Jakarta – Momentum krisis energi global saat ini dianggap sebagai kesempatan emas bagi Pemerait Indonesia untuk melakukan perubahan besar-besaran dalam strategi transportasi nasional. Salah satu langkah yang sangat penting adalah mengalihkan konsumsi energi dari kendaraan pribadi ke transportasi publik berbasis listrik (EV).
Wijayanto Samirin, seorang ekonom dari Universitas Paramadina, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan yang lebih fokus pada pengembangan transportasi umum di berbagai daerah. Menurutnya, langkah ini sangat penting karena mayoritas subsidi energi nasional justru dialokasikan untuk kendaraan pribadi.
“Setuju, karena kendaraan pribadi mengonsumsi 50%-60% BBM nasional. Mendorong transportasi publik, khususnya yang berbasis listrik, akan sangat membantu,” ujarnya kepada .co.id, Selasa (31/3/2026).
Selain itu, Wijayanto juga menyetujui usulan dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) terkait penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) untuk mempercepat pembangunan transportasi umum. Ia menilai bahwa langkah ini harus menjadi gerakan nasional yang terkonsolidasi agar dapat mencapai skala ekonomi yang efisien dan menarik bagi para investor.
“Ini perlu menjadi gerakan nasional pengembangan transportasi publik EV. Jika dilakukan secara nasional akan sangat menghemat, jika tiap daerah memesan 50 bus listrik, akan mahal, tetapi jika dikonsolidasikan secara nasional, misalnya 5.000 bus, akan jauh lebih murah,” jelasnya.
Lebih lanjut, dengan skala yang besar seperti itu, Wijayanto yakin bahwa Indonesia mampu membangun kemandirian industri hijau di dalam negeri. Ia menekankan bahwa produksi solar panel, bus listrik, serta seluruh ekosistem EV bisa dilakukan di Indonesia.
“Skala ekonomi yang besar membuat investor tertarik. Jadi, kita harus memanfaatkan momentum krisis energi ini untuk melakukan perubahan mindset, strategi, dan kebijakan yang masif,” pungkasnya.
Langkah Strategis untuk Perubahan Transportasi Nasional
Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam merombak strategi transportasi nasional:
Peningkatan penggunaan transportasi umum
Pemerintah perlu meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan transportasi umum, terutama yang berbasis listrik. Dengan demikian, masyarakat akan lebih cenderung menggunakan transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi.Kebijakan yang terkoordinasi
Kebijakan transportasi harus disusun secara terkoordinasi antar daerah dan pusat. Hal ini akan memastikan penggunaan sumber daya secara optimal dan menghindari pemborosan.Investasi dalam infrastruktur EV
Pembangunan infrastruktur pendukung EV seperti stasiun pengisian daya dan jalur khusus perlu segera dilakukan. Ini akan mempercepat adopsi kendaraan listrik di kalangan masyarakat.Pengembangan industri lokal
Pemerintah harus mendukung pengembangan industri lokal dalam produksi kendaraan listrik dan komponen pendukungnya. Hal ini akan meningkatkan kemandirian ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.Edukasi dan sosialisasi
Masyarakat perlu diberikan edukasi dan sosialisasi tentang manfaat transportasi umum berbasis listrik. Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat akan lebih mudah menerima perubahan tersebut.
Manfaat dari Perubahan Strategi Transportasi
Perubahan strategi transportasi nasional memiliki berbagai manfaat, antara lain:
Mengurangi ketergantungan pada BBM
Dengan beralih ke transportasi umum berbasis listrik, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak, sehingga mengurangi beban subsidi energi.Meningkatkan efisiensi energi
Transportasi umum berbasis listrik lebih efisien dalam penggunaan energi dibandingkan kendaraan pribadi. Hal ini akan berdampak positif pada penghematan energi nasional.Mendorong pertumbuhan industri hijau
Pengembangan transportasi berbasis listrik akan mendorong pertumbuhan industri hijau di dalam negeri, termasuk produksi kendaraan listrik dan komponennya.Meningkatkan kualitas udara
Penggunaan transportasi umum berbasis listrik akan mengurangi polusi udara, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan langkah-langkah di atas, Pemerintah Indonesia dapat memanfaatkan momentum krisis energi global untuk melakukan transformasi besar-besaran dalam sistem transportasi nasional. Hal ini tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga lingkungan dan sosial yang signifikan.




