Fabregas Kecewa Como Gagal Manfaatkan Peluang Emas Melawan Inter Milan
Pertandingan leg pertama semifinal Coppa Italia 2025-2026 antara Como 1907 dan Inter Milan berakhir tanpa gol, menyisakan kekecewaan mendalam bagi pelatih Como, Cesc Fabregas. Meski mampu menahan imbang tim terkuat Serie A, Fabregas merasa timnya seharusnya bisa meraih kemenangan tipis, terutama mengingat satu peluang emas yang terbuang sia-sia. Laga yang digelar di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Rabu (4/3/2026) dini hari WIB tersebut berlangsung sangat taktis, layaknya permainan catur, di mana kedua tim minim menciptakan peluang berbahaya.
Como hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari total lima percobaan. Sementara itu, Inter Milan bahkan lebih buruk, gagal mengarahkan satu pun tembakan ke gawang dari tiga upaya yang mereka lakukan. Statistik ini menunjukkan betapa ketatnya pertandingan tersebut, namun bagi Fabregas, hal ini justru menjadi sumber frustrasi.
Analisis Cesc Fabregas Pasca Pertandingan
Usai peluit panjang dibunyikan, Cesc Fabregas mengungkapkan kekecewaannya. Mantan pemain Arsenal dan Barcelona ini merasa timnya pantas mendapatkan lebih dari sekadar hasil imbang tanpa gol. “Hasilnya memang seperti itu. Secara keseluruhan, saya merasa mungkin kami pantas mencetak gol, atau setidaknya lebih dekat untuk mencetak gol,” ujar Fabregas. Ia membandingkan pertandingan tersebut dengan permainan catur, yang sangat mengandalkan taktik, terutama saat menghadapi tim dominan di Serie A seperti Inter Milan.
Fabregas memuji soliditas timnya dalam menjalankan strategi yang diinginkan. “Kami solid, memiliki dua atau tiga peluang bagus, dengan Alex Valle yang tampaknya lebih sulit untuk gagal mencetak gol daripada mencetak gol, tetapi hal-hal seperti ini terjadi,” tambahnya. Ia menyoroti bahwa Inter Milan telah mendominasi sepak bola Italia selama lima tahun terakhir, namun Como berhasil membatasi pergerakan mereka dan menciptakan peluang.
Meskipun demikian, peluang yang terbuang, khususnya dari Alex Valle, meninggalkan rasa pahit. “Ini meninggalkan sedikit rasa pahit di mulut kami, karena kami merasa setidaknya bisa menang 1-0,” tutur Fabregas. Peluang tersebut dianggapnya sebagai momen krusial yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memberikan keunggulan agregat sebelum leg kedua.
Catatan Sejarah dan Tantangan Leg Kedua
Hasil imbang ini sebenarnya merupakan sebuah kemajuan bagi Como jika melihat rekor pertemuan mereka sebelumnya melawan Inter Milan. Dalam tiga pertandingan terakhir, Como selalu menelan kekalahan. Musim lalu, mereka kalah dua kali dengan skor identik 0-2. Lebih parah lagi, pada pertemuan pertama musim ini, Como dibantai Inter dengan skor telak 0-4.
Oleh karena itu, meskipun tidak kalah di leg pertama, hasil 0-0 ini tetap menempatkan Como dalam posisi yang kurang menguntungkan. Mereka harus berjuang lebih keras lagi pada leg kedua yang akan digelar di kandang Inter Milan, Stadion Giuseppe Meazza, pada tanggal 22 April mendatang. Bermain tandang melawan tim sekuat Inter akan menjadi ujian yang jauh lebih berat.
Fokus Kembali ke Serie A
Sebelum menghadapi leg kedua Coppa Italia, Como harus memfokuskan perhatian mereka pada kompetisi Serie A. Pada akhir pekan ini, Como dijadwalkan menghadapi Cagliari di Unipol Domus pada giornata ke-28, Sabtu (7/3/2026) malam WIB. Pertandingan ini sangat krusial bagi Como untuk menjaga asa mereka lolos ke Liga Champions musim depan.
Saat ini, Como menempati posisi kelima klasemen Serie A, hanya terpaut tiga poin dari AS Roma yang berada di urutan keempat, yang merupakan batas akhir zona Liga Champions. Setiap poin sangat berharga dalam persaingan ketat ini, dan Como tidak boleh terpeleset dalam pertandingan melawan Cagliari jika ingin terus bersaing memperebutkan tiket ke kompetisi Eropa. Performa konsisten di liga domestik akan menjadi modal penting bagi tim asuhan Fabregas untuk menghadapi sisa musim yang padat.




















