Pemeriksaan Intensif Pejabat Pemkab Pekalongan oleh KPK, Rombongan Dibawa ke Jakarta
Pekalongan – Suasana tegang menyelimuti Aula Mapolres Pekalongan Kota pada Selasa sore (3/3/2026), ketika beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjalani pemeriksaan intensif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah serangkaian pertanyaan yang mendalam, para pejabat tersebut kemudian diberangkatkan menuju Jakarta menggunakan satu unit bus dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
Proses pemeriksaan yang berlangsung di aula yang kondisinya hening dan penuh ketegangan ini, membuat para pejabat yang dipanggil merasa tertekan. Salah seorang aparatur sipil negara (ASN) yang turut menjadi saksi dalam pemeriksaan ini, dan memilih untuk tidak disebutkan namanya, menceritakan bagaimana ia menerima panggilan mendadak dari Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar.
“Saya ditelepon siang hari untuk segera datang ke polres. Di sana sudah ada penyidik KPK yang melakukan pemeriksaan,” ungkapnya kepada awak media pada malam harinya. Ia menambahkan bahwa sebelum pemeriksaan dimulai, seluruh ponsel milik para pejabat yang hadir diminta dan diserahkan kepada penyidik KPK. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran proses investigasi dan mencegah adanya komunikasi yang tidak diinginkan.
Menurut penuturan ASN tersebut, berbagai elemen pejabat dari berbagai tingkatan organisasi perangkat daerah turut hadir dan menjalani pemeriksaan. Mulai dari direktur rumah sakit, camat, kepala dinas, hingga kepala bidang, semuanya tampak menjalani proses yang sama. Meskipun demikian, ia tidak memiliki informasi pasti mengenai identitas seluruh pejabat yang diperiksa.
Sekitar pukul 14.30 WIB, seluruh pihak yang telah selesai menjalani pemeriksaan diminta untuk meninggalkan aula. Mereka kemudian diarahkan menuju pintu belakang Mapolres Pekalongan Kota. Di lokasi tersebut, telah disiapkan sebuah unit bus dari PO Muda Perkasa dengan nomor polisi G 7188 QC, yang siap mengangkut rombongan tersebut ke ibu kota.
“Sekitar pukul 15.00 WIB, para penyidik bersama beberapa pejabat tersebut naik ke dalam bus dan langsung diberangkatkan menuju Jakarta. Keberangkatan rombongan mendapat pengawalan dari mobil Satlantas Polres Pekalongan Kota,” jelasnya, menggambarkan detik-detik keberangkatan. Pengawalan ketat ini menunjukkan keseriusan KPK dalam menangani kasus yang sedang diselidiki.
Meskipun identitas lengkap seluruh pejabat yang diperiksa tidak dirilis secara resmi, beberapa nama yang terlihat naik ke dalam bus tersebut berhasil teridentifikasi, antara lain:
- Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar: Sebagai pejabat tertinggi yang hadir, perannya dalam pemeriksaan ini tentu sangat krusial.
- Camat Karanganyar Budi Rahmulyo: Kehadiran camat menunjukkan bahwa pemeriksaan tidak hanya menyasar pejabat eselon tinggi, tetapi juga pejabat di tingkat kecamatan yang mungkin memiliki informasi relevan.
- Pelaksana Tugas Direktur RSUD Kesesi dr. Ryan: Peran direktur rumah sakit dalam dugaan kasus ini patut dicermati, mengingat sektor kesehatan seringkali menjadi sorotan dalam isu korupsi.
- Nuryadi selaku Kepala Bidang Kebersihan dan Pertanaman Diperkim LH tahun 2023: Jabatan di bidang kebersihan dan pertanaman, meskipun terkesan teknis, bisa saja terkait dengan proyek atau pengadaan tertentu yang menjadi objek pemeriksaan KPK.
- Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Pekalongan Herman: Posisi di bagian umum sekretariat daerah biasanya mengurusi berbagai administrasi dan logistik, yang juga berpotensi terkait dengan aliran dana atau pengadaan barang/jasa.
Pemberangkatan para pejabat ini ke Jakarta mengindikasikan bahwa pemeriksaan akan dilanjutkan di kantor pusat KPK atau lembaga terkait lainnya. Hal ini juga menandakan bahwa kasus yang sedang ditangani oleh KPK kemungkinan besar melibatkan dugaan tindak pidana korupsi yang serius dan memerlukan pendalaman lebih lanjut di tingkat nasional. KPK terus berkomitmen untuk memberantas korupsi di berbagai tingkatan pemerintahan demi terciptanya tata kelola yang bersih dan akuntabel.














