Wardatina Mawa menegaskan niat melanjutkan hidupnya setelah perceraian dari Insanul Fahmi, sementara sang mantan dikabarkan bersiap meresmikan hubungan dengan Inara Rusli. Pernyataan Mawa muncul lewat unggahan di TikTok pada 22 Oktober 2026, sehari setelah kuasa hukum Insanul memberi keterangan kepada media bahwa tidak ada lagi penghalang bagi kliennya menjalin hubungan baru pasca-putusan perceraian yang terbit 8 Juli 2026 di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan.
Dalam video perkenalannya, Mawa membuka obrolan dengan kalimat: “Hai, aku Mawa, usia 26 tahun,” lalu menceritakan perjalanan panjang yang dilaluinya. Ia memperjelas bahwa saat ini berstatus janda dan sedang memperjuangkan hak serta menata ulang kehidupan. Mawa menuturkan bahwa proses bangkit bukan tanpa luka, dan di antara usaha itu ia memilih mempertahankan penampilannya yang bercadar sebagai bagian dari upaya menjaga kehormatan dan mendekatkan diri kepada Allah.
Perpisahan publik ini bukan tanpa riwayat konflik. Persoalan mencuat setelah Mawa menuduh Insanul melakukan perselingkuhan dengan Inara, dan kabar soal pernikahan siri yang diduga terjadi ketika Mawa masih menjadi istri Insanul sempat menjadi sorotan. Pada 22 November 2025, Mawa melaporkan Insanul dan Inara ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan, yang kemudian berujung pada berbagai proses hukum dan publikasi media hingga keputusan perceraian pada Juli 2026.
Sisi Insanul memperoleh sorotan tersendiri ketika kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto, menyatakan kepada wartawan pada 21 Oktober 2026 bahwa langkah administratif seperti pengambilan akta cerai tinggal menunggu waktu. Menurut Tommy, setelah akta diurus tidak ada lagi penghalang hukum untuk melanjutkan hubungan dengan Inara. Ketika dimintai konfirmasi singkat, Insanul yang merupakan ayah satu anak meminta publik untuk mendoakan yang terbaik: “Intinya doain aja yang terbaik buat ke depannya.”
Pernyataan Mawa yang meminta doa dan menegaskan komitmen menjaga adab dan iman menutup babak awal pasca-perceraian. Ia juga mengakui tak menuntut semua pihak memahami prosesnya, cukup memohon perlindungan bagi hati dan kehormatan. Sementara itu, publikasi mengenai rencana Insanul dan Inara tetap menjadi topik yang dipantau, terutama terkait administrasi hukum yang masih bersinggungan dengan akhir rumah tangga terdahulu. Kedua sisi—upaya hukum dan klaim moral publik—mengilustrasikan bagaimana urusan pribadi selebritas dapat berdampak pada kehidupan hukum dan ruang publik di Indonesia.
Penulis: Redaksi




