Desta Bantah Kabar Hoaks Meninggal Dunia dengan Gaya Santai
Di era digital yang serba cepat ini, informasi menyebar bak kilat. Namun, di balik kemudahan akses tersebut, tersimpan pula potensi beredarnya kabar bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan kegaduhan. Fenomena ini baru-baru ini dialami oleh komedian ternama, Desta Mahendra, yang menjadi korban penyebaran berita palsu mengenai dirinya yang dikabarkan telah meninggal dunia.
Informasi menyesatkan ini beredar luas di berbagai platform media sosial melalui unggahan video dari akun-akun yang tidak bertanggung jawab. Narasi yang disematkan dalam video tersebut cukup mengejutkan dan tentu saja menimbulkan keresahan di kalangan warganet yang mengikuti perjalanan karier dan kehidupan Desta.
Menghadapi isu yang tidak benar ini, Desta memilih untuk tidak berdiam diri. Alih-alih terpancing emosi, ia justru memberikan klarifikasi secara langsung melalui akun Instagram pribadinya, @desta80s. Dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor, Desta mengunggah ulang video berisi kabar duka tersebut sebagai bentuk respons atas isu yang beredar.
Dalam video yang diunggah ulang tersebut, terlihat jelas narasi yang menyebutkan kabar duka tentang dirinya dengan kalimat, “SELAMAT JALAN DESTA SEMOGA TENANG DI ALAM ALLAH.” Namun, alih-alih merasa terancam atau marah, Desta justru menanggapi dengan pertanyaan jenaka yang menegaskan bahwa dirinya masih hidup dan dalam kondisi baik.
“Jadi saya yang masih hidup ini sebenarnya siapa sih?” tulis Desta dalam unggahannya, menunjukkan ketenangannya dalam menghadapi hoaks. Respons santai ini sontak disambut baik oleh para penggemarnya yang lega mengetahui bahwa idolanya baik-baik saja.
Profil Singkat Desta Mahendra: Perjalanan dari Musik hingga Layar Kaca
Desta Mahendra, yang memiliki nama lengkap Deddy Mahendra Desta, lahir di Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada tanggal 15 Maret 1977. Perjalanan kariernya yang panjang dan beragam menjadikannya salah satu figur publik yang dikenal luas di Indonesia.
Perjalanan Pendidikan dan Awal Karier Musik
Desta menempuh pendidikan menengah atasnya di SMA Negeri 68 Jakarta. Di masa remajanya, ia memiliki ketertarikan yang mendalam pada dunia musik, bahkan sempat aktif di komunitas punk tertua di Jakarta, yaitu Young Offender. Bersama teman-teman dekatnya sejak kecil, Cliffton Jesse Rompies dan Vincent Ryan Rompies, minat mereka terhadap musik semakin berkembang.
Pada pertengahan tahun 1990-an, Desta bersama Cliff dan teman SMA-nya, Ricky Siahaan, membentuk sebuah band cover yang diberi nama “Chapter 69”. Band ini identik dengan membawakan lagu-lagu dari band alternatif kenamaan, Smashing Pumpkins.
Setelah lulus dari SMA, Desta melanjutkan pendidikannya ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan mengambil jurusan Desain Grafis pada tahun 1996. Di bangku kuliah inilah, Desta bersama teman kuliahnya, Henry Foundation (yang kemudian dikenal dengan Goodnight Electric), membentuk sebuah band bernama Clubeighties. Formasi Clubeighties kemudian diperkuat dengan bergabungnya Vincent, Lembu Wiworo Jati, dan Sukma Perdana Manaf. Clubeighties dikenal dengan lagu-lagu bernuansa pop era 80-an yang kala itu sangat populer di kalangan pendengar radio remaja di Jakarta.
Merambah Dunia Presenter dan Komedi
Setelah malang melintang di dunia musik, Desta Mahendra mulai merambah ke dunia presenter. Ia pernah menjadi pembawa acara “H2C (Harap-Harap Cemas)” bersama Arie Dagienkz dan penyiar radio Prambors di Jakarta hingga tahun 2008. Setelah keluar dari Prambors, Desta sempat mengambil jeda sejenak sebelum kembali ke dunia penyiaran radio.
Ia kemudian bergabung dengan Hard Rock FM selama tiga tahun sebelum akhirnya kembali lagi ke Radio Prambors. Kali ini, Desta berpasangan dengan Nycta Gina dalam program siaran “Desta and Gina in The Morning (DGITM)”. Nama Desta semakin dikenal luas oleh masyarakat ketika ia dipercaya menjadi pembawa acara “MTV Bujang”, di mana ia sempat mengajak Vincent untuk ikut berperan.
Tidak berhenti di situ, Desta juga melebarkan sayapnya ke dunia komedi dengan menjadi pengisi acara di “Opera Van Java (OVJ)”. Sementara itu, Vincent, sahabatnya, menjadi pembawa acara di acara “Ups Salah”.
Pengalaman di Dunia Akting
Desta juga memiliki pengalaman dalam dunia akting. Bersama Arie Dagienkz, ia pernah bermain dalam film layar lebar berjudul “Garasi” (2006) dengan memerankan karakter Revi sebagai pemeran pembantu. Pada tahun 2007, Desta kembali berakting dalam film “Get Married”, beradu peran dengan Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir.
Pengalaman akting pertamanya ternyata bermula dari tugas kuliah seorang temannya, di mana Desta berperan sebagai aktor pengganti atau “cabutan”. Selain itu, Desta juga pernah terlibat dalam beberapa pementasan teater, termasuk lakon “Bawang Merah Bawang Putih” dan pagelaran teater yang diselenggarakan oleh anak-anak KBRI di Singapura.
Setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari Clubeighties, Desta membentuk sebuah grup bernama The Cash bersama rekan-rekannya dari Clubeighties, Vincent Ryan Rompies dan Tora Sudiro. Pada tahun 2009, mereka merilis sebuah single berjudul “Diet”.
Pada tahun 2019, Desta dan Vincent tidak hanya bermain, tetapi juga menjadi produser dalam film “Pretty Boys” yang disutradarai oleh Tompi.
Filmografi Desta Mahendra
Kariernya yang gemilang di industri hiburan Indonesia tercermin dari banyaknya judul film yang pernah ia bintangi. Beberapa di antaranya adalah:
- Pretty Boys (2019)
- Aku Ingin Ibu Pulang (2016)
- Bukaan 8 (2016)
- Double Trouble (2015)
- Air & Api (Si Jago Merah 2) (2015)
- Epen Cupen the Movie (2015)
- Assalamualaikum Beijing (2014)
- Hari Ini Pasti Menang (2013)
- Operation Wedding (2013)
- Get M4rried (2013)
- Get Married 3 (2011)
- Setannya Kok Masih Ada (2011)
- Sampai Ujung Dunia (2011)
- 3 Pejantan Tanggung (2010)
- Jakarta Maghrib (2010)
- LA Lights Indie Movie (2010)
- Bukan Malin Kundang (2009)
- Get Married 2 (2009)
- Jagad X Code (2009)
- Kawin Laris (2009)
- Di Burger Bacem (2009)
- Barbi3 (2008)
- Oh My God (2008)
- Si Jago Merah (2008)
- Get Married (2007)
- I Love You, Om (2006)



















