Anastasios Douvikas memimpin pesta Como 1907 saat klub Italia itu menaklukkan RC Lens 9-1 pada matchday keempat fase liga Liga Champions, 5 November 2026. Pertandingan di Stade Bollaert-Delelis, Lens, itu mencatatkan kemenangan dengan margin delapan gol bagi Como, yang berstatus debutan di kompetisi tersebut. Hasil ini sekaligus mengangkat I Lariani ke posisi empat besar klasemen sementara.
Posisi tersebut menempatkan Como di antara sejumlah klub yang sudah lama menjadi kekuatan Eropa. Di atas atau dekat mereka dalam persaingan klasemen terdapat Paris Saint-Germain, juara dua musim terakhir, Real Madrid yang mengoleksi 15 gelar Liga Champions, serta Arsenal, juara Premier League. Capaian Como menjadi kontras dengan anggapan bahwa tim yang baru tampil di kompetisi ini akan kesulitan bersaing.
Douvikas, penyerang asal Yunani yang akrab disapa Tasos, membuat tiga gol ke gawang Lens. Hat-trick itu melengkapi catatan golnya dalam empat pertandingan fase liga, sehingga total koleksinya mencapai enam gol. Ia pun berada di puncak daftar pencetak gol sementara, mengungguli Erling Haaland dengan lima gol serta Kylian Mbappe dan Harry Kane yang masing-masing sudah mencetak empat gol.
Empat laga beruntun dengan gol juga membuat Tasos menyamai pencapaian Alessandro Del Piero bersama Juventus di Liga Champions. Ia mengatakan, “Aku sangat senang karena rekan satu timku sangat membantuku.” Bagi penyerang tersebut, keberhasilan mencetak gol secara konsisten menjadi capaian istimewa, terlebih Como kini tengah mencuri perhatian pada penampilan pertamanya di turnamen.
Kemenangan besar atas Lens bukan hasil menonjol pertama Como dalam fase liga. Pada matchday ketiga, 22 Oktober, mereka lebih dahulu mengalahkan Manchester United 4-1 di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Rentetan hasil itu menjadi modal sebelum klub tersebut menghadapi laga-laga berikutnya, termasuk pertemuan dengan PSG dan Barcelona yang dijadwalkan pada Januari 2027.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengingatkan timnya agar tidak terlena setelah hasil besar tersebut. Ia menyebut kemenangan itu sebagai malam istimewa bagi klub dan pendukung, tetapi menekankan pentingnya tetap bekerja serta belajar. Fabregas juga menilai tidak ada hasil yang mustahil melawan PSG maupun Barcelona, meski keduanya termasuk tim terbaik di Eropa. Namun, ia mengingatkan bahwa masih ada pertandingan lain yang harus dijalani sebelum dua laga itu tiba.
Skor Como tersebut juga masuk dalam catatan kemenangan berjarak delapan gol di Liga Champions. Sebelum ini, Real Madrid pernah mengalahkan Malmo FF 8-0 pada fase grup musim 2015–2016, sedangkan Liverpool menundukkan Besiktas dengan skor serupa pada musim 2007–2008. Kedua klub itu merupakan mantan juara kompetisi: Real Madrid telah mengangkat trofi 10 kali ketika menang atas Malmo, sementara Liverpool saat itu sudah memiliki lima gelar. Kini, Como mencapai margin yang sama dalam kemenangan 9-1 sebagai tim debutan.


