Como menyatakan tidak akan menahan Cesc Fabregas apabila pelatih asal Spanyol itu memilih pindah, di tengah meningkatnya perhatian klub-klub besar Eropa terhadap kiprahnya. Presiden Como, Mirwan Suwarso, menyampaikan sikap tersebut dalam wawancara di program Piers Morgan Uncensored. Ia juga membantah kabar bahwa kontrak Fabregas memuat klausul khusus untuk kembali ke salah satu mantan klubnya.
Menurut Suwarso, hubungan keduanya tidak hanya ditentukan oleh perjanjian kerja. Ia menegaskan Fabregas dapat menentukan sendiri tujuan dan waktu kepergiannya, tanpa Como meminta biaya kompensasi. Sebagai gambaran, Suwarso menyebut pelatih itu bisa saja memilih Bayer Leverkusen dan klub akan menghormati keputusan tersebut. Pernyataan ini menunjukkan Como lebih mengutamakan kepercayaan kepada Fabregas daripada mengandalkan klausul untuk mengikatnya.
Sikap itu sekaligus menanggapi laporan yang beredar pada September. Fabregas, yang berusia 39 tahun, disebut memiliki kesepakatan khusus untuk meninggalkan Como dengan membayar kompensasi tertentu demi bergabung dengan Barcelona, Arsenal, atau Chelsea—tiga klub yang pernah dibelanya. Suwarso menyangkal adanya pengaturan seperti itu. Meski begitu, masa kerja Fabregas bersama Como masih tercatat hingga musim panas 2028.
Minat terhadap Fabregas muncul seiring perkembangan Como, klub promosi Serie A yang mulai memperlihatkan kemampuan bersaing dengan tim lebih mapan. Perhatian tertuju pula kepada Manchester United, yang situasi kepelatihannya disebut belum stabil di bawah Michael Carrick. Klub Inggris itu dikabarkan telah menghubungi Didier Deschamps sebagai calon pengganti Carrick. Di luar urusan pelatih, United juga dikaitkan dengan rencana memperkuat pertahanan pada bursa Januari dan minat kepada Calvin Bassey, bek tengah Fulham asal Nigeria.
Gambaran kesulitan United dalam sumber tersebut mencakup raihan hanya satu kemenangan dari sembilan laga awal Liga Premier dan posisi ke-17 klasemen. Mereka berada di luar zona degradasi karena unggul selisih gol. Sebaliknya, Como disebut menunjukkan kemajuan di bawah Fabregas. Pada 21 Oktober, Como mengalahkan United 4-1 dalam fase liga Liga Champions, dengan Nico Paz mencetak dua gol. Hasil itu menjadi salah satu penanda perkembangan tim yang ditangani Fabregas.
Fabregas, mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea, kini memimpin proyek yang dinilai menjanjikan di Como. Klub tersebut bahkan dipandang berpeluang menjadi kejutan di Liga Champions musim ini, seperti Bodo/Glimt dari Norwegia pada musim 2025-2026. Meski namanya berpotensi terus dikaitkan dengan tim besar, kepindahan ke Manchester United belum tentu menjadi langkah yang segera ditempuh. Como masih menawarkan proyek yang sedang tumbuh, sementara Suwarso menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan sang pelatih.


