Freezer adalah alat rumah tangga yang sangat berguna untuk menyimpan berbagai jenis makanan dan minuman agar tetap segar dalam jangka waktu yang lebih lama. Dengan membekukan makanan, kita dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan dan penyakit, sehingga keamanan pangan dapat terjaga. Namun, tidak semua makanan cocok untuk disimpan dalam freezer. Beberapa makanan dapat mengalami perubahan kualitas yang signifikan, bahkan menjadi tidak layak konsumsi setelah dibekukan dan dicairkan.
Meredith Carothers, seorang spesialis keamanan pangan dari Layanan Keamanan dan Inspeksi Pangan USDA di Washington D.C., menjelaskan bahwa makanan yang disimpan secara terus-menerus pada suhu -17 derajat Celsius, yang merupakan suhu freezer yang direkomendasikan, akan selalu aman dari segi mikrobiologis. Pembekuan memang memperlambat pergerakan molekul dan membuat mikroba memasuki fase dorman. Meskipun demikian, keamanan saja tidak cukup. Kualitas rasa, tekstur, dan penampilan makanan bisa saja menurun drastis.
Carothers menegaskan bahwa meskipun makanan tersebut tetap aman untuk dikonsumsi, kenikmatannya mungkin berkurang. Makanan bisa saja kehilangan rasa aslinya atau menjadi kering. Lebih lanjut, jika kadar air, komposisi, atau kemasan makanan tidak sesuai dengan kondisi pembekuan, makanan tersebut hanya akan memakan ruang di dalam freezer dan akhirnya terbuang sia-sia.
Berikut adalah tujuh jenis makanan yang sebaiknya dihindari untuk disimpan dalam freezer demi menjaga kualitas dan keamanannya:
Sayuran dan Buah-buahan Kaya Air
Sayuran berdaun lunak atau memiliki kandungan air yang tinggi, seperti selada, mentimun, dan seledri, sangat tidak direkomendasikan untuk dibekukan. Sarah Brekke, M.S., Manajer Merek Better Homes & Gardens Test Kitchen, menjelaskan bahwa setelah dicairkan, sayuran ini akan menjadi layu, berlendir, berair, dan mengalami oksidasi. Untuk menjaga kesegarannya, simpanlah sayuran jenis ini di laci pendingin kulkas dan usahakan untuk dikonsumsi dalam waktu tujuh hingga sepuluh hari.
Kentang mentah juga termasuk dalam kategori ini. Kandungan air yang tinggi pada kentang akan membuatnya menjadi lembek dan bertekstur kasar setelah proses pencairan. Cara terbaik menyimpan kentang mentah adalah di tempat yang sejuk, gelap, dan kering, mirip dengan kondisi ruang penyimpanan bawah tanah.
Bahan-bahan yang Diemulsikan
Makanan yang bergantung pada proses emulsifikasi agar bahan-bahannya tetap menyatu, seperti mayones dan saus salad, sebaiknya tidak dibekukan. Setelah melalui proses pembekuan dan pencairan, bahan-bahan ini cenderung akan terpisah. Mayones, yang sering menjadi bahan dasar salad kentang atau kreasi krim lainnya, akan kehilangan tekstur creamy-nya.
Simpan mayones dan saus salad, baik yang dibeli di toko maupun buatan sendiri, di dalam kulkas. Saus salad buatan sendiri sebaiknya dikonsumsi dalam waktu empat hari, sedangkan mayones buatan sendiri dalam waktu dua minggu. Untuk produk yang dibeli, perhatikan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan.
Produk Susu dan Krim Asam
Produk susu seperti krim asam, keju keras, dan keju parut, idealnya disimpan di laci sayuran pada kulkas. Brekke menyarankan agar keju lunak dan produk susu kental lainnya, seperti krim asam, keju cottage, dan saus krim, disimpan di luar freezer. Ketika dicairkan, teksturnya akan berubah menjadi encer, terpisah, dan kurang nikmat.
Simpan produk-produk ini di kulkas dan patuhi rekomendasi waktu konsumsi yang diberikan oleh otoritas terkait seperti USDA atau Kementerian Pertanian Amerika Serikat.
Makanan dan Minuman dengan Kandungan Gelatin
Makanan atau minuman yang mengandung gelatin juga tidak cocok untuk dibekukan. Brekke menjelaskan bahwa kristal es yang terbentuk selama proses pembekuan dapat merusak struktur gelatin. Akibatnya, ketika dicairkan, makanan atau minuman tersebut akan berubah menjadi cairan yang encer dan kehilangan kekenyalannya.
Untuk mempertahankan tekstur kenyal dan konsistensi yang diinginkan, simpanlah resep yang mengandung gelatin, baik manis maupun gurih, di dalam kulkas.
Minuman dalam Kaleng atau Botol
Membekukan minuman dalam kaleng atau botol dapat menimbulkan masalah keamanan yang serius, bahkan bisa menyebabkan kekacauan. Brekke mengingatkan bahwa cairan akan mengembang saat membeku. Peningkatan tekanan di dalam kemasan dapat menyebabkan kaleng atau botol pecah atau hancur.
Telur Mentah atau Telur Rebus dalam Cangkang
Telur, baik mentah maupun rebus, yang masih berada dalam cangkangnya tidak boleh disimpan di freezer. Sama seperti minuman dalam kaleng, isi telur akan mengembang selama proses pembekuan, yang dapat menyebabkan cangkangnya retak.
Carothers menambahkan bahwa membekukan telur mentah akan membuat kuning telur menjadi kental seperti sirup, sehingga tidak akan mengalir dengan baik atau tercampur sempurna dengan putih telur atau bahan lainnya. Jika Anda perlu membekukan telur mentah, kocoklah putih dan kuning telur hingga tercampur rata, lalu simpan dalam wadah kedap udara yang aman untuk freezer. Telur beku seperti ini dapat bertahan hingga satu tahun. Untuk penyimpanan di kulkas, simpan telur dalam cangkangnya dan rencanakan untuk mengonsumsinya dalam waktu tiga minggu setelah pembelian.
Makanan Goreng Buatan Sendiri
Terakhir, makanan goreng yang Anda buat sendiri sebaiknya tidak disimpan di freezer. Meskipun supermarket dipenuhi dengan berbagai pilihan makanan goreng beku yang berkualitas baik seperti chicken tenders, fish sticks, dan kentang goreng, makanan goreng rumahan memiliki karakteristik yang berbeda.
Proses pembekuan dapat membuat adonan, remah roti, atau lapisan tempura pada makanan goreng buatan sendiri menyerap kelembapan. Akibatnya, setelah dicairkan, makanan goreng seperti ikan atau ayam goreng akan memiliki lapisan tepung yang lembek dan tidak renyah lagi. Simpan sisa makanan goreng dalam wadah kedap udara di kulkas dan usahakan untuk dinikmati dalam waktu empat hari setelah persiapan. Untuk mendapatkan kembali kerenyahannya, panaskan kembali menggunakan air fryer atau oven.



















