Presiden Prabowo Subianto melakukan acara halal bihalal setelah melaksanakan shalat Id di Masjid Darussalam, Aceh, pada hari Sabtu (21/3/2026).
Berdasarkan pantauan yang dilakukan, Presiden tampak berjalan keliling untuk menyalami para masyarakat yang telah selesai melaksanakan shalat. Acara ini berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban.
Setelah melakukan halal bihalal, Presiden juga memberikan bantuan sembako kepada warga yang sudah menunggu di pelataran masjid. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan dari pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Selanjutnya, Presiden langsung melakukan peninjauan terhadap hunian sementara (huntara) yang disiapkan bagi warga yang sebelumnya terdampak banjir. Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyapa para masyarakat yang tinggal di tempat tersebut.
Setelah selesai menjalani rangkaian kegiatan, Presiden meninggalkan lokasi menggunakan mobil Maung. Kehadirannya di Aceh dalam kesempatan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan masyarakat setempat.
Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi oleh beberapa tokoh penting, seperti Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau lebih dikenal dengan panggilan Mualem. Selain itu, hadir pula beberapa menteri dari Kabinet Merah Putih, antara lain:
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
- Wakil Menteri Pertanian Sudaryono
Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kebijakan dan program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Selain itu, mereka juga turut serta dalam memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan Presiden berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana.
Melalui kunjungan ini, Presiden tidak hanya sekadar melakukan tugas formal, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat Aceh. Dengan adanya interaksi langsung dan bantuan yang diberikan, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya di wilayah yang sedang menghadapi tantangan tertentu seperti bencana alam. Dengan begitu, pemerintah dapat lebih memahami kebutuhan dan harapan masyarakat secara langsung.
Presiden juga berkesempatan untuk berdialog dengan warga dan mendengarkan keluhan maupun aspirasi mereka. Hal ini menjadi langkah penting dalam membangun sistem pemerintahan yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Dengan kehadiran Presiden dan rombongan, diharapkan akan muncul rasa percaya dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, serta memperkuat iklim harmonis dalam pemerintahan.



















