PT Semen Tonasa Apresiasi 60 Karyawan Purna Bakti, Tandai Awal Fase Kehidupan Baru
Sebanyak 60 karyawan PT Semen Tonasa secara resmi dilepas dari masa baktinya dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Lantai VI Kantor Pusat PT Semen Tonasa pada Rabu, 4 Maret 2026. Periode purna bakti yang dicakup adalah dari Februari hingga Desember 2026. Acara ini menjadi momen penting untuk memberikan penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tak ternilai yang telah diberikan oleh para karyawan selama bertahun-tahun.
Jajaran manajemen PT Semen Tonasa turut hadir dalam kegiatan tersebut, menunjukkan betapa pentingnya peran para karyawan yang akan memasuki masa pensiun. Di antara jajaran pimpinan yang hadir adalah Direktur Keuangan PT Semen Tonasa, Sulaiha Muhyiddin; GM SDM & GRC PT Semen Tonasa, Muh Akhdharisa; serta SM Operasional SDM PT Semen Tonasa, Widya Kurniasari Rahim, beserta timnya. Kehadiran mereka menegaskan komitmen perusahaan dalam menghargai setiap kontribusi yang telah diberikan.
Para karyawan yang akan memasuki masa pensiun juga hadir dan mengikuti sesi sosialisasi yang disiapkan. Dalam sesi ini, mereka mendapatkan informasi dan bekal yang relevan untuk menghadapi babak baru dalam kehidupan mereka.
Dedikasi Panjang, Pengalaman Berharga
Mayoritas dari 60 karyawan yang memasuki masa purna bakti ini telah mengabdikan diri di PT Semen Tonasa selama bertahun-tahun, bahkan ada yang masa kerjanya mencapai lebih dari 35 tahun. Hal ini menunjukkan tingkat loyalitas dan komitmen yang luar biasa terhadap perusahaan.
Salah seorang karyawan purna bakti, Ilyas HM, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas berbagai pengalaman yang telah ia peroleh selama bekerja di PT Semen Tonasa. “Selama bekerja di PT Semen Tonasa, saya merasakan banyak pengalaman berharga, baik suka maupun duka,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perjalanan karier yang dinamis, termasuk perpindahan antar unit kerja, justru telah memperkaya pemahamannya dan memperluas jaringan relasinya. Pengalaman-pengalaman ini ia yakini akan menjadi bekal yang sangat berharga dalam menjalani kehidupan setelah pensiun.
Pensiun: Awal Fase Produktivitas Baru
Direktur Keuangan PT Semen Tonasa, Sulaiha Muhyiddin, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para karyawan yang telah menyelesaikan masa tugasnya dengan penuh dedikasi. Ia menekankan bahwa para karyawan purna bakti merupakan sosok teladan bagi generasi pekerja berikutnya di perusahaan.
“Bapak dan Ibu adalah teladan bagi kami semua. Dengan masa kerja rata-rata di atas 14 tahun hingga lebih dari 35 tahun, Bapak dan Ibu telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas dalam perjalanan panjang bersama perusahaan,” ungkap Sulaiha.
Lebih lanjut, Sulaiha Muhyiddin menegaskan pandangan manajemen PT Semen Tonasa mengenai masa pensiun. Ia menyatakan bahwa pensiun bukanlah sebuah akhir dari produktivitas seseorang, melainkan justru merupakan awal dari sebuah fase kehidupan baru yang tetap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Pensiun bukan berarti akhir dari produktivitas. Kami memaknainya sebagai fase baru, di mana Bapak dan Ibu menjadi alumni dari ‘universitas kehidupan kerja’ yang telah ditempuh selama puluhan tahun,” jelasnya. Pengalaman, pengetahuan, dan keputusan-keputusan yang telah dijalani selama masa aktif bekerja akan menjadi modal yang kuat untuk terus berperan dan memberikan sumbangsih di lingkungan masyarakat.
Menjaga Hubungan Kekeluargaan
Kegiatan pelepasan karyawan purna bakti ini tidak hanya sekadar seremoni formal. Ini merupakan wujud nyata dari PT Semen Tonasa untuk menjaga dan mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin erat antara perusahaan dan para karyawannya yang telah memasuki masa pensiun.
Selain sebagai bentuk penghargaan, acara ini juga menjadi momentum berharga untuk mengenang kembali perjalanan panjang dan berbagai kontribusi yang telah diberikan oleh para karyawan tersebut. Mereka adalah bagian integral dari sejarah dan perkembangan PT Semen Tonasa, dan kontribusi mereka akan selalu dikenang dan dihargai. Perusahaan berharap jalinan silaturahmi ini akan terus terjaga di masa mendatang, seiring dengan para purna bakti yang memulai lembaran baru dalam kehidupan mereka.















