Menuntut Keadilan Harga Sawit: Apkasindo Mendesak Inklusi Komponen Cangkang dan Kemitraan Strategis
SUBULUSSALAM – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh, melalui ketuanya Ir. Netap Ginting, melayangkan desakan penting agar komponen cangkang turut diperhitungkan dalam penentuan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Langkah ini didasari oleh amanat Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 13 Tahun 2024, yang bertujuan untuk menciptakan harga yang lebih adil, transparan, dan menguntungkan bagi para pekebun, khususnya yang bermitra dengan pabrik kelapa sawit.
Selama ini, Netap Ginting mengungkapkan bahwa komponen cangkang belum terintegrasi dalam sistem perhitungan harga TBS. Padahal, jika komponen ini dimasukkan, diperkirakan dapat mendongkrak harga TBS sawit hingga Rp 30 per kilogram. Apabila cangkang tidak diperhitungkan, maka secara otomatis cangkang tersebut menjadi hak milik petani. “Apa bila dimasukkan dalam perhitungan harga maka dapat mendongkrak harga Rp 30 per kilogram. Kalau komponen ini tidak di masukkan maka cangkang sawit tersebut adalah milik petani,” tegas Netap Ginting pada Minggu, 29 Maret 2026.
Lebih lanjut, Apkasindo juga secara aktif mendorong para petani sawit untuk segera menjalin kemitraan dengan pabrik kelapa sawit. Kemitraan strategis ini dipandang sebagai salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan harga jual sawit. Menurut Netap, terdapat selisih harga yang signifikan, mencapai Rp 200 per kilogram, antara petani yang bermitra dengan pabrik dibandingkan dengan petani yang tidak menjalin kemitraan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi tawar petani dan menciptakan rantai pasok yang lebih stabil dan menguntungkan.
Penetapan Harga TBS Sawit Periode Awal April 2026 di Aceh
Menyikapi dinamika harga sawit, Pemerintah Aceh, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat, telah menetapkan harga resmi untuk TBS kelapa sawit yang berlaku pada periode 26 Maret hingga 7 April 2026. Penetapan harga ini mencakup pekebun mitra plasma dan mitra swadaya di seluruh wilayah Aceh, yang terbagi menjadi dua zona utama: Wilayah Timur dan Wilayah Barat.
Informasi rinci mengenai harga TBS kelapa sawit ini disampaikan langsung oleh Ketua Apkasindo Aceh, Ir. Netap Ginting, pada Kamis, 26 Maret 2026. Rincian harga tersebut disajikan berdasarkan usia tanaman dan komposisi jenis kelapa sawit, yang mencerminkan upaya untuk memberikan acuan yang jelas bagi para petani dalam melakukan transaksi.
Rincian Harga TBS Kelapa Sawit (Periode 26 Maret – 7 April 2026)
Berikut adalah rincian harga TBS per kilogram untuk berbagai kategori:
Harga Sawit Pekebun Mitra Plasma per Kilogram
Wilayah Timur
- Usia 3 tahun: Rp 2.701
- Usia 4 tahun: Rp 2.958
- Usia 5 tahun: Rp 3.138
- Usia 6 tahun: Rp 3.299
- Usia 7 tahun: Rp 3.428
- Usia 8 tahun: Rp 3.494
- Usia 9 tahun: Rp 3.521
- Usia 10-20 tahun: Rp 3.600
- Usia 21 tahun: Rp 3.467
- Usia 22 tahun: Rp 3.432
- Usia 23 tahun: Rp 3.389
- Usia 24 tahun: Rp 3.338
- Usia 25 tahun: Rp 3.279
Wilayah Barat
- Usia 3 tahun: Rp 2.669
- Usia 4 tahun: Rp 2.923
- Usia 5 tahun: Rp 3.100
- Usia 6 tahun: Rp 3.259
- Usia 7 tahun: Rp 3.387
- Usia 8 tahun: Rp 3.452
- Usia 9 tahun: Rp 3.479
- Usia 10-20 tahun: Rp 3.557
- Usia 21 tahun: Rp 3.425
- Usia 22 tahun: Rp 3.391
- Usia 23 tahun: Rp 3.348
- Usia 24 tahun: Rp 3.298
- Usia 25 tahun: Rp 3.239
Harga Sawit Pekebun Mitra Swadaya per Kilogram
Wilayah Timur
- Komposisi Tenera 100%: Rp 3.303
- Komposisi Tenera 90% dan Dura 10%: Rp 3.284
- Komposisi Tenera 80% dan Dura 20%: Rp 3.263
- Komposisi Tenera 70% dan Dura 30%: Rp 3.242
- Komposisi Tenera 60% dan Dura 40%: Rp 3.224
- Komposisi Tenera 50% dan Dura 50%: Rp 3.203
- Komposisi Tenera 40% dan Dura 60%: Rp 3.182
Wilayah Barat
- Komposisi Tenera 100%: Rp 3.264
- Komposisi Tenera 90% dan Dura 10%: Rp 3.244
- Komposisi Tenera 80% dan Dura 20%: Rp 3.224
- Komposisi Tenera 70% dan Dura 30%: Rp 3.203
- Komposisi Tenera 60% dan Dura 40%: Rp 3.185
- Komposisi Tenera 50% dan Dura 50%: Rp 3.164
- Komposisi Tenera 40% dan Dura 60%: Rp 3.143
Sorotan Terhadap Indeks K dan Kebutuhan Reformasi
Dalam penetapan harga TBS sawit, dikenal adanya Indeks K, yang merupakan faktor kinerja dalam perhitungan. Untuk periode ini, Indeks K untuk wilayah Timur tercatat sebesar 87,99 persen, sementara wilayah Barat berada di angka 86,93 persen.
Ketua Apkasindo Aceh, Ir. Netap Ginting, secara konsisten menyoroti rendahnya nilai Indeks K di Aceh dibandingkan dengan provinsi lain yang rata-rata mencapai 92 persen. Ia berpendapat bahwa Indeks K memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga TBS kelapa sawit. Oleh karena itu, perbaikan dan penyesuaian dalam metodologi perhitungan Indeks K sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa petani sawit di Aceh mendapatkan harga yang lebih proporsional dan mencerminkan nilai riil dari hasil panen mereka. Reformasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan para petani sawit di seluruh Aceh.


















