Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan di Mamuju Tengah Selama Ramadan
Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat Mamuju Tengah dapat bernapas lega. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) telah mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga berbagai bahan pokok. Upaya ini dilakukan melalui program gerakan pangan murah yang terintegrasi dengan inspeksi mendadak (sidak) pasar bersama berbagai instansi terkait.
Kepala Dinas Koperindag Mateng, Muh Nasri Achir, secara tegas menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang dan selama bulan Ramadan. “Kami memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat akan selalu terpenuhi dan harganya tetap terjangkau,” ujar Muh Nasri Achir dalam sebuah kesempatan di kantornya.
Upaya pemantauan dan pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Dinas Koperindag Mateng saja. Kolaborasi erat dijalin dengan berbagai lembaga penting, termasuk Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Dinas Pertanian, Perum Bulog, serta aparat kepolisian. Sinergi ini penting untuk memastikan pasokan beras dan kebutuhan pokok lainnya lancar, serta mencegah terjadinya penimbunan atau praktik spekulasi yang dapat mengerek harga di pasaran.
“Alhamdulillah, hingga saat ini harga-harga bahan pokok di Mamuju Tengah masih terpantau stabil,” ungkap Muh Nasri Achir. Pernyataan ini disampaikan pada hari Senin, 23 Februari 2026, di kompleks Kota Terpadu Mandiri (KTM), Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak.
Gerakan Pangan Murah: Solusi Efektif Atasi Lonjakan Harga
Untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga, pemerintah daerah melalui Dinas Koperindag Mateng secara rutin menggelar program “gerakan pangan murah”. Program ini menjadi solusi efektif karena menawarkan harga komoditas yang jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan harga yang berlaku di pasar tradisional.
Perbedaan harga ini bisa cukup signifikan, dengan selisih mencapai Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram untuk beberapa komoditas. Hal ini tentu memberikan kelegaan bagi masyarakat, terutama di tengah peningkatan kebutuhan pengeluaran rumah tangga selama bulan puasa.
Daftar Harga Komoditas dalam Gerakan Pangan Murah Ramadan Mamuju Tengah:
Berikut adalah rincian harga beberapa bahan pokok yang ditawarkan dalam program pangan murah selama Ramadan di Mamuju Tengah:
- Bawang Putih: Rp30.000 per kilogram
- Bawang Merah: Rp26.000 per kilogram
- Minyak Goreng (Merek Sedaap): Rp19.000 per liter
- Minyak Goreng (Merek lain kemasan): Rp14.000 per liter
- Tepung Terigu (Merek Kompas): Rp9.000 per kilogram
- Beras SPHP (Kemasan 5 kg): Rp59.000
- Beras Malolo (Kemasan 10 kg): Rp120.000
- Beras Nurmadinah (Kemasan 10 kg): Rp135.000
- Gula Pasir: Rp16.000 per kilogram
- Cabai Keriting: Rp18.000 per kilogram
- Cabai (Jenis lain): Rp48.000 per kilogram
- Telur: Rp50.000 per rak
Muh Nasri Achir menambahkan bahwa pelaksanaan gerakan pangan murah ini akan terus dilakukan secara berkala, terutama saat terdeteksi adanya potensi lonjakan harga di pasaran. Pendekatan ini bersifat dinamis dan responsif terhadap kondisi riil di lapangan.
Dengan adanya langkah-langkah konkret seperti ini, masyarakat Mamuju Tengah diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan khusyuk, tanpa dibebani oleh kenaikan harga bahan pangan yang memberatkan. Ketersediaan pasokan yang stabil dan harga yang terjangkau menjadi prioritas utama pemerintah daerah demi kesejahteraan warganya.



















