Perusahaan Air Minum Kemasan Akhirnya Jelaskan Sumber Bahan Bakunya
Pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, delapan perusahaan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) akhirnya memberikan penjelasan mengenai sumber bahan baku yang digunakan dalam produk mereka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi terhadap konsumen dan kebutuhan regulasi industri AMDK.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan pentingnya kejelasan informasi mengenai sumber air yang digunakan oleh para produsen. Ia meminta agar setiap perusahaan menjelaskan secara rinci sumber air yang mereka gunakan, baik itu dari pegunungan, mata air alami, atau sumur dalam.
Berikut adalah daftar delapan perusahaan AMDK beserta sumber air bakunya:
PT Tirta Investama (Aqua)
Corporate Secretary PT Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, menyatakan bahwa sumber air Aqua berasal dari air pegunungan yang ditentukan melalui studi hidrogeologi. “Sumber air kami adalah sumber air pegunungan, sesuai dengan studi hidrogeologi tersebut,” jelas Vera.PT Panfila Indosari (RON 88)
Perusahaan berbasis di Kabupaten Bandung ini menggunakan mata air alami di kaki Gunung Mandalawangi, Cicalengka. “Sumber yang kami gunakan adalah mata air pegunungan yang keluar langsung melalui celah batuan tanpa pengeboran,” ujar perwakilan perusahaan, Dewi.PT Amidis Tirta Mulia (Amidis)
Produsen Amidis menggunakan air sumur dalam dari bawah tanah di wilayah Bandung. “Sumber air kita sumur dalam, Pak, dari bawah tanah,” kata perwakilan PT Amidis, Oky Setiawan. Ia juga menyebut bahwa izin sudah diperoleh dari Kementerian ESDM.PT Tirta Fresindo Jaya (Le Minerale)
Produsen Le Minerale ini menggunakan air tanah dalam dengan kedalaman 80–120 meter. “Sumber air kami dari air tanah yang dalam, Pak, jadi di bawah 80 meter sampai 120 meter,” ujar Johan Muliawan, External Relations PT Tirta Fresindo Jaya.PT Muawanah Al Ma’soem (Al Masoem)
Perusahaan yang beroperasi di Bandung ini memanfaatkan mata air di kawasan Perhutani. “Sumber dari pegunungan langsung dari mata air,” jelas perwakilan perusahaan, Wana Kuswanto.PT Sariguna Prima Tirta (Cleo)
Produsen air kemasan Cleo memiliki 32 pabrik di seluruh Indonesia dan menggunakan air bawah tanah dalam. “Air yang kami gunakan sama dengan rekan-rekan, yaitu air bawah tanah dalam,” kata perwakilan perusahaan, Zaga.PT Jaya Lestari Sejahtera (Le Yasmin)
Produsen Le Yasmin di Sentul, Bogor, menggunakan air tanah dari sumur dalam sedalam 120 meter.PT Super Wahana Tehno (Pristine)
Perusahaan ini memproduksi air dari mata air Gunung Pangrango dan hanya memiliki satu pabrik di Kabupaten Bogor. “Mata airnya kita menggunakan mata air dari Gunung Pangrango,” kata perwakilan perusahaan, Edwin.
Sebelumnya, Komisi VII DPR RI meminta para produsen air minum kemasan untuk mengklarifikasi klaim iklan terkait asal-usul bahan baku. Tujuannya adalah untuk memastikan kejelasan informasi kepada konsumen serta transparansi dalam praktik industri AMDK di Indonesia. Dengan adanya penjelasan dari delapan perusahaan tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih percaya terhadap produk-produk AMDK yang tersedia di pasaran.



















