Ikan di Selokan: Spesies yang Hidup di Lingkungan Kotor
Selain berada di sungai, kolam, rawa, danau, waduk, atau area payau, ikan juga bisa ditemukan di lingkungan yang terlihat kotor seperti selokan. Tidak hanya itu, beberapa spesies ikan bahkan memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa untuk hidup di tempat tersebut. Beberapa dari mereka adalah ikan cere, ikan lele, ikan sepat, ikan sapu-sapu, dan ikan gabus. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai masing-masing spesies ini.
1. Ikan Cere
Ikan cere (Gambusia affinis) adalah salah satu spesies ikan yang paling umum ditemukan di selokan. Ukurannya kecil dengan panjang maksimal sekitar 7 sentimeter. Ikan ini sering memakan jentik nyamuk dan invertebrata kecil. Populasi ikan cere biasanya hidup dalam koloni tanpa adanya struktur sosial yang jelas. Meski sangat umum dijumpai, ikan ini bukan merupakan ikan asli Indonesia. Wilayah asal alami ikan ini adalah Amerika Utara dan Tengah. Oleh karena itu, statusnya di Indonesia adalah sebagai spesies introduksi yang berpotensi menjadi invasif. Ikan ini juga sangat populer dan sering diburu oleh anak-anak.
2. Ikan Sapu-Sapu

Ikan sapu-sapu memiliki tubuh ramping, sirip tajam, dan kulit yang sangat kuat. Ketahanan tubuhnya membuatnya mampu hidup di air yang tercemar, termasuk selokan. Namun, banyak spesies sapu-sapu yang dianggap invasif dan berbahaya bagi lingkungan. Mereka bisa merusak ekosistem, membunuh satwa lokal, serta menyebarkan penyakit. Di Indonesia, ada beberapa spesies sapu-sapu asli yang populasinya menurun, tetapi mereka tidak dapat ditemukan di selokan. Justru, mereka hidup di hutan dan sungai tersembunyi.
3. Ikan Gabus

Ikan gabus (Channa striata) memiliki bentuk tubuh memanjang dan kepala datar. Ikan ini merupakan predator ganas yang bisa memakan berbagai jenis mangsa, mulai dari ikan kecil hingga burung. Ketahanan tubuhnya sangat kuat, sehingga ia bisa hidup di air tawar, perairan payau, dan selokan yang keruh. Ukuran rata-rata ikan gabus antara 20 sampai 60 sentimeter, namun ada juga yang bisa mencapai 1 meter. Sayangnya, populasi ikan ini semakin menurun akibat perburuan liar dan kerusakan habitat.
4. Ikan Lele

Ikan lele memiliki ketahanan tubuh yang tinggi, sehingga mampu hidup di selokan yang keruh dan kotor. Ikan ini bisa langsung bernapas dari udara dan bertahan di daerah minim oksigen. Makanannya pun beragam, mulai dari ikan kecil, serangga, moluska, hingga krustasea. Ada dua spesies lele yang umum ditemukan di selokan, yaitu lele dumbo (Clarias gariepinus) dan lele jawa (Clarias batrachus). Lele jawa merupakan ikan asli Indonesia, sedangkan lele dumbo adalah spesies introduksi yang tidak boleh berkeliaran bebas di perairan lokal.
5. Ikan Sepat

Ikan sepat (Trichopodus) lebih sering ditemukan di area pedesaan atau selokan berair bersih. Namun, dalam beberapa kasus, ikan ini juga bisa ditemukan di selokan keruh atau daerah perkotaan. Ikan sepat memiliki tubuh datar dan dua “rambut” panjang di bawah tubuhnya. Ikan ini merupakan ikan asli Asia Tenggara dan ditemukan di berbagai negara seperti Indonesia, Kamboja, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Ikan sepat cukup terkenal dan sering dimakan, dipancing, maupun dipelihara di akuarium.
FAQ Seputar Ikan di Selokan
Apa jenis ikan yang paling umum ditemukan di parit atau selokan perumahan?
Ikan Gupi (Poecilia reticulata) adalah salah satu ikan yang paling umum ditemukan di selokan. Ikan ini sangat tangguh dan cepat berkembang biak. Mereka sering dilepaskan ke selokan untuk membantu mengendalikan populasi jentik nyamuk.
Apakah ikan sapu-sapu benar-benar bisa hidup di air selokan yang hitam?
Ya. Ikan Sapu-sapu (Plecostomus) dikenal sebagai salah satu ikan paling invasif dan tangguh. Mereka memiliki alat pernapasan tambahan dan lapisan tubuh yang keras, sehingga mampu bertahan di perairan dengan kualitas air yang sangat buruk sekalipun.
Ikan konsumsi apa yang sering ditemukan “nyasar” di saluran air atau selokan besar?
Ikan Lele dan Ikan Nila. Keduanya memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Lele, khususnya, dapat bertahan hidup di lumpur yang minim air berkat organ labirinnya. Namun, sangat tidak disarankan mengonsumsi ikan yang ditangkap dari selokan karena risiko kontaminasi logam berat dan bakteri.



















