Dewi Perssik secara tegas meminta agar perempuan tidak mendekati putranya, Felice Gabriel, yang tengah menjalani pendidikan militer. Pernyataan itu disampaikan saat ia tampil di program Pagi Pagi Ambyar yang tayang di Trans TV, setelah rekannya menyinggung soal sikapnya terhadap teman perempuan Gabriel pada Jumat, 23 Oktober 2026. Alasan utama yang dikemukakan Dewi adalah kekhawatirannya terhadap gangguan fokus sang putra selama masa latihan dan pendidikan.
Kisruh ini muncul setelah pembawa acara Rian Ibram menyinggung perbedaan sikap antara Dewi Perssik dan artis senior Meriam Bellina terhadap pertemanan anak mereka. Rian membandingkan bahwa Meriam lebih longgar sementara, menurutnya, Dewi terkesan dingin ketika ada teman perempuan Gabriel yang datang berkunjung. Ucapan Rian memicu respons langsung dari Dewi di panggung acara tersebut.
Menanggapi tudingan itu, Dewi menegaskan bahwa saat ini prioritas utamanya adalah keberlangsungan pendidikan militer Gabriel. Ia mengaku tidak setuju jika ada perempuan yang menghabiskan waktu menunggui anaknya dari pagi hingga malam, yang menurutnya bukan perilaku bertamu yang pantas. Dewi menekankan pentingnya menjaga konsentrasi dan etika selama masa pendidikan: kunjungan singkat masih dapat dibenarkan, tetapi hadir sepanjang hari dianggap mengganggu.
Felice Gabriel sendiri saat ini terdaftar sebagai taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dan fokus menempuh seluruh tahapan pendidikan militer. Gabriel lahir pada 2007 dan biasa dipanggil Gegeb; Dewi mengadopsinya ketika usianya dua minggu. Keberadaan Gabriel menjadi titik penting dalam kehidupan Dewi, yang pernah mengalami dua kali keguguran dan kemudian memutuskan untuk merawat anak itu secara penuh. Sebelumnya, Gabriel lulus dari International Islamic High School pada 2024, sebuah pilihan pendidikan yang menurut Dewi membantu menanamkan adab dan akhlak.
Dewi juga menegaskan bahwa sikap protektifnya bersifat sementara selama masa pendidikan berlangsung. Ia meminta pihak luar untuk menghormati proses yang dijalani Gabriel dan menolak gangguan yang berpotensi mengalihkan perhatian sang putra. Namun Dewi memberi sinyal kelonggaran setelah pendidikan berakhir: “Jangan ganggu anakku!” dan ia menambahkan, “Nanti kalau anakku sudah lulus, ambil, boleh.” Pernyataan itu menutup diskusi publik mengenai batasan pertemanan anaknya selama pelatihan militer dengan harapan Gabriel dapat menyelesaikan pendidikannya tanpa intervensi.
Penulis: Redaksi




