Kenangan Mendalam Ayah Vidi Aldiano: Kebaikan Deddy Corbuzier dan Perjuangan Sang Putra
Hampir sebulan kepergian Vidi Aldiano, seniman berbakat yang begitu dicintai, kerinduan mendalam masih menyelimuti hati orang-orang terdekatnya. Keluarga, termasuk ayahandanya, Harry Kiss, tak henti-hentinya mengenang sosok Vidi. Ziarah ke makam sang putra di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, menjadi rutinitas yang sarat makna. Di tengah kesedihan yang masih terasa, Harry Kiss berbagi cerita tentang peran penting sahabat Vidi, Deddy Corbuzier, dalam menemani perjuangan sang putra melawan penyakit.
Harry Kiss mengungkapkan bahwa Deddy Corbuzier adalah sahabat Vidi yang paling memahami kondisi kesehatannya. “Om Deddy adalah sahabat Vidi yang menurut saya paling tahu tentang kondisi Vidi,” ujar Harry saat ditemui di makam putranya. Deddy memiliki kedekatan khusus yang melampaui sekadar pertemanan, ia menjadi saksi bisu dan pendukung setia dalam setiap langkah Vidi menghadapi kanker ginjal yang dideritanya sejak tahun 2019.
Berbeda dengan sahabat-sahabat Vidi lainnya yang lebih berperan sebagai penghibur dan sumber keceriaan, Deddy Corbuzier menawarkan dukungan yang berbeda. Kehadiran Deddy menjadi penguat mental bagi Vidi, membantunya untuk terus berjuang dan mempertahankan semangat hidupnya. “Yang lainnya menghibur. Jadi teman-teman lainnya, circle-nya dia itu hiburan buat Vidi. Itu buat Vidi panjang umur sebetulnya,” jelas Harry. Peran Deddy dalam memberikan pemahaman mendalam mengenai kondisi Vidi sangatlah krusial. Harry tak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya yang tulus kepada Deddy. “Dari hati yang paling dalam, saya katakan, terima kasih Om Ded, telah begitu baik dengan Vidi, begitu memahami Vidi,” ucapnya dengan haru.
Dedikasi Luar Biasa: Vidi Aldiano Tampil dengan Selang Infus demi Kebahagiaan Penggemar
Kisah perjuangan Vidi Aldiano tak hanya menyentuh hati keluarga dan sahabat, tetapi juga para penggemarnya. Melalui akun Instagram pribadinya, Harry Kiss pernah mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan dedikasi luar biasa dari sang putra. Dalam foto tersebut, Vidi terlihat sedang bernyanyi di sebuah acara, meskipun kondisinya sedang tidak prima. Untuk menutupi selang infus yang terpasang di tangannya, Vidi mengenakan sarung tangan berwarna cokelat.
“Sarung tangan penutup selang infus,” tulis Harry pada keterangan foto yang diunggahnya. Ia menambahkan bahwa meskipun tengah sakit, Vidi selalu berusaha memberikan penampilan terbaiknya demi membahagiakan orang banyak. Momen tersebut diambil saat Vidi tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Keputusannya untuk tetap manggung menunjukkan betapa besar cintanya pada dunia musik dan para penggemarnya.
Setelah selesai tampil menghibur, Vidi kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan perawatannya. “Demi membahagiakan banyak orang dan Vidi juga bahagia ditengah para sahabatnya, dia tinggalkan RSCM dan pergi Show dengan colokan selang infus dan gelang Rumah Sakit masih nempel di tangannya, ditutup dengan sarung tangan, setelah show dia kembali ke RSCM.. Itulah dedikasi Vidi melupakan sakitnya untuk bisa menghibur orang banyak.. Masya Alloh,” tulis Harry dalam unggahannya, menggambarkan betapa besar semangat dan dedikasi Vidi.
Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 7 Maret 2026 di usia 35 tahun, setelah berjuang melawan kanker ginjal yang telah diidapnya sejak tahun 2019. Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada tanggal 8 Maret 2026.
Ritual Ziarah Keluarga: Menjaga Energi dan Kenangan di Makam Vidi Aldiano
Sejak kepergian Vidi Aldiano, kedua orang tuanya, Harry Kiss dan Besbarini, secara rutin mengunjungi makam sang putra di TPU Tanah Kusir. Harry Kiss menjelaskan bahwa keluarga memiliki rencana untuk terus berziarah setiap hari selama masa 40 hari pasca kepergian Vidi. Tradisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan didasari oleh keyakinan akan adanya energi spiritual yang masih terasa di sekitar makam.
Menurut kepercayaan yang diyakini oleh Harry, energi arwah seseorang dipercaya akan mulai mengecil atau menipis setelah 40 hari kepergiannya. “Katanya arwahnya itu kalau 40 hari kata orang Jawa ya. Ternyata bukan orang Jawa aja loh,” ujar Harry. Ia bahkan menemukan referensi dari media internasional yang menyebutkan bahwa energi tersebut masih ada selama 40 hari. “Saya kemarin baca ulasan dari media internasional itu energinya masih ada selama 40 hari. Tapi setelah 40 hari katanya energi itu mengecil, tapi tetap ada,” paparnya.
Oleh karena itu, Harry dan Besbarini berupaya untuk terus mendatangi makam Vidi, memberikan doa, dan mengenang setiap momen indah bersama putra tercinta mereka. Kunjungan rutin ini menjadi cara keluarga untuk tetap terhubung dengan Vidi, menjaga kenangan, dan mengirimkan doa-doa terbaik untuk ketenangan jiwanya. “Nah, makanya kita selama 40 hari ini kita akan terus ke makam ya kita doa,” tutup Harry.



















