Hizbullah Luncurkan Operasi “Jerami yang Dilahap” sebagai Balasan Agresi Israel
Kelompok pejuang militan Hizbullah pada Kamis, 12 Maret 2026, mengumumkan peluncuran Operasi Jerami yang Dilahap (Operation Devoured Straw). Inisiatif ini merupakan respons tegas terhadap agresi yang terus dilancarkan oleh Israel terhadap Lebanon dan rakyatnya. Nama operasi yang dipilih memiliki makna mendalam, diambil dari sebuah ayat dalam kitab suci Al-Qur’an, Surat Al-Fil (Tentara Gajah). Ayat tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah yang terjadi sebelum era Islam di tanah Arab, yang dikenal sebagai “Tahun Gajah”.
Sejarah di Balik Nama Operasi: Tahun Gajah
Pada Tahun Gajah, sebuah pasukan besar yang dipimpin oleh Abrahah, seorang penguasa dari Yaman yang berada di bawah Kekaisaran Aksumite, bergerak menuju Mekkah. Tujuan utama mereka adalah menghancurkan Ka’bah yang suci. Sebagaimana dikisahkan dalam Surat Al-Fil, ketika pasukan Abrahah dengan gajah-gajah mereka semakin mendekati Mekkah, campur tangan ilahi terjadi. Allah mengirimkan sekawanan burung yang secara ajaib menghujani pasukan Gajah dengan batu-batu kecil, menyebabkan mereka porak-poranda dan gagal total mencapai sasaran serangan mereka. Pemilihan nama ini oleh Hizbullah mengisyaratkan keyakinan akan datangnya balasan setimpal atas kezaliman yang dilakukan Israel, dengan kekuatan yang tak terduga.
Rincian Operasi Militer Hizbullah
Dalam pelaksanaan Operasi Jerami yang Dilahap, Hizbullah menunjukkan kapabilitas militernya dengan melancarkan gelombang serangan yang terkoordinasi. Sebanyak 100 rudal diluncurkan secara serentak menuju wilayah utara Israel. Laporan dari media lokal mengindikasikan bahwa sirene pertahanan udara meraung di berbagai kawasan utara wilayah pendudukan Israel, serta di sebagian Israel bagian tengah. Selain itu, terdeteksi pula dua gelombang rudal lain yang berasal dari Iran, yang juga dilaporkan mengarah ke Israel.
Serangan ini tidak hanya terbatas pada peluncuran rudal. Media Israel juga melaporkan adanya serangan drone yang dilancarkan dari Lebanon. Drone-drone ini dilaporkan menargetkan beberapa lokasi strategis, termasuk Dataran Tinggi Golan, kota Metulla, dan kawasan Misgav Am. Laporan-laporan tersebut mengonfirmasi adanya hantaman langsung rudal-rudal di berbagai wilayah Israel, menimbulkan kerusakan dan kepanikan.
Tindakan Hizbullah ini menegaskan komitmen mereka untuk membela kedaulatan Lebanon dan melindungi rakyatnya dari agresi eksternal. Operasi ini menjadi bukti nyata bahwa Hizbullah memiliki kemampuan untuk merespons secara efektif terhadap setiap bentuk serangan yang mengancam keamanan nasional Lebanon.
Dampak dan Reaksi Awal
Peluncuran Operasi Jerami yang Dilahap ini diprediksi akan menimbulkan dampak signifikan terhadap dinamika konflik di kawasan tersebut. Respons cepat dan terukur dari Hizbullah ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pihak Israel dan mencegah eskalasi lebih lanjut dari agresi mereka.
- Respons Militer Terkoordinasi: Serangan gabungan yang melibatkan rudal dan drone menunjukkan tingkat koordinasi dan perencanaan yang matang dari pihak Hizbullah.
- Target Strategis: Pemilihan target yang mencakup kawasan utara, tengah, dan Dataran Tinggi Golan menunjukkan upaya untuk memberikan tekanan maksimal pada Israel.
- Dukungan Regional: Adanya deteksi rudal dari Iran mengindikasikan adanya potensi dukungan atau sinyal solidaritas dari negara-negara lain di kawasan.
Situasi di perbatasan Lebanon-Israel diperkirakan akan semakin memanas menyusul peluncuran operasi ini. Masyarakat internasional diharapkan untuk terus memantau perkembangan situasi dan mendorong upaya deeskalasi guna mencegah korban sipil lebih lanjut dan menjaga stabilitas regional. Sejarah membuktikan bahwa agresi seringkali memicu respons yang lebih besar, dan Operasi Jerami yang Dilahap ini menjadi salah satu manifestasi dari siklus tersebut.



















