Perayaan HUT ke-49 Kampung Klasaman: Membangun Harmoni, Kesehatan, dan Daya Saing Melalui Semangat Persatuan dan Budaya Moi
SORONG – Seluruh elemen masyarakat Kampung Klasaman, Kota Sorong, bergandengan tangan merayakan ulang tahun ke-49 yang jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026. Perayaan akbar ini mengusung tema yang sarat makna: “Dengan Semangat Persatuan dan Budaya Moi, Kita Bangun Kampung Klasaman yang Harmonik, Sehat, dan Berdaya Saing”. Suasana meriah meliputi seluruh rangkaian acara, menandai perjalanan panjang sebuah kampung yang telah menjadi saksi bisu perkembangan Kota Sorong.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sorong, para tokoh adat yang memegang teguh nilai-nilai leluhur, tokoh masyarakat yang senantiasa mengabdikan diri untuk kemajuan kampung, serta seluruh lapisan warga Klasaman yang antusias menyambut momen bersejarah ini. Kehadiran mereka menegaskan solidaritas dan komitmen bersama untuk masa depan Kampung Klasaman.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan Kampung Klasaman yang kini telah mencapai usia 49 tahun. Ia menekankan betapa krusialnya peran kampung ini dalam menjaga identitas, martabat, serta keberlangsungan Suku Moi, sebagai pemilik sah hak ulayat di wilayah tersebut.
“Mulai satu per satu akan muncul dari Kampung Klasaman. Ke depan, kampung ini akan melahirkan orang-orang hebat,” ujar Septinus Lobat dengan optimisme yang terpancar. Ia meyakini bahwa potensi besar terpendam di dalam diri setiap generasi muda Klasaman, dan kampung ini akan menjadi inkubator bagi para pemimpin dan inovator masa depan.
Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti peran vital Kampung Klasaman dalam mempertahankan eksistensi masyarakat Moi di Kota Sorong. Ia menyayangkan fenomena di beberapa wilayah lain, seperti Malanu dan Rufei, di mana masyarakat Moi mulai terpencar dan bahkan kehilangan sebagian besar wilayah adat mereka. Fenomena ini menjadi alarm bagi seluruh warga Klasaman untuk lebih waspada dan menjaga aset berharga yang mereka miliki.
“Karena itu, saya mengingatkan agar warga tetap menjaga kampung dan tidak menjual tanah adat. Kampung Klasaman harus tetap dipertahankan. Tanah yang ada di sini tidak boleh dijual,” tegasnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah kota untuk melindungi tanah adat sebagai warisan tak ternilai bagi generasi mendatang.
Pemerintah Kota Sorong sendiri telah menyatakan komitmennya yang kuat untuk mendukung pelestarian bahasa dan budaya Moi. Upaya ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah janji yang akan diwujudkan melalui berbagai program konkret. Selain itu, pemerintah juga bertekad untuk memperkuat Kampung Klasaman agar senantiasa kokoh, baik dari sisi adat maupun sosial. Penguatan ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Untuk mewujudkan visi Kampung Klasaman yang harmonik, sehat, dan berdaya saing, berbagai program pembangunan strategis telah disiapkan. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas infrastruktur. Jalan-jalan di dalam kampung akan diperbaiki dan diperluas, memastikan aksesibilitas yang lebih baik bagi warga. Selain itu, terdapat pula rencana pengembangan stadion kampung yang ada saat ini menjadi stadion mini yang lebih representatif. Fasilitas olahraga yang memadai ini diharapkan dapat mendorong aktivitas fisik masyarakat, memfasilitasi pembinaan atlet muda, serta menjadi sarana penting untuk berbagai kegiatan komunitas.
Pembangunan yang berorientasi pada masyarakat ini mencerminkan visi jangka panjang Pemerintah Kota Sorong untuk memastikan bahwa Kampung Klasaman tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat kebudayaan, ekonomi, dan kebanggaan bagi masyarakat Suku Moi. Perayaan HUT ke-49 ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan pencapaian masa lalu, mengukuhkan tekad di masa kini, dan merancang masa depan yang lebih gemilang bagi Kampung Klasaman. Dengan semangat persatuan dan pelestarian budaya, Kampung Klasaman optimis melangkah menuju usia emasnya dengan predikat yang lebih kuat: harmonik, sehat, dan berdaya saing.





