Desa Berdaya NTB: Solusi Strategis Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui program unggulannya, “Desa Berdaya,” menargetkan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Program ini mengedepankan pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa konsep Desa Berdaya dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat desa. Hal ini mencakup kelompok tani, nelayan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta komunitas perempuan dan pemuda. Keterlibatan aktif mereka dalam proses perencanaan dan pengelolaan potensi lokal menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
“Konsep desa berdaya melibatkan Kelompok Tani, nelayan, pelaku UMKM, hingga komunitas perempuan dan pemuda dalam perencanaan dan pengelolaan potensi lokal,” ujar Gubernur Iqbal.
Pendekatan Bottom-Up dan Kolaboratif
Salah satu tujuan utama dari Program Desa Berdaya adalah menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa hingga dusun, termasuk kemiskinan ekstrem. Program ini dirancang dengan pendekatan bottom-up, yang berarti identifikasi kebutuhan dan potensi dilakukan langsung oleh masyarakat desa itu sendiri. Pendekatan ini kemudian diperkuat dengan strategi orkestratif dan kolaboratif, memastikan sinergi antara berbagai pihak.
Dalam kunjungan kerjanya ke Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Gubernur Iqbal mengamati langsung potensi daerah yang melimpah. Ia menilai potensi tersebut memiliki kapasitas besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Oleh karena itu, ia mendorong agar roda penggerak desa dan seluruh sumber daya yang ada dapat dimaksimalkan secara kolektif. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, aparat desa, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi yang berbasis pada kekuatan lokal.
“Melalui Desa Berdaya, kita intervensi persoalan di tingkat desa dan kepala keluarga, sehingga harapannya setiap kepala keluarga dalam setahun ke depan sudah mandiri dan memiliki penghasilan,” ucapnya.
Dukungan Modal Usaha dan Keberlanjutan Ekonomi Keluarga
Program Desa Berdaya tidak hanya berhenti pada perencanaan dan identifikasi potensi, tetapi juga memberikan dukungan konkret. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah insentif berupa bantuan modal usaha bagi warga yang memiliki usaha kecil. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan ekonomi keluarga, memperkuat usaha yang telah berjalan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Diharapkan, dukungan ini akan mendorong kemandirian ekonomi sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan sosial semata.
Gubernur Iqbal menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Bantuan tersebut harus dibedakan berdasarkan kebutuhan penerimanya. Bantuan konsumtif ditujukan bagi warga yang benar-benar tidak berdaya dan membutuhkan dukungan kebutuhan dasar. Sementara itu, bantuan produktif disalurkan kepada masyarakat yang masih memiliki potensi untuk mengembangkan usaha.
“Target kita bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi memastikan masyarakat dapat berdaya dan hidup lebih sejahtera,” tegasnya.
Melalui strategi ini, NTB berupaya menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang kuat, di mana setiap desa memiliki potensi untuk mandiri dan sejahtera. Program Desa Berdaya menjadi bukti komitmen pemerintah provinsi dalam memberdayakan masyarakatnya secara berkelanjutan.



















