Penampilan Hebat Ernando Ari Sutaryadi dalam Laga Kontra PSBS Biak
Ernando Ari Sutaryadi membuktikan kelasnya sebagai penjaga gawang terakhir Persebaya Surabaya. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (24/10/2025), ia tampil luar biasa dengan mencatatkan 10 penyelamatan penting yang berhasil menjaga gawang timnya tetap steril.
Meskipun performanya sangat mengesankan, Ernando tetap rendah hati. Ia menegaskan bahwa hasil imbang 0-0 tidak hanya berkat aksinya, melainkan hasil dari kerja keras seluruh pemain Persebaya Surabaya yang bertarung hingga akhir pertandingan.
“Ini semua berkat kerja keras tim,” ujar Ernando setelah pertandingan. Ia menyebutkan bahwa semua pemain kompak menjaga fokus, terutama setelah dua rekan satu tim harus keluar lapangan akibat kartu merah.
Persebaya Surabaya sebenarnya datang ke Sleman dengan target memperoleh tiga poin. Namun, rencana itu berantakan ketika dua pemain mereka mendapat kartu merah, membuat Green Force harus bermain dengan sembilan pemain di sisa pertandingan.
Dalam situasi sulit tersebut, Ernando memilih untuk tetap positif dan tidak ingin larut dalam penyalahan terhadap keputusan wasit. Ia menyadari bahwa kemarahan tidak akan membantu tim, sementara fokus dan ketenangan justru menjadi kunci untuk bertahan.
“Kita mau kecewa dengan keputusan wasit tapi apalah itu, kita tetap fokus di pertandingan,” tegasnya.
Ucapan itu mencerminkan kedewasaan seorang kiper muda yang kini tumbuh menjadi sosok pemimpin di bawah mistar. Tekanan besar datang silih berganti dari PSBS Biak. Bermain dengan dua pemain lebih banyak, tim tuan rumah menyerang bertubi-tubi ke arah gawang Persebaya Surabaya yang dijaga ketat oleh Ernando.
Namun, penampilan gemilang sang kiper membuat semua peluang lawan kandas. Ia terbang ke kiri, menjatuhkan diri ke kanan, hingga menepis bola di depan gawang dengan refleks luar biasa.
“PSBS menyerang kita bertubi-tubi dan alhamdulillah kita bisa kompak dan dapat satu poin yang maksimal,” kata Ernando.
Ia menilai satu poin di Sleman terasa seperti kemenangan karena diraih dengan perjuangan besar. Ketenangan Ernando di tengah tekanan menjadi pembeda di laga itu. Setiap kali PSBS mengancam, ia mampu membaca arah bola dan memberi instruksi tegas kepada barisan belakang Persebaya Surabaya agar tetap disiplin.
Bagi pemain berusia muda seperti Ernando, laga ini menjadi pelajaran penting tentang mental dan tanggung jawab. Ia menunjukkan bahwa menjadi kiper bukan sekadar soal refleks dan penyelamatan, tapi juga soal keberanian menjaga moral tim.
Banyak suporter menyanjung performanya di media sosial, menyebutnya sebagai “pahlawan penyelamat” Green Force. Namun Ernando menolak pujian berlebihan dan kembali menegaskan kontribusi seluruh pemain sebagai kunci hasil imbang itu.
Menurutnya, semangat juang teman-teman setim di tengah kondisi berat patut diapresiasi. Mereka saling menutup ruang, berlari tanpa henti, dan tak pernah menyerah sampai wasit meniup peluit panjang.
Ernando menilai laga kontra PSBS Biak menjadi momentum kebangkitan bagi Persebaya Surabaya. Ia berharap hasil ini bisa menjadi modal penting untuk menatap pertandingan berikutnya dengan lebih percaya diri.
“Kita ingin hasil positif di laga selanjutnya biar suporter senang,” ujarnya dengan mata berbinar. Ia tahu betapa besar dukungan Bonek di balik setiap pertandingan dan ingin membalasnya lewat kemenangan.
Dalam laga itu, Ernando benar-benar menjadi figur sentral. Statistik mencatat ia melakukan sepuluh penyelamatan dan semuanya punya peran besar menjaga gawang Persebaya Surabaya tetap steril. Performa tersebut membuat panitia pertandingan menobatkannya sebagai Player of the Match.
Gelar itu pantas disandang, bukan hanya karena aksinya di lapangan, tapi juga karena ketenangan dan sikap dewasanya dalam menghadapi situasi sulit. Ernando seolah mengirim pesan penting lewat sikapnya: tak ada gunanya berlarut menyalahkan wasit. Bagi dia, sepak bola adalah tentang bagaimana tim tetap fokus dan bekerja sama meski dalam kondisi tertekan.
Persebaya Surabaya mungkin gagal membawa pulang tiga poin, tapi semangat juang mereka mendapat respek dari banyak pihak. Laga di Sleman menjadi bukti dengan tekad dan kebersamaan, Green Force tetap bisa berdiri tangguh meski bermain sembilan orang.
Kini fokus mereka tertuju pada pertandingan berikutnya yang diharapkan bisa berakhir manis. Ernando ingin terus menjaga konsistensi agar Persebaya Surabaya kembali ke jalur kemenangan dan membuat Bonek tersenyum bangga.
Di tengah segala tekanan dan kontroversi, ketenangan Ernando menjadi oase yang meneduhkan ruang gawang Persebaya Surabaya. Ia bukan hanya kiper andalan, tapi juga simbol kedewasaan dan semangat pantang menyerah Green Force.




















