PALANGKA RAYA, .CO –
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) telah mengambil langkah-langkah nyata untuk mencegah praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak dan memperkuat pengawasan distribusi BBM di lapangan. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan BBM tetap aman dan terdistribusi secara merata kepada masyarakat.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan komitmennya dalam menjaga kestabilan pasokan BBM. Salah satu tindakan yang dilakukannya adalah dengan memanggil pihak Pertamina serta membentuk tim khusus guna mengantisipasi potensi penimbunan. Hal ini dilakukan agar tidak ada kelangkaan semu yang dapat menyebabkan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Selain itu, Pemprov Kalteng juga melibatkan unsur TNI dan Polri untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM di berbagai wilayah. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan bisa menutup celah terjadinya praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.
Agustiar menegaskan bahwa jika ada indikasi penimbunan dan bisa dibuktikan, pihaknya akan memberikan hadiah sebesar Rp7,5 juta. Namun, ia menekankan bahwa bukti harus jelas dan tidak hanya berdasarkan laporan saja.
Menurutnya, praktik penimbunan sangat berpotensi menciptakan kelangkaan semu yang berujung pada antrean panjang di SPBU. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta stabilitas distribusi energi di daerah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM. Masyarakat diminta melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan, tentunya disertai bukti yang jelas.
Gubernur juga menegaskan bahwa dirinya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi apabila ditemukan pelanggaran dalam tata kelola distribusi BBM.
“Kami sudah melangkah jauh. Sudah memanggil Pertamina, sudah menyurati, dan membentuk tim. Tujuannya satu yakni memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan BBM,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Kalteng berharap distribusi BBM di wilayahnya tetap lancar dan masyarakat tidak lagi menghadapi kendala dalam memperoleh bahan bakar.
Beberapa langkah yang dilakukan oleh Pemprov Kalteng antara lain:
- Memanggil pihak Pertamina untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan.
- Membentuk tim khusus untuk mengawasi distribusi BBM di lapangan.
- Melibatkan TNI dan Polri dalam pengawasan agar lebih efektif.
- Memberikan insentif bagi masyarakat yang melaporkan adanya penimbunan dengan bukti yang jelas.
- Mengingatkan masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pengawasan distribusi BBM.
Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan praktik penimbunan BBM dapat diminimalisir dan distribusi BBM tetap stabil di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.




















