Permohonan Maaf Inara Rusli: Langkah Menuju Perdamaian dan Harapan Restorative Justice
Menjelang momen Idulfitri, Inara Rusli mengambil langkah penting dengan menyampaikan permohonan maaf kepada beberapa pihak, termasuk Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa. Langkah ini, yang dinilai murni dari keinginan pribadi, diharapkan dapat meredakan gejolak publik dan mengarah pada penyelesaian masalah secara kekeluargaan. Pihak Insanul Fahmi menyambut baik niat baik Inara, melihatnya sebagai tindakan manusiawi yang dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang kini menjadi sorotan publik.
Permintaan Maaf Tulus dari Lubuk Hati
Permohonan maaf Inara Rusli tidak hanya ditujukan kepada Insanul dan Wardatina, tetapi juga kepada orang-orang terdekatnya. Melalui unggahan di media sosialnya, Inara secara khusus menyampaikan penyesalannya kepada sang ibunda.
Kepada Ibunda Tercinta:
Inara mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas doa dan kesabaran yang tak pernah putus dari ibunya. Ia memohon maaf atas segala perkataan atau tindakan yang mungkin telah melukai hati sang ibu.“Izinkan aku, Inara, menyampaikan beberapa kata dari lubuk hati yang paling dalam. Aku ingin mengucapkan permohonan maaf, lebih khusus terhadap Mami yang sudah melahirkan aku ke dunia ini,” ujar Inara.
Ia menambahkan, “Terima kasih banyak atas semua doa yang enggak pernah putus, kesabaran yang begitu luas yang selalu menerima aku untuk pulang. Aku minta maaf untuk semua kata yang melukai, untuk semua langkah yang mungkin bikin Mami kecewa. Mohon maaf lahir dan batin ya, Mi.”
Kepada Guru Spiritual dan Mantan Suami:
Selain ibunda, Inara juga meminta maaf kepada para guru spiritualnya yang telah memberikan banyak ilmu, terutama sejak ia memutuskan untuk berhijrah. Permohonan maaf juga dilayangkan kepada mantan suami, Virgoun, serta keluarga besar Virgoun dan ibundanya. Permasalahan hak asuh anak yang sempat memicu perseteruan menjadi latar belakang permohonan maaf ini.“Aku juga ingin menyampaikan permohonan maaf kepada Virgoun beserta keluarga besar, dan juga Mama beserta keluarga besar. Maaf untuk semua lisan, sikap yang menyakiti, dan setiap perbuatan yang juga tidak berkenan di hati kalian,” jelas Inara.
Inara Rusli menekankan bahwa perayaan Idulfitri seharusnya disambut dengan hati yang bersih. Ia berharap sikap saling memaafkan dapat membawa ketenangan bagi semua pihak yang pernah berselisih.
“Dengan segala kerendahan hati, aku menyampaikan permohonan maaf, maaf lahir dan batin,” tambahnya. “Semoga di hari kemenangan ini, dengan saling memaafkan membuat hati kita menjadi lebih lapang dan kembali fitri. Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita. Taqabbalallahu minna wa minkum.”
Pandangan Pihak Insanul Fahmi: Langkah Manusiawi dan Solusi Kekeluargaan
Pihak Insanul Fahmi, melalui kuasa hukumnya Tommy Tri Yunanto, menyambut baik permohonan maaf Inara Rusli. Tommy menilai langkah ini sebagai sesuatu yang manusiawi dan positif, yang menunjukkan keinginan Inara untuk menyelesaikan masalah secara tuntas.
“Perlu ditanggapi dengan baik, ini salah satu yang manusiawi,” ujar Tommy. “Dia tahu, dia menanggapinya positif. Karena penginnya masalah selesai ya.”
Tommy menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut murni berasal dari keinginan pribadi Inara, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Situasi yang semakin kondusif pasca gejolak publik disebut menjadi salah satu faktor Inara mengambil langkah ini.
“Kalau saya lihat ini murni dari keinginan Inara pribadi ya,” jelas Tommy. “Mungkin sudah kondusif keadaan Inara, akhirnya sama-sama meminta maaflah.”
Pihak Insanul juga menekankan bahwa masalah rumah tangga idealnya diselesaikan di ranah keluarga, bukan hingga menjadi konsumsi publik.
“Masalah mau dipanjangin sampai mana sih, masalah keluarga silakan diselesaikan di ranah keluarga.”
Harapan Terhadap Restorative Justice
Di sisi lain, Inara Rusli juga berharap kasus hukum terkait dugaan perselingkuhan dan perzinaan yang menjeratnya dapat berakhir dengan Restorative Justice (RJ). Kasus ini bermula dari laporan konten kreator Wardatina Mawa terhadap suaminya, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli pada November 2025.
Sejak laporan tersebut dibuat, Inara melalui kuasa hukumnya, Daru Quthny, terus berupaya mencari jalan damai dengan pihak Wardatina Mawa. Kunci dari tercapainya RJ ini, menurut Daru, terletak pada perdamaian antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa sebagai pasangan suami istri.
“Kembali lagi, perdamaian antara Inara dan Mawa itu akan terjadi bilamana Insanul dan Mawa sudah berdamai. Selama suami istri itu tidak berdamai, selama itu juga Inara nasibnya terkatung-katung,” jelas Daru.
Sayangnya, upaya perdamaian ini menghadapi tantangan. Wardatina Mawa dikabarkan semakin menabuh genderang perang dengan mengajukan gugatan cerai terhadap Insanul Fahmi, suaminya selama tujuh tahun. Wardatina juga menegaskan tidak akan menarik laporannya terhadap Insanul dan Inara.
Meskipun demikian, pihak Inara menyatakan bahwa upaya perdamaian dari mereka telah diterima oleh pihak Mawa. Namun, kepastian RJ sangat bergantung pada rekonsiliasi antara Insanul dan Wardatina.
“Ujung-ujungnya RJ itu kan cabut perkara, yang bisa cabut perkara cuma dua orang itu (Insanul dan Mawa),” tutup Daru.
Situasi ini membuat nasib hukum Inara Rusli masih belum pasti. Namun, dengan adanya permohonan maaf dan upaya perdamaian yang terus dilakukan, harapan untuk penyelesaian kasus secara damai tetap terbuka, terutama jika RJ dapat tercapai.



