Belasan Beton Semprot Rampah: Antisipasi Longsor Tebing oleh Kementerian PU

Diposting pada

Upaya Penguatan Infrastruktur Jalan Nasional di Tapanuli Tengah Pasca Bencana Longsor

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara – Bencana longsor yang kerap melanda wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kelancaran arus transportasi, terutama di jalur nasional yang menghubungkan Sibolga. Menanggapi kondisi ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui tinjauan langsung Menteri PU Dody Hanggodo beserta jajarannya, menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat infrastruktur jalan yang terdampak.

Tinjauan yang dilakukan di sepanjang jalan menuju Sibolga via Rampah-Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengungkap gambaran nyata dari kerusakan akibat longsor. Berbagai titik di sisi kanan jalan terpampang jelas menunjukkan adanya tebing yang longsor, meninggalkan tumpukan tanah dan material di badan jalan. Bahkan, aliran air dari lereng yang runtuh menambah kompleksitas penanganan, seringkali menggenangi sebagian badan jalan dan membahayakan pengguna jalan.

Menteri Dody Hanggodo secara langsung menyaksikan kondisi tersebut dan memberikan perhatian khusus pada metode penanganan yang tengah diterapkan. Ia bahkan sempat menghentikan kendaraannya di Jalan Lintas Rampah-Poriaha untuk mengamati secara detail pengerjaan shotcrete atau beton semprot yang difungsikan sebagai penyangga tebing guna mencegah longsor susulan. Pemasangan shotcrete ini, seperti yang teramati, menyerupai anyaman jaring-jaring yang terbuat dari material besi, yang kemudian dilapisi dengan beton melalui penyemprotan bertekanan tinggi.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Hardi Siahaan, menjelaskan bahwa strategi shotcrete ini merupakan solusi teknis yang dirancang untuk memperkuat lereng tebing yang rawan longsor.

“Ini yang kita sebut dinding atau shotcrete. Jadi beton yang ditembakkan, untuk dinding tebing yang longsor, itu lereng tebing yang longsor, kita perkuat dengan beton agar tidak longsor lagi,” ujar Hardi Siahaan.

Ia menambahkan bahwa pemasangan shotcrete ini akan dilakukan di belasan titik kritis di sepanjang ruas jalan Tarutung-Sibolga. Namun, Hardi Siahaan belum dapat merinci secara pasti besaran anggaran yang dialokasikan untuk proyek perbaikan ini, mengingat beberapa tahapan perencanaan masih dalam tahap site plane atau perencanaan lapangan.

Cakupan Perbaikan Meluas ke Berbagai Ruas Jalan

Perhatian terhadap penanganan longsor tidak hanya terbatas pada satu ruas jalan saja. Hardi Siahaan menegaskan bahwa penanganan akan diperluas ke beberapa area lain yang juga berpotensi mengalami longsor.

“Nanti bukan hanya di sepanjang Tarutung-Sibolga yang ada longsor-longsor, tetapi Rampah-Poriaha juga akan kita tangani, juga ke arah Barus, Tapeng, Tapsel, hingga ke arah Rianiate. Itu semua yang akan kita kerjakan,” jelasnya.

Proyek perbaikan infrastruktur ini ditargetkan dapat diselesaikan sebagian besar pada tahun berjalan, dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meskipun demikian, Hardi Siahaan mengakui bahwa jika terdapat kendala atau proses perencanaan yang memakan waktu, sebagian pekerjaan mungkin baru dapat diselesaikan pada semester pertama tahun berikutnya.

Kesiapan Arus Mudik dan Antisipasi Cuaca Buruk

Selain fokus pada perbaikan jangka panjang, Kementerian PU juga memberikan perhatian pada kesiapan infrastruktur jalan nasional untuk menghadapi lonjakan arus lalu lintas, terutama saat periode mudik Lebaran. Menurut Hardi Siahaan, kondisi jalan dari Siantar menuju Tarutung secara umum sudah relatif selesai dan siap digunakan.

Namun, ia mengakui bahwa bencana longsor yang terjadi di ruas Tarutung-Sibolga, Sibolga ke Sidempuan, dan Tarutung-Sipirok, tentu menjadi tantangan tersendiri. Meskipun demikian, pihaknya memastikan bahwa jalur-jalur tersebut akan difungsikan agar dapat dilewati oleh pemudik dengan aman.

Meskipun telah dilakukan berbagai upaya perbaikan dan penguatan, Hardi Siahaan tidak menampik kemungkinan terjadinya longsor susulan apabila kondisi cuaca memburuk, khususnya saat terjadi hujan ekstrem. Untuk mengantisipasi hal ini, posko-posko telah disiagakan di setiap titik rawan longsor.

“Kalau cuacanya ekstrem hujan, itu kemungkinan (longsor) ada. Tapi kita sudah menyiapkan posko di setiap titik rawan longsor. Petugas, alat berat, kemudian material untuk bantuan darurat juga kita siapkan,” pungkasnya.

Langkah-langkah proaktif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan kelancaran dan keamanan akses transportasi di wilayah Tapanuli Tengah, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama menjelang periode arus mudik.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan