Bentrok Kembali Terjadi di Luwu, Menyebabkan Macet Panjang dan Korban Luka
Bentrok kembali terjadi di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada Senin (6/4/2025) sekitar pukul 17.30 Wita. Peristiwa ini terjadi di Jl Trans Sulawesi yang menyebabkan kemacetan panjang kendaraan sekitar 5 kilometer. Seorang sopir travel tujuan Kecamatan Bua – Kabupaten Morowali, Rahmat, sempat merasakan dampak dari bentrok tersebut.
Rahmat menerangkan bahwa ia terpaksa mengambil jalur alternatif melalui Kelurahan Salutete, Kecamatan Talluwanua, Palopo. “Tidak bisa lewat, langsung putar balik lagi semua mobil,” ujarnya. Jalan ini tembus di jalan samping Polsek Walenrang.
Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus Rimpung, menyebut bentrok itu melibatkan dua kelompok yang sama. Dua kelompok yang saling bertikai merupakan warga Desa Kalibammase dan Baramamase. Sejatinya, dua desa ini bertetangga dengan jarak hanya sekitar 2,1 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4 menit perjalanan darat.
Dua kelompok ini sebelumnya juga pernah bentrok pada Minggu dini hari hingga mengakibatkan satu orang meregang nyawa dan empat luka-luka. “Iya, masih kelompok yang sama, Desa Kalibammase dan Baramamase,” ujar Yakobus kepada , Senin (6/4/2026) sekitar pukul 20.22 Wita malam.
Menurut Yakobus, konflik kembali pecah setelah satu kubu melakukan provokasi. “Kelompok pemuda melakukan provokasi, cuman kelompok sebelah tidak terpancing. Aparat juga ikut menghalau,” ungkapnya. Ia menambahkan, konflik tersebut cepat diantisipasi oleh anggota yang berjaga di lokasi.
Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, menerangkan bahwa pihaknya tengah berupaya agar kondisi bisa kembali kondusif. “Kami tetap berupaya, tapi saat ini kondisi sudah landai,” ujarnya. Diduga, konflik kembali pecah setelah sebagian personel Polres Luwu ditarik dari lokasi bentrok.
Kasat Reskrim Polres Luwu, Iptu Muhammad Ibnu Robbani, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan penyebab bentrok. Termasuk melacak tersangka yang mengakibatkan satu orang pelajar tewas. “Sementara penyelidikan, kami masih dalami. Personel masih di lokasi,” bebernya.
Korban Tewas dan Luka-Luka Akibat Bentrok
Diketahui, Ifwanul Gunawan (16) seorang pelajar SMP asal Desa Lempe Pasang, Kecamatan Walenrang Barat dilaporkan menjadi korban. Ia meregang nyawa di IGD RSU Sawerigading, Kota Palopo, akibat luka terbuka di perut bagian bawah. Selain korban tewas, empat orang juga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Salah satu korban adalah R (17), seorang pelajar warga Desa Lalong, Kecamatan Walenrang. R terkena busur bagian dada sebelah kanan. Ia masih dirawat di rumah sakit. Kemudian Abdi (18), warga Limbong Lotong, Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo. Abdi diduga terkena peluru senapan angin di bagian betis sebelah kanan. Dari informasi yang dihimpun, ia sudah keluar dari rumah sakit sekitar pukul 03.00 Wita, Minggu dini hari. Ia dibawa oleh dua rekannya dari rumah sakit menggunakan sepeda motor.
Sementara korban bentrok lainnya adalah seorang petani, Aswang (41). Ia merupakan seorang petani sekaligus warga Desa Kalibammamase, Kecamatan Walenrang. Aswang diketahui mengalami luka pada bagian perut dan masih dirawat di rumah sakit.

















