Arus Balik Mudik Membanjiri Jakarta

Diposting pada

Arus Balik Lebaran: Jakarta Dibanjiri Pemudik, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan

Gelombang arus balik pasca-libur panjang Idul Fitri mulai terasa di Ibu Kota Jakarta. Sejak pagi hingga larut malam, berbagai moda transportasi dipadati oleh para pemudik yang kembali ke kota untuk memulai kembali aktivitas sehari-hari. Kepadatan penumpang terlihat di sejumlah titik kedatangan, menjadi penanda berakhirnya masa liburan dan dimulainya kembali rutinitas kerja. Lonjakan kedatangan ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang, mendorong pihak terkait untuk mengimplementasikan berbagai langkah antisipasi demi kelancaran dan keamanan arus balik.

Lonjakan Kedatangan Penumpang Kereta Api

Stasiun Pasar Senen dan Gambir di Jakarta Pusat menjadi pusat kedatangan penumpang kereta api yang signifikan. Pada hari Selasa (24/3), suasana di kedua stasiun tersebut dipadati oleh ribuan penumpang yang kembali dari kampung halaman.

  • Stasiun Pasar Senen: Mencatat volume kedatangan tertinggi dengan 18.458 penumpang.
  • Stasiun Gambir: Menjadi titik kedatangan kedua terbesar dengan 16.610 penumpang.
  • Stasiun Bekasi: Juga mencatat angka kedatangan yang cukup tinggi, yaitu 7.708 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa pada tanggal 24 Maret 2026, total 52.926 penumpang kereta api tiba di wilayah Daop 1 Jakarta. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan jumlah keberangkatan, yang tercatat sebanyak 41.755 penumpang. Franoto memperkirakan tren arus balik ini akan terus berlanjut dengan jumlah kedatangan yang lebih tinggi dibandingkan keberangkatan, dan puncak arus balik diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Aktivitas di Terminal Kampung Rambutan

Terminal Kampung Rambutan juga mengalami lonjakan penumpang arus balik. Berdasarkan data per Senin (23/3), tercatat 2.251 penumpang telah kembali ke Jakarta, sebuah peningkatan drastis dibandingkan hari sebelumnya yang hanya sekitar 645 penumpang. Pada hari Selasa (24/3) siang, jumlah penumpang yang tiba di terminal ini bahkan telah mencapai 2.933 penumpang.

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menyatakan bahwa penumpang yang tiba didominasi berasal dari dua provinsi di Pulau Jawa, yaitu Jawa Timur dan Jawa Barat. Mengingat ramainya penumpang, Revi memprediksi puncak arus balik Lebaran akan jatuh pada hari Rabu (25/3), terutama pada jam-jam sibuk di pagi hari. Ia juga memperkirakan jumlah penumpang yang akan tiba di Jakarta pada hari berikutnya bisa mencapai dua kali lipat dari hari itu, yaitu sekitar 4.000 hingga 5.000 penumpang.

Prediksi Arus Balik Kendaraan Pribadi dan Rekayasa Lalu Lintas

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus balik Lebaran terjadi pada hari Selasa (24/3), dengan perkiraan 285 ribu kendaraan bergerak menuju Jakarta dan sekitarnya. Angka ini diprediksi lebih tinggi dibandingkan arus mudik pada 18 Maret lalu yang mencapai 270 ribu kendaraan.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Korlantas Polri memperpanjang skema rekayasa lalu lintas one way nasional arus balik di Tol Trans Jawa. Titik awal one way yang semula berada di Gerbang Tol Kalikangkung kini ditarik mundur hingga KM 459 Ruas Salatiga. Langkah ini diambil menyusul tingginya volume kendaraan yang melintasi Jawa Tengah menuju arah Jakarta.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa perpanjangan one way dari KM 459 hingga KM 414 Kalikangkung ini bertujuan untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang terpantau cukup padat. Sebelum diberlakukan one way nasional, Polda Jawa Tengah juga sempat menerapkan one way lokal untuk mengatasi kemacetan di wilayah Semarang Raya dan sekitarnya.

Kendaraan Melintas via Jalur Pantura

Di jalur Pantura, khususnya di wilayah Cirebon, kepadatan kendaraan arus balik juga terlihat signifikan. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan sejak pukul 00.00 hingga 20.00 WIB pada hari Selasa (24/3), tercatat 78.343 kendaraan melintas menuju arah Jakarta. Rata-rata, sekitar 3.264 kendaraan melintas setiap jamnya di jalur ini.

Kepala Dishub Kota Cirebon, Andi Armawan, menjelaskan bahwa arus balik di wilayahnya didominasi oleh pengendara sepeda motor. Dari total puluhan ribu kendaraan yang melintas, angka keterlibatan roda dua mencapai 68.364 unit, atau lebih dari 80 persen. Sisa volume jalan diisi oleh campuran moda transportasi lain, termasuk mobil penumpang, kendaraan barang, dan angkutan umum. Kondisi ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan