Ambisi Inter Milan: Mengamankan Scudetto Sebelum Musim 2026-2027 Dimulai?
Prospek yang mungkin terdengar fantastis, namun bukan tidak mungkin terjadi, adalah Inter Milan berhasil mengunci gelar juara Serie A musim 2026-2027 bahkan sebelum kompetisi tersebut resmi bergulir. Dominasi mereka di musim sebelumnya, yang berujung pada gelar Scudetto ke-21 dengan tiga pertandingan tersisa, memberikan gambaran tentang kekuatan tim asuhan Cristian Chivu. Namun, bisakah dominasi ini ditingkatkan ke level yang lebih ekstrem, di mana kemenangan sudah dipastikan sebelum peluit pertama dibunyikan?
Mantan penyerang Serie A, Antonio Cassano, memiliki pandangan yang cukup berani terkait hal ini. Ia meyakini bahwa Inter Milan, yang akrab disapa La Beneamata, berpotensi dinobatkan sebagai juara bahkan sebelum liga dimulai. Syarat utamanya, menurut Cassano, adalah keberhasilan Inter mendatangkan wonderkid asal Argentina, Nico Paz, ke dalam skuad mereka.
Nico Paz: Permata Muda yang Diburu Inter Milan
Nico Paz bukanlah nama yang asing lagi di kancah sepak bola Italia, terutama bagi para penggemar Inter Milan. Ketertarikan Nerazzurri terhadap talenta muda ini sudah menjadi rahasia umum. Selama dua musim terakhir bersama Como, Paz telah menunjukkan performa yang mengesankan. Ia berhasil mencatatkan 18 gol dan 16 assist dalam 70 penampilan di Serie A. Puncaknya, pada musim 2025-2026, kontribusinya yang signifikan dengan 12 gol dan 7 assist menjadi kunci keberhasilan Como menembus kompetisi Liga Champions.
Namun, mewujudkan keinginan mendatangkan pemain berusia 21 tahun ini bukanlah tugas yang mudah bagi Inter Milan.
Tantangan Besar dalam Transfer Nico Paz
Beberapa faktor membuat transfer Nico Paz menjadi misi yang sangat berat bagi Inter Milan:
- Kontrak dan Nilai Pasar: Nico Paz masih terikat kontrak dengan Como hingga tahun 2028. Nilai pasarnya, menurut Transfermarkt, telah melonjak hingga 80 juta euro, atau setara dengan sekitar Rp1,6 triliun. Angka ini tentu menjadi pertimbangan serius bagi klub mana pun yang ingin merekrutnya.
- Klausul Pembelian Kembali oleh Real Madrid: Faktor lain yang krusial adalah sejarah Paz bersama Real Madrid. Klub asal Spanyol ini yang membina Paz sebelum ia pindah ke Como pada tahun 2024. Sadar akan potensi luar biasa sang pemain, Madrid menyertakan klausul pembelian kembali dalam kesepakatan tersebut. Klausul ini memberikan Madrid hak untuk membeli kembali Paz dengan harga yang relatif terjangkau pada tahun-tahun mendatang: 8 juta euro pada 2025, 9 juta euro pada 2026, dan 10 juta euro pada 2027. Jika Madrid memutuskan untuk mengaktifkan klausul ini, Inter Milan harus bernegosiasi langsung dengan raksasa Spanyol tersebut, yang tentu akan menambah kerumitan proses transfer.
- Tekad Como untuk Mempertahankan: Como sendiri memiliki tekad kuat untuk mempertahankan pemain kunci mereka. Terlebih lagi, Nico Paz diproyeksikan akan membela Tim Nasional Argentina di Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang akan semakin mendongkrak pamor dan nilai sang pemain.
Meskipun berbagai rintangan menghadang, Antonio Cassano meyakini bahwa segala upaya dan pengorbanan yang akan dikeluarkan Inter Milan untuk merekrut Nico Paz akan terbayar lunas.
Transformasi Taktik ala Cassano: Dari 3-5-2 ke 4-3-1-2
Menurut Cassano, kehadiran Nico Paz akan membuka pintu bagi Inter Milan untuk melakukan transformasi taktik yang signifikan. Ia mengusulkan perubahan formasi dari skema klasik 3-5-2 yang kerap digunakan Inter, menjadi 4-3-1-2.
“Saya mengusulkan Inter Milan yang lebih teknikal dalam sistem penyerangannya,” ujar Cassano. “Jika saya Chivu, saya akan memainkan 4-3-1-2.”
Cassano kemudian memaparkan gambaran formasi ideal tersebut, dengan menempatkan pemain-pemain yang ada dan menambahkan Nico Paz sebagai elemen kunci:
- Lini Pertahanan: Denzel Dumfries dan Federico Dimarco akan berperan sebagai full-back, sementara Manuel Akanji dan Alessandro Bastoni mengisi posisi bek tengah.
- Lini Tengah: Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, dan Piotr Zielinski akan membentuk trio di lini tengah, memberikan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
- Peran Ganda Nico Paz: Di sinilah peran krusial Nico Paz akan terlihat. Cassano menempatkan Paz tepat di belakang dua penyerang utama, Marcus Thuram dan Lautaro Martinez. Posisi ini memungkinkan Paz untuk menjadi penghubung antara lini tengah dan lini serang, serta memberikan suplai bola-bola mematikan kepada para penyerang.
“Kemudian Anda ambil Nico Paz dan menaruhnya di belakang Marcus Thuram dan Lautaro Martinez,” jelas Cassano. “Tim macam apa yang akan kita bicarakan?”
Pandangan Cassano ini bukan sekadar spekulasi. Ia dengan yakin menyatakan bahwa dengan komposisi pemain seperti itu, ditambah kehadiran Nico Paz, Inter Milan akan menjadi tim yang sangat dominan.
“Mereka akan memberi Anda scudetto sebelum liga dimulai. Kompetisi sudah selesai,” pungkas Cassano, menyiratkan bahwa kekuatan tim tersebut akan begitu superior sehingga perolehan gelar juara akan menjadi formalitas.
Tentu saja, mewujudkan skenario ini membutuhkan kerja keras dan strategi transfer yang matang dari manajemen Inter Milan. Namun, jika mereka berhasil mendatangkan Nico Paz dan mengintegrasikannya ke dalam sistem yang diusulkan Cassano, bukan tidak mungkin kita akan menyaksikan musim Serie A yang benar-benar berbeda, di mana dominasi Inter Milan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.




