Tragis, Pengendara Motor Tewas Akibat Kecelakaan Tunggal di Surabaya
Surabaya, Jawa Timur – Pagi yang seharusnya diisi dengan aktivitas rutin berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga seorang warga Bubutan, Surabaya. Insiden kecelakaan lalu lintas yang tragis terjadi pada Minggu (22/2/2026) pagi di Jalan Donowati, Sukomanunggal, Surabaya, merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor. Korban, yang diidentifikasi berinisial BJP (57), tewas di lokasi kejadian setelah kendaraannya mengalami oleng dan terjatuh.
Menurut keterangan dari Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, Iptu Suryadi, peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Supra bernomor polisi L-2694-EX sedang melaju dari arah barat menuju timur di ruas jalan tersebut. Saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), laju sepeda motor yang dikendarai korban secara perlahan mulai tidak stabil dan berbelok ke sisi kanan jalan. Tak lama kemudian, korban terjatuh dari kendaraannya.
Akibat dari insiden tersebut, korban mengalami luka parah, terutama pada bagian kepala. Tim medis dari Pemerintah Kota Surabaya yang segera tiba di lokasi kejadian menyatakan korban sudah meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju Kamar Jenazah RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya untuk proses lebih lanjut.
Dugaan Penyebab Kecelakaan: Kurangnya Konsentrasi
Iptu Suryadi menjelaskan lebih lanjut bahwa berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan dari sejumlah saksi yang dihimpun, dugaan kuat mengarah pada faktor manusia sebagai penyebab utama kecelakaan tunggal ini. “Motor semula berjalan dari arah barat ke timur, sampai di TKP kurang hati-hati dan konsentrasi sehingga tidak dapat menguasai kendaraannya dan oleng ke kanan terjadi kecelakaan tunggal,” ujar Suryadi saat dihubungi.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa korban berkendara dalam kondisi yang kurang konsentrasi saat itu. “Penyebab kecelakaan (diduga) faktor manusia kurang hati-hati dan konsentrasi,” pungkasnya, menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan dan fokus saat berkendara.
Penanganan dan Evakuasi Korban
Kepala Bidang Darlog Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Linda Novanti, mengkonfirmasi bahwa tim medis yang tiba di lokasi segera melakukan penanganan. Namun, upaya medis tersebut tidak dapat menyelamatkan nyawa korban yang sudah dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans dari Dinas Sosial Surabaya. Proses evakuasi ini dilakukan untuk membawa jenazah menuju Kamar Jenazah RSUD BDH Surabaya. Pihak BPBD juga telah berhasil menghubungi keluarga korban dan mengarahkan mereka untuk segera menuju rumah sakit. “Keluarga sudah bisa dihubungi dan langsung kita arahkan langsung menuju Kamar Jenazah BDH,” ujar Linda saat dihubungi awak media.
Data Kecelakaan Lalu Lintas di Surabaya Tahun 2025
Dalam rangka memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi keamanan lalu lintas di Surabaya, data statistik kecelakaan sepanjang tahun 2025 menjadi relevan. Berdasarkan Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025 yang dirilis oleh Satlantas Polrestabes Surabaya pada Rabu (31/12/2025), tercatat sejumlah angka yang perlu menjadi perhatian.
Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 180 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Surabaya. Selain itu, terdapat 12 korban yang mengalami luka berat.
Data ini menunjukkan adanya tren penurunan angka fatalitas kecelakaan sebesar sekitar satu persen jika dibandingkan dengan tahun 2024, di mana jumlah korban meninggal dunia mencapai 182 orang.
Namun, di sisi lain, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah kejadian kecelakaan pada tahun 2025. Total kasus kecelakaan tercatat sebanyak 1.762 kasus, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 1.488 kasus.
Menanggapi tren ini, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, dalam kesempatan yang sama (Rabu, 31/12/2025) di Mapolrestabes Surabaya, menyatakan bahwa pihaknya terus mengedepankan penindakan pelanggaran lalu lintas melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). “Kami mengedepankan (penindakan pelanggaran melalui) ETLE. Demikian terhadap pelanggaran lalu lintas cukup fatal kami lakukan penilangan,” tegasnya. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas di masyarakat.



















