Chanathip Jelaskan Sikap Thailand Saat Indonesia Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026

Diposting pada

Skuad Thailand memilih tidak segera meninggalkan lapangan setelah kalah dari Timnas Indonesia pada final FIFA ASEAN Cup 2026, Minggu. Seusai menerima medali perak sebagai runner-up, para pemain Gajah Perang tetap berdiri di sisi lapangan untuk menyaksikan Indonesia menerima medali emas dan trofi juara. Kapten Thailand, Chanathip Songkrasin, kemudian menjelaskan bahwa keputusan itu diambil sebagai bentuk penghormatan kepada lawan yang keluar sebagai pemenang.

Pertandingan sendiri berlangsung ketat sejak awal. Thailand sempat memberi tekanan berat dan mampu memaksa laga berlanjut hingga babak tambahan dengan skor 2-2. Situasi mereka makin sulit setelah Nicholas Mickelson diganjar kartu merah, sehingga tim asuhan Anthony Hudson harus bertahan dengan 10 pemain. Meski begitu, Thailand tetap mampu menjaga duel tetap hidup sampai adu penalti.

Di momen penentuan itulah Indonesia tampil lebih tenang. Skuad Garuda menang 4-2 dalam tos-tosan setelah dua eksekutor Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayrira, gagal menjalankan tugasnya. Hasil itu memastikan Indonesia naik ke podium tertinggi, sementara Thailand harus puas sebagai finalis.

Usai seremoni medali perak, para pemain Thailand sebenarnya tidak diwajibkan berada di lapangan. Mereka juga akan dimaklumi jika memilih langsung menuju ruang ganti atau meninggalkan stadion. Namun Chanathip mengajak rekan-rekannya tetap bertahan untuk melihat langsung pesta juara Indonesia, sebuah gestur yang menuai sorotan karena dianggap menunjukkan sportivitas di tengah rasa kecewa.

Melalui penjelasan yang dikutip dari All Things Thai Football di platform X, pemain berusia 32 tahun itu menegaskan bahwa penghormatan kepada juara adalah hal utama. Ia menyebut Thailand harus mengakui hasil akhir dan memberi apresiasi kepada Indonesia atas kemenangan tersebut. Dalam pernyataannya, Chanathip juga menekankan pentingnya menunjukkan makna sportivitas kepada publik.

Sebagai sosok yang pernah membawa Thailand meraih tiga gelar Piala AFF, Chanathip paham betul beratnya menjadi tim yang kalah di partai puncak. Ia mengaku tetap merasakan sakit setelah melihat lawan berpesta, tetapi menilai pengalaman itu bisa menjadi pengingat bagi timnya untuk bangkit. “Kami harus menghargai sang pemenang,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Tentu saja ini perasaan menyakitkan, api itu masih menyala dalam diri saya.”

Thailand dan Indonesia sama-sama masih akan bertemu tantangan berikutnya di level Asia. Keduanya tergabung dalam satu grup bersama Qatar dan Jepang pada Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung Januari mendatang. Bagi Thailand, momen menyaksikan Indonesia mengangkat trofi bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk membalas pada turnamen berikutnya.

Sumber: www.bolasport.com

Tinggalkan Balasan