Fluktuasi Harga Minyak Mentah dan Pengaruhnya terhadap Harga BBM di Indonesia
Perubahan harga minyak mentah dunia yang terus meningkat serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memicu pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikan harga minyak mentah ini didorong oleh konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Akibat dari perang tersebut, jalur distribusi energi global mengalami gangguan, termasuk penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur pengiriman sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Banyak negara telah lebih dahulu menaikkan harga BBM dibandingkan dengan Indonesia. Berdasarkan data dari Global Petrol Prices, sekitar 85 negara sudah melakukan penyesuaian harga BBM sejak perang antara Iran, AS, dan Israel meletus pada 28 Februari 2026 lalu. Dalam data tersebut, terdapat tiga negara Asia Tenggara yang mengalami kenaikan harga BBM paling signifikan, yaitu Kamboja, Vietnam, dan Singapura.
Kenaikan Harga BBM di Beberapa Negara
Di Kamboja, harga BBM naik hingga 68%, dari USD1,11 per liter menjadi USD1,32 per liter atau sekitar Rp22.446 pada 11 Maret. Sementara itu, Vietnam mencatat kenaikan sebesar 50%, dari USD0,75 per liter menjadi USD1,13 atau sekitar Rp19.215 per liter. Di sisi lain, Singapura juga mengalami kenaikan harga BBM yang cukup tinggi, meskipun tidak disebutkan secara spesifik dalam data tersebut.
Pada bulan April 2026, PT Pertamina juga melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Mulai tanggal 18 April 2026, harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan. Pertamax Turbo kini dijual seharga Rp19.400 per liter, naik dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Dexlite kini dihargai Rp23.600 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di level Rp23.900 per liter.
Kebijakan Pemerintah dalam Menjaga Keseimbangan
Untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlanjutan bisnis energi, pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dengan merujuk pada Keputusan Menteri ESDM No. 245 Tahun 2022 tentang Formula Harga Dasar untuk Menghitung Harga Jual Eceran BBM Nonsubsidi.
Selain itu, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green. Harga Pertamax dan Pertamax Green masing-masing masih stabil di Rp12.300 dan Rp12.900 per liter. Begitu pula dengan BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, yang harga keduanya tetap dijaga di level Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap, agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelas Vice President Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron.
Perbandingan Harga BBM di Indonesia dengan Negara Lain
Dibandingkan dengan negara-negara lain, harga BBM di Indonesia tergolong murah, terutama untuk BBM subsidi. Berdasarkan data dari Global Petrol Prices per 13 April 2026, harga bensin di Indonesia tercatat sebesar USD0,724 per liter atau sekitar Rp12.409 per liter (kurs Rp17.140). Harganya masih lebih murah dibandingkan dengan harga BBM di Vietnam yang dibanderol USD0,919 per liter atau sekitar Rp15.751 per liter.
Harga BBM di Kamboja juga lebih tinggi, dengan harga sebesar USD1,557 per liter atau Rp26.687 per liter. Demikian pula dengan harga BBM di Filipina yang mencapai USD1,610 per liter atau sekitar Rp27.595 per liter. Bahkan, harga BBM di Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga BBM di Singapura yang mencapai USD2,434 per liter atau sekitar Rp41.719 per liter.




















