Dewa United Tanpa Nick Kuipers Hadapi Malut United
Dewa United akan menghadapi Malut United dalam laga lanjutan Super League pekan 27. Namun, tim asal Jawa Barat ini harus berjuang tanpa bantuan bek andalan mereka, Nick Kuipers. Absennya Kuipers disebabkan oleh akumulasi kartu kuning yang ia terima saat Dewa United mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 1-0.
Laga tersebut akan digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate pada hari Minggu (12/4/2026) pukul 19:00 WIB atau 21:00 WIT. Meski tanpa Kuipers, pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, tampak tidak khawatir karena banyak pemain belakang yang sudah pulih dari cedera dan siap dimainkan.
Peran Nick Kuipers dalam Tim
Nick Kuipers adalah salah satu pemain penting dalam pertahanan Dewa United. Ia dikenal sebagai pemain yang stabil dan bisa menjadi tulang punggung di area jantung pertahanan. Selama musim lalu, Kuipers bermain bersama Gustavo Franca di Persib Bandung sebelum keduanya memilih untuk hengkang setelah membawa Persib juara 2024-2025.
Setelah meninggalkan Persib, Kuipers memilih bergabung dengan Dewa United, sementara Franca memutuskan untuk bermain di bagian timur Indonesia dengan memperkuat Malut United. Di tim barunya, kedua pemain tersebut sama-sama menjadi tulang punggung di lini belakang.
Namun, dalam laga kali ini, Kuipers tidak bisa tampil karena akumulasi kartu kuning. Hal ini membuat Franca menyampaikan pernyataannya dalam sesi jumpa pers, Sabtu (11/4/2026) malam.
Pernyataan Gustavo Franca
“Nick teman saya, bagi saya, ada atau tanpa Nick, Dewa United tetap tim kuat.”
“Laga besok (sabtu) tidaklah mudah, mudah-mudahan dengan dukungan suporter, kami bisa raih hasil bagus.”
Franca menekankan bahwa meskipun absen, Dewa United tetap memiliki kemampuan untuk meraih kemenangan. Ia juga berharap dukungan dari para pendukung bisa memberikan semangat tambahan bagi tim.
Opsi Pemain Lain
Pelatih Jan Olde Riekerink mengatakan bahwa kehilangan Kuipers bukanlah masalah besar. Ada beberapa pemain belakang yang siap mengisi posisi tersebut. Salah satunya adalah Wahyu Prasetyo, yang dinilai fleksibel dan bisa bermain di posisi sayap maupun center back.
“Ada beberapa pemain yang bisa kami turunkan di posisi yang ditinggalkan Nick, seperti memainkan Wahyu Prasetyo.”
“Dia (Wahyu Prasetyo) pemain fleksibel, bisa main sayap dan bisa juga center back.”
“Atau bisa saja kita bermain dengan pola/skema berbeda atau mengubah formasi, bagi saya itu hal terknis,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.
Kondisi Tim Dewa United
Meski berhasil mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 1-0, Dewa United tidak memiliki modal berarti untuk menghadapi Malut United. Pelatih Riekerink menyatakan bahwa kemenangan sebelumnya tidak cukup untuk memastikan kemenangan di laga mendatang.
“Bagi saya laga itu tidak bagus, kita banyak lakukan kesalahan yang notabene di laga-laga sebelumnya tidak pernah ada.”
“Prinsipnya kita memang menang lawan PSIM Yogyakarta, tapi bagi saya itu tidak cukup.”
Kondisi ini menunjukkan bahwa Dewa United harus lebih waspada dan mempersiapkan strategi yang lebih baik untuk menghadapi Malut United. Dengan kompetisi yang ketat, setiap kesalahan bisa berdampak signifikan pada hasil akhir.





















