Perayaan Salat Idul Fitri di Jambi
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menggelar salat Idulfitri di Masjid Raya Tsamaratul Insan, yang terletak di Islamic Center Jambi, pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2026. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk merayakan hari raya Idul Fitri dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme.
Kehadiran Pemimpin dan Pejabat
Saat pelaksanaan salat Ied berjamaah, terlihat banyak jemaah yang hadir, mencerminkan semangat dan antusiasme masyarakat dalam merayakan hari raya. Tampak hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jambi, Al Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi, serta para pejabat dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jambi. Kehadiran mereka menunjukkan perhatian pemerintah terhadap tradisi keagamaan yang selama ini menjadi bagian dari budaya masyarakat Jambi.
Pesan Gubernur Jambi
Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Menurutnya, acara salat Ied bersama menjadi ajang silaturahmi yang penting bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, ini luar biasa. Masyarakat yang hadir cukup banyak dan saya bangga. Artinya momen Idul Fitri ini memang menjadi ajang masyarakat untuk bersilaturahmi,” ujarnya.
Menurut Al Haris, Idul Fitri tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antar sesama. Ia menekankan pentingnya saling memaafkan dan menjaga hubungan baik.
“Mulai dari salat Ied bersama-sama, habis ini mungkin mereka akan berkunjung ke rumah-rumah, saling memaafkan, bersalaman. Esensinya adalah saling memaafkan,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk membuka hati dan membangun kembali silaturahmi serta ukhuwah Islamiah yang mungkin sempat renggang.
Pesan Moral dari Khatib
Selain pesan dari Gubernur, khatib salat Ied, Ustad Arifin, juga menyampaikan pesan moral kepada seluruh jemaah. Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain, maka jangan berikan mudharat kepada orang lain. Kedua, apabila kita tidak mampu memuji, maka janganlah menghina orang lain. Yang terakhir, kalau kita tidak bisa membuat bahagia orang lain, maka jangan membuat sedih orang lain,” pungkasnya.
Keberkahan dalam Silaturahmi
Dengan saling memaafkan dan memperbaiki hubungan, diharapkan keberkahan akan terus menyertai kehidupan masyarakat. Hal ini menjadi dasar dari kegiatan salat Ied yang dilaksanakan secara bersama-sama.




















