Berita Populer Gorontalo yang Menarik Perhatian
Berikut rangkuman berita populer Gorontalo yang menarik perhatian masyarakat. Mulai dari kenaikan harga BBM di SPBU Tilamuta Boalemo, kecelakaan tragis yang menewaskan dua pelajar, hingga kisah sedih tentang bocah yang hanyut di Sungai Bulango.
Kenaikan Harga BBM Tak Berdampak di SPBU Tilamuta Boalemo
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi tidak terasa di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Penyebabnya adalah karena SPBU tersebut tidak melayani pengisian tiga jenis BBM yang mengalami kenaikan harga.
Pada 18 April 2026 pukul 00.00 Wita, PT Pertamina (Persero) menaikan harga BBM non subsidi untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Namun, SPBU Tilamuta tidak menjual ketiga jenis BBM tersebut, sehingga kenaikan harga tidak memengaruhi pengguna.
Amatan wartawan pada Sabtu sore menunjukkan bahwa antrean kendaraan di SPBU Tilamuta masih normal. Hanya beberapa kendaraan roda dua dan roda empat yang mengantre dengan tertib untuk mengisi BBM.
Sosok Husin Ali, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo: Dulu Pernah Jadi Penyabit Rumput

Lahir dari keluarga sederhana sebagai anak buruh tani dan guru mengaji, Husin Ali menapaki pendidikan dengan kerja keras sejak kecil. Ia pernah menyabit rumput dan menarik bendi untuk mencari nafkah.
Meski menghadapi keterbatasan ekonomi, ia berhasil meraih gelar Doktor (S3) Antropologi di Universitas Hasanuddin serta aktif dalam berbagai organisasi besar seperti HMI. Karier dimulai sebagai guru, lalu secara bertahap menduduki posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo.
Perjalanan hidup Husin Ali bukanlah kisah yang mudah. Ia lahir di Gorontalo, 4 Maret 1981, dari pasangan Aswin Ali dan Ratna Anapia. Ayahnya dikenal sebagai buruh tani, sementara ibunya merupakan guru mengaji yang sangat berperan dalam membentuk karakter serta spiritualitasnya.
Isak Tangis Ayah Nazril Bocah Hanyut di Sungai Bulango Gorontalo, Pertemuan yang Tak Terwujud

Kepergian Muh Nazril Pakaya (10), bocah yang hanyut di Sungai Bulango, membuat sang ayah, Nazri Fhiki Pakaya (34), terpukul. Dalam sesi wawancara, emosi sang ayah meluap saat pembicaraan menyentuh sosok Nazril dan kenangan terakhir bersamanya.
Sebelum wawancara dengan istri korban dimulai, Fhiki tampak cukup tegar. Ia bahkan sempat menceritakan kronologi kejadian dengan nada bicara yang tenang, meskipun dirinya tidak berada di lokasi saat peristiwa nahas itu terjadi.
Ia mengaku bahwa saat kejadian, dirinya sedang bekerja di Morowali, sehingga informasi lebih mendetail justru diketahui oleh istrinya.
BREAKING NEWS: 2 Pelajar Gorontalo Tewas usai Tabrak Truk Kontainer di Desa Tapadaa

Dua pelajar menjadi korban kecelakaan maut di Desa Tapadaa, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Korban kehilangan nyawa setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak bagian belakang truk bermuatan tiang yang terparkir di badan jalan pada Minggu (19/04/2026) dini hari.
Berdasarkan data yang dihimpun, korban pertama adalah Sendris Biu, tercatat sebagai warga Dusun III, Desa Dulangeya, Kecamatan Botumoito, Boalemo. Sementara korban kedua adalah Usman R Badoe, yang merupakan warga Kabupaten Gorontalo.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 03.00-03.30 Wita, Minggu (19/04/2026).
Sosok Aliandra Elmira Ramadhani, Bocah Hanyut di Sungai Bulango Gorontalo: Rajin Salat dan Mengaji

Kepergian bocah yang hanyut di Sungai Bulango, Kota Gorontalo, masih menyisakan kesedihan mendalam bagi pihak keluarga. Akhirnya terungkap sosok Aliandra Elmira Ramadhani (10) yang dikenal sebagai anak penurut dan sangat dekat dengan keluarganya.
Hal itu diungkapkan oleh tante korban, Dewi Olii, saat menceritakan keseharian hingga kronologi hilangnya Elmira dari sudut pandang keluarga.
Kronologi Hilangnya Elmira

Menurut Dewi, keluarga sama sekali tidak menyangka Elmira akan pergi ke sungai. Pasalnya, selama ini ia dikenal tidak pernah melanggar larangan orang tua. Elmira dikenal sebagai sosok yang patuh pada orang tua dan rajin beribadah. Di bawah bimbingan ayah tirinya, Elmira aktif mengaji dan memiliki kedekatan spiritual. Meski telah kehilangan ibu kandungnya sejak dua tahun lalu, ia tetap menjaga kebiasaan baiknya.




















