75 kg. Ia tampil konsisten dengan total angkatan 366 kilogram yang berasal dari gabungan snatch dan clean and jerk. Catatan itu cukup untuk menempatkannya di posisi teratas, meski persaingan berlangsung ketat dengan wakil Thailand, Weeraphon Wichuma, dan lifter Korea Utara, Ri Chong-song.

Dua emas lain hadir dari cabang yang juga menyuguhkan cerita menegangkan. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menambah koleksi Indonesia di nomor ganda putra badminton setelah menundukkan pasangan China, Liang Weikeng/Wang Chang, dalam pertandingan tiga gim dengan skor 19-21, 21-13, 21-18. Sementara itu, Desak Made Rita Kusuma Dewi mempersembahkan emas panjat tebing usai mencatat waktu 6,062 detik, hanya unggul 0,0002 detik dari Deng Lijuan.

Emas kelima sekaligus penutup datang dari panahan lewat Nurisa Dian Ashrifah. Kemenangannya atas Amaya Amparo dari Filipina dengan skor 139-137 punya arti khusus karena menjadi emas pertama Indonesia di cabang panahan sejak olahraga itu dipertandingkan pada 1978. Hasil ini menambah nilai historis bagi kontingen Indonesia, sekaligus menjadi penanda bahwa perjuangan panjang di Nagoya ditutup dengan capaian yang berkesan.

Sumber: www.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan