Kehidupan Aldi Taher yang Penuh Tantangan dan Keberhasilan
Aldi Taher kini sedang menikmati masa kejayaannya kembali. Tidak hanya dari bisnis kuliner yang ia kelola, Aldi’s Burger, yang sedang berada di puncak kesuksesan, tetapi juga dari karir keartistiknya yang kembali menanjak setelah sebelumnya menghilang akibat sakit. Namun, di tengah kebahagiaan tersebut, ada hal yang membuat Aldi Taher merasa sedih.
Bisnis kulinernya kini mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat. Aldi dikenal sebagai sosok yang pandai dalam mempromosikan bisnisnya dengan menggunakan strategi pemasaran yang disebut ‘S3 marketing’ oleh para netizen. Hal ini membuat bisnisnya semakin diminati dan berkembang pesat.
Selain itu, Aldi sering kali mengeluarkan kalimat-kalimat bijak tentang bisnis dan kehidupannya yang menarik perhatian publik. Ia juga tidak ragu untuk menyapa banyak artis melalui media sosial guna meningkatkan promosi bisnisnya. Hasilnya, bisnis kulinernya kembali moncer, serta karir keartistiknya mulai bangkit lagi.
Meski mendapatkan banyak pujian, Aldi tetap rendah hati. Ia mengakui bahwa kesuksesannya tidak terlepas dari doa dan restu ibunya. Untuk menghargai hal tersebut, Aldi mengaku selalu mencium kaki ibunya sebelum bekerja.
“Doa ibu menembus langit, gak ada penghalang,” ujar Aldi saat menjadi bintang tamu acara FYP Trans7, Rabu (15/4/2026).
Aldi juga terbuka untuk melakukan apapun demi menghidupi anak dan istrinya, asalkan tidak melanggar aturan. Hal ini membuktikan tanggung jawabnya terhadap keluarga kecilnya. “Alhamdulillah (senang bisnis lancar),” ujar istri Aldi, Salsabilih.
“Gak apa-apa digaksukain netizen, asal jangan digaksukain sama langit, asal jangan disumpahin langit,” kata Aldi.
Sayangnya, di tengah kabar bahagia, Aldi menyimpan kabar duka. Ia sedih karena ibundanya, Rosita Ramlis Bagindo Oedin, sedang sakit. Rosita diketahui mengidap infeksi paru-paru dan terserang stroke yang kelima kalinya.

“Yang bikin sedih saya itu, ibu sakit stroke, Alhamdulillah saya baca Al Quran, Allah uji saya dengan sakit, karena Allah sayang saya, Allah uji ibu saya dengan sakit, karena sayang sama ibu saya,” kata Aldi.
“Qadarullah ibu lehernya miring, makan pakai sonde, tapi perlahan sudah mulai gerak lehernya,” tambah Aldi.
“Aku gak boleh sedih di depan ibu aku, aku gak boleh sedih karena aku penyintas kanker, gila aja gak apa-apa, asal jangan maksiat, ini efek baca Quran dan husnudzon sama Allah,” ujarnya.
Melihat keteguhan hati Aldi dalam berjuang mencari rezeki untuk keluarga, air mata sang istri pecah. Ia tahu betul apa yang dilalui suaminya; berjuang untuk sembuh sendiri dan berjuang untuk menafkahi keluarga.

Melihat sang istri mudah tersentuh dan menangis, Aldi langsung bersimpuh di pangkuan istri tercinta. Dengan bercanda, ia mengusap air mata Salsabilih.
“Orangnya apa adanya, apa yang dirasakan diutarakan, cara orang berbeda-beda kan,” bela Salsabilih.
“Dulu kaget pas baru-baru nikah, lama-lama belajar. Walau bukan seleb, tetap ada hatersnya, karena dia public figure lebih banyak disorot, harus siap aja,” kata Salsabilih.
“Yang didoakan, dia selalu sehat,” tambah Salsabilih.
“Insha Allah aman, baca Quran. Saya penyintas, imun saya sebelum dan setelah divonis itu beda, jadi kalau capek, ya tidur,” kata Aldi santai.
“Makasih sudah jadi istri yang baik,” ujar Aldi sambil mengusap air mata istrinya.



















