No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Lokal

Mamasa: Karnaval di Tengah Tangisan Epilepsi

Hidayat by Hidayat
23 April 2026 - 07:03
in Lokal
0

Kehidupan yang Terabaikan di Balik Karnaval Mamasa

Di tengah gemerlap karnaval yang berlangsung di Kabupaten Mamasa, sebuah kisah yang menyentuh dan penuh kesedihan terus berlangsung. Di Desa Pamoseang, seorang ibu bernama Murniati tinggal bersama dua anaknya, Salsabila dan Abizar, yang mengalami kondisi medis yang memprihatinkan. Salsabila menderita epilepsi sejak 10 tahun lalu, sedangkan Abizar hidup dengan sindrom Down tanpa perawatan atau terapi yang layak. Mereka tinggal dalam sunyi yang tidak pernah terjamah oleh sorotan publik.

Karnaval Mamasa, yang berlangsung dari 6 hingga 30 April 2026, adalah momen besar bagi kabupaten yang baru saja berusia 24 tahun. Ribuan orang berkumpul di Lapangan Kondosapata untuk menari dalam balutan “sambu”, sementara Gubernur dan Bupati hadir dengan senyum lebar. Namun di balik kegembiraan tersebut, ada pertanyaan yang tak pernah diucapkan: siapa yang tidak bisa menari? Siapa yang tangisannya tertimbun oleh riuh tepuk tangan?

Biopolitik dan Ketidakadilan yang Tak Terlihat

Di balik gemerlap karnaval, biopolitik seperti yang dibaca Michel Foucault menjadi nyata. Negara mengelola hidup bukan untuk merawat, melainkan untuk menghitung produktivitas. Tubuh dihargai sejauh ia menghasilkan. Yang sakit dan tak produktif perlahan disingkirkan dari perhatian. Mereka tak ada di panggung, tak masuk hitungan. Pengabaian bekerja diam-diam. Karnaval bergemuruh di atas tangisan yang tak pernah dianggap ada.

Di panggung depan karnaval, yang dirayakan adalah tubuh-tubuh sehat yang bisa menari, bergerak, dan dianggap produktif. UMKM dipamerkan, kopi dan markisa dielu-elukan sebagai simbol kebanggaan. Semua tampak hidup, penuh warna, seolah Mamasa baik-baik saja. Panggung itu dirancang untuk dilihat, untuk dipuji, untuk menegaskan bahwa yang tampil adalah wajah terbaik.

Baca Juga  BMKG: Bandung Barat Waspada Hujan Ekstrem Seminggu!

Namun di panggung belakang, kenyataan bergerak ke arah yang berlawanan. Puskesmas Mambi kehabisan obat antiepilepsi, sementara rujukan ke rumah sakit di Polewali Mandar berhenti di tengah jalan. Bukan karena jarak, bukan pula karena keterbatasan medis, melainkan karena akses yang tidak benar-benar bekerja. Kepemilikan BPJS tidak serta-merta menjamin layanan itu tercapai, ia berhenti sebagai status administratif tanpa daya jangkau. Tanpa mekanisme pendampingan yang efektif, tanpa jembatan yang menghubungkan rujukan dengan tindakan nyata, layanan kesehatan berubah menjadi ruang yang secara formal ada, tetapi secara faktual tak tersentuh.

Kritik dalam Kerangka John Rawls

Kritik ini menemukan pijakannya dalam teori keadilan distributif John Rawls. Ketimpangan, dalam kerangka itu, hanya dapat dibenarkan jika memberi manfaat terbesar bagi mereka yang paling tidak beruntung. Namun di Mamasa, logika tersebut justru terbalik. Karnaval menyedot anggaran besar untuk kostum dan dekorasi, bahkan diperluas dengan janji dukungan dana provinsi agar naik kelas ke Kharisma Event Nusantara. Pertanyaannya sederhana, siapa yang benar-benar menikmati?

Jawabannya tidak mengarah pada mereka yang paling membutuhkan. Manfaat ekonomi dan simbolik berputar di lingkaran yang sama. Pejabat, pelaku jasa event, dan mereka yang berada dekat dengan pusat kekuasaan. Sementara itu, Murniati, Salsabila, dan Abizar tetap berada di luar jangkauan. Mereka tidak tersentuh oleh distribusi manfaat apa pun. Dalam situasi seperti ini, pengalihan anggaran ke panggung bukan sekadar pilihan kebijakan, tetapi bentuk ketidakadilan yang konkret.

Kebijakan yang Tidak Berpihak

Foucault dan Rawls, meski berasal dari tradisi yang berbeda, bertemu pada satu titik normatif: negara semestinya hadir bagi kelompok paling rentan. Foucault menjelaskan bahwa kekuasaan modern bekerja melalui biopolitik yang menilai tubuh berdasarkan produktivitasnya, sehingga yang dianggap produktif diintegrasikan dalam kebijakan, sementara yang sakit atau tidak produktif cenderung tersisih. Rawls menegaskan bahwa ketimpangan hanya sah bila menguntungkan mereka yang paling tidak beruntung, menjadikan keberpihakan pada kelompok rentan sebagai ukuran utama keadilan.

Baca Juga  Jambret Lansia Pingsan, Ojol Panik Pura-pura Menolong

Di Mamasa, kedua kerangka ini tidak bekerja secara substantif. Kebijakan tidak berpihak pada Salsabila dan Abizar sebagai kelompok paling rentan, sementara sumber daya lebih banyak terserap pada ruang simbolik seperti karnaval. Prinsip Rawls tidak terpenuhi, dan logika Foucault tampak dalam seleksi implisit terhadap tubuh yang dianggap produktif. Hasilnya adalah korupsi struktural, distorsi prioritas, kemandekan empati, dan menguatnya jarak antara negara dan tanggung jawab sosialnya.

Sunyi di Balik Gemerlap

Dari panggung gemerlap itu, ketika lampu sorot padam dan tepuk tangan usai, yang tersisa hanyalah sunyi. Sunyi yang selama ini tertutup riuh karnaval, sunyi dari rumah-rumah reyot Pamoseang. Di sanalah Salsabila masih kejang tanpa obat, sementara Abizar hidup tanpa terapi. Sunyi inilah kebenaran yang tak pernah diundang ke panggung.

Dalam perspektif Pierre Bourdieu, karnaval tidak pernah netral, ia adalah arena produksi modal simbolik. Di atas panggung, kekuasaan mengakumulasi prestise dan legitimasi melalui senyum, lambaian tangan, dan narasi kemajuan yang dipentaskan. Namun di balik itu, akses layanan tidak berjalan, pendampingan tidak hadir, dan jembatan menuju perawatan kesehatan terputus. Salsabila dan Abizar terdeprivasi dari seluruh modal. Ekonomi, sosial, maupun simbolik. Mereka tersingkir dari ruang yang disebut publik.

Disinilah kekuasaan bekerja bukan melalui kekerasan yang tampak, melainkan melalui estetika, panggung megah, cahaya terarah, dan tepuk tangan yang membentuk ilusi kemajuan. Judith Butler menyebutnya performativitas. Pengulangan yang mengendap menjadi kebenaran yang tak lagi dipertanyakan. Setiap kali perayaan datang, senyum akan selalu sama, narasi kemajuan terus diucapkan. Namun pengulangan itu justru memperlebar jarak antara simbol dan substansi. Ruang representasi meluas, sementara ruang kehidupan dasar menyempit; pelayanan digantikan pertunjukan.

Baca Juga  Puluhan Paket Sabu Ditemukan di Rumah Warga Semabung Baru

Maka kritik ini bukan pada budaya, melainkan pada politik simbolik yang menjadikan perayaan sebagai pengganti kerja nyata. Salsabila dan Abizar tidak sekadar terpinggirkan, mereka dihapus dari panggung representasi, tanpa suara, tanpa visibilitas. Yang tersisa hanyalah kejang yang tenggelam di balik gemuruh tepuk tangan. Larik DeLeon kembali hidup: “All their mothers can do is stand and watch their children suffer”.


Tags: epilepsikarnavalmamasa:tangisantengah
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

683 JCH Banda Aceh Siap Berangkat, Terbagi dalam 7 Kelompok Penerbangan
Lokal

683 JCH Banda Aceh Siap Berangkat, Terbagi dalam 7 Kelompok Penerbangan

23 April 2026 - 06:24
Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok, DPRD Dorong Pemkot Ajukan Permohonan ke Pusat
Lokal

Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok, DPRD Dorong Pemkot Ajukan Permohonan ke Pusat

23 April 2026 - 05:46
Kabin Truk Hancur, Muatan Baja Jatuh, Sopir Selamat Tak Terduga
Lokal

Kabin Truk Hancur, Muatan Baja Jatuh, Sopir Selamat Tak Terduga

23 April 2026 - 05:26
Perjalanan Dakwah Aipda Rieswan di Meratus: Awalnya dari Cerita Da’i
Lokal

Perjalanan Dakwah Aipda Rieswan di Meratus: Awalnya dari Cerita Da’i

23 April 2026 - 04:48
Gorontalo Viral: BBM Tak Pengaruhi, 2 Siswa Tewas Tabrak Truk, Bocah Hanyut Jadi Perhatian
Lokal

Gorontalo Viral: BBM Tak Pengaruhi, 2 Siswa Tewas Tabrak Truk, Bocah Hanyut Jadi Perhatian

23 April 2026 - 04:29
Gubernur Kalteng Dukung Reuni Besar SMPP SMAGA, Alumni Siap Gelar Acara Megah
Lokal

Gubernur Kalteng Dukung Reuni Besar SMPP SMAGA, Alumni Siap Gelar Acara Megah

23 April 2026 - 03:31
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

10 Desember 2025 - 23:01
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Ramalan Zodiak Cinta Selasa April 2026: Aries Tahan Ego, Libra Jangan Bermain Cinta

Ramalan Zodiak Cinta Selasa April 2026: Aries Tahan Ego, Libra Jangan Bermain Cinta

23 April 2026 - 08:39
Ternyata Ada 104 Jenis Nasi Goreng di Indonesia, Ini Fakta Menariknya

Ternyata Ada 104 Jenis Nasi Goreng di Indonesia, Ini Fakta Menariknya

23 April 2026 - 08:36
3 Doa Sebelum Ujian TKA SD 2026: Arab, Latin, dan Terjemahan

3 Doa Sebelum Ujian TKA SD 2026: Arab, Latin, dan Terjemahan

23 April 2026 - 08:20
YouTube Blokir Kanal Animasi Pro-Iran yang Dianggap Berbahaya

YouTube Blokir Kanal Animasi Pro-Iran yang Dianggap Berbahaya

23 April 2026 - 08:00
Ternyata Ini Alasan Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Naik Meski Harga Minyak Dunia Turun

Ternyata Ini Alasan Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Naik Meski Harga Minyak Dunia Turun

23 April 2026 - 07:59

Pilihan Redaksi

Ramalan Zodiak Cinta Selasa April 2026: Aries Tahan Ego, Libra Jangan Bermain Cinta

Ramalan Zodiak Cinta Selasa April 2026: Aries Tahan Ego, Libra Jangan Bermain Cinta

23 April 2026 - 08:39
Ternyata Ada 104 Jenis Nasi Goreng di Indonesia, Ini Fakta Menariknya

Ternyata Ada 104 Jenis Nasi Goreng di Indonesia, Ini Fakta Menariknya

23 April 2026 - 08:36
3 Doa Sebelum Ujian TKA SD 2026: Arab, Latin, dan Terjemahan

3 Doa Sebelum Ujian TKA SD 2026: Arab, Latin, dan Terjemahan

23 April 2026 - 08:20
YouTube Blokir Kanal Animasi Pro-Iran yang Dianggap Berbahaya

YouTube Blokir Kanal Animasi Pro-Iran yang Dianggap Berbahaya

23 April 2026 - 08:00
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.