Feby Febiola: Menemukan Ketenangan di Luar Gemerlap Panggung Hiburan
Panggung hiburan Tanah Air pernah begitu terang diterangi oleh kehadiran Feby Febiola. Dikenal luas sejak era 1990-an, namanya identik dengan kesuksesan di berbagai bidang seni peran, tarik suara, hingga dunia model. Salah satu peran ikoniknya yang tak terlupakan adalah dalam sinetron legendaris “Tersanjung”. Tak hanya itu, wajah cantiknya juga kerap menghiasi layar kaca melalui berbagai iklan, terutama produk sabun yang membuatnya semakin akrab di mata publik.
Namun, perjalanan karier Feby Febiola tidak hanya diwarnai oleh gemerlap popularitas. Ia juga pernah memilih untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk dunia hiburan, bahkan sempat menetap di Bali. Di tengah masa jedanya, Feby juga menunjukkan ketangguhannya sebagai seorang pejuang yang berhasil melawan penyakit kanker ovarium. Kini, setelah melewati berbagai fase kehidupan, Feby kembali aktif menyuarakan pesan-pesan inspiratif melalui lagu-lagu rohani.
Baru-baru ini, Feby Febiola membagikan cerita mengenai kehidupannya saat ini yang memilih untuk berjalan lebih tenang, jauh dari sorotan kamera dan gemerlap dunia hiburan yang pernah membesarkan namanya. Keputusannya untuk menjalani hari-hari yang lebih sederhana kini ia jalani di Pulau Dewata, Bali.
Feby Febiola dahulu dikenal sebagai aktris, penyanyi, sekaligus model Tanah Air yang meraih popularitas sejak era 1990-an, terutama lewat sinetron Tersanjung.
Ia juga sempat menjadi wajah ikonik dalam berbagai iklan sabun.
Dalam perjalanannya, Feby pernah memilih vakum dari dunia hiburan dan menetap di Bali, sebelum akhirnya kembali berakting pada tahun ini.
Di sisi lain, ia juga dikenal sebagai sosok pejuang yang pernah melawan kanker ovarium.
Kini, Feby aktif berkarya melalui lagu-lagu rohani.
Kehidupan Sederhana di Bali: Menjadi Diri Sendiri
Ketika ditanya mengenai aktivitasnya di Bali di luar kesibukan yang pernah ia jalani di dunia hiburan, Feby Febiola menegaskan bahwa dirinya kini menjalani kehidupan yang sangat biasa, layaknya masyarakat pada umumnya. Ia tidak lagi ingin dikenal atau disorot sebagai seorang artis atau selebriti.
“Saya orang biasa saja di Bali, tidak sebagai seorang artis ataupun apa ya kayak selebriti gitu ya. Kehidupan seperti biasa, sebagai seorang istri dan mendampingi suami yang pastinya,” ungkap Feby saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Pernyataannya ini menunjukkan pergeseran prioritas dalam hidupnya, di mana peran sebagai istri dan kehidupannya yang tenang kini menjadi fokus utama.

Perempuan yang dikenal lewat berbagai peran di sinetron ini juga berbicara soal ketenangan hidup yang kini ia rasakan.
Menurutnya, rasa tenang tidak ditentukan oleh lokasi, melainkan dari cara seseorang menyikapi hidup.
“Kalau saya belajar ketenangan itu sebetulnya kan bukan dari keadaan kita, tapi bagaimana kita bisa menyikapi kondisi sekitar saya gitu kan,” ujar Feby.
“Mungkin kalau sekarang saya bilang saya tenang mungkin lebih ke faktor umur kali ya. Bukan kepada di mana saya berada gitu. Karena menurut saya ketenangan sekarang bukan harus di Bali atau di Jakarta, tapi dari hati,” lanjutnya.
Meski tak lagi aktif tampil di layar kaca seperti masa keemasannya, Feby mengaku tetap menjalani aktivitas sederhana sehari-hari di Bali.
“Ya di Bali sebagai orang biasa aja,” tutupnya.
Kehidupan baru Feby Febiola ini pun mencerminkan pilihannya untuk menjalani hidup yang lebih tenang, jauh dari hiruk-pikuk dunia hiburan, serta fokus pada keluarga.
Menemukan Ketenangan Sejati: Dari Hati, Bukan Lokasi
Feby Febiola juga berbagi pandangannya mengenai makna ketenangan hidup yang kini ia rasakan. Menurutnya, ketenangan sejati bukanlah sesuatu yang bergantung pada lokasi geografis, melainkan lebih kepada bagaimana seseorang mampu menyikapi dan mengelola keadaan di sekitarnya.
“Kalau saya belajar ketenangan itu sebetulnya kan bukan dari keadaan kita, tapi bagaimana kita bisa menyikapi kondisi sekitar saya gitu kan,” jelas Feby. Ia menambahkan bahwa faktor usia mungkin juga turut berperan dalam kedewasaan dalam memandang hidup. “Mungkin kalau sekarang saya bilang saya tenang mungkin lebih ke faktor umur kali ya. Bukan kepada di mana saya berada gitu. Karena menurut saya ketenangan sekarang bukan harus di Bali atau di Jakarta, tapi dari hati,” tambahnya.
Pandangan ini menunjukkan bahwa ketenangan adalah sebuah kondisi batin yang dapat dicapai di mana saja, asalkan individu memiliki cara pandang yang positif dan mampu mengelola emosi serta pikiran dengan baik. Kehidupan sederhana di Bali ini pun menjadi cerminan dari pilihan Feby untuk mencari kedamaian dari dalam diri, bukan dari hingar bingar dunia luar.
Kembali ke Layar Lebar: Antusiasme Baru di Dunia Akting
Meskipun memilih untuk menjalani kehidupan yang lebih tenang dan sederhana, Feby Febiola baru-baru ini kembali menunjukkan geliatnya di dunia seni peran. Ia baru saja terlibat dalam sebuah proyek film layar lebar berjudul “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah”.
Feby mengungkapkan rasa senangnya atas kesempatan kembali ditawari untuk bermain dalam sebuah film layar lebar. Ia mengaku sangat antusias menyambut tawaran tersebut, mengingat ini adalah proyek pertamanya setelah sekian lama memilih untuk vakum dari dunia akting.
“Saya sangat excited dan saya sangat menerima… sangat ingin menjalani project ini, tentu banyak pertimbangan gitu kan,” kata Feby Febiola saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun antusias, Feby tetap menjalani proses selektif dalam memilih tawaran pekerjaan.
Ketika menerima naskah film tersebut, Feby merasa ada kecocokan dan menganggap momen ini adalah waktu yang tepat baginya untuk kembali berakting. Keputusan ini menunjukkan bahwa Feby tetap memiliki kecintaan pada dunia akting, namun kini ia dapat melakukannya dengan lebih bijak dan sesuai dengan prioritas hidupnya yang baru. Kehidupannya yang baru di Bali, yang penuh ketenangan dan kesederhanaan, tampaknya telah memberikannya energi dan perspektif baru untuk kembali berkarya di industri yang pernah membesarkan namanya.



















