Progres Terbaru Lelang Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya (Tol Geta) dan Dampaknya di Kota Tasikmalaya
Pembangunan infrastruktur jalan tol terus menjadi prioritas pemerintah guna meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu proyek yang dinantikan realisasinya adalah Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya, yang lebih dikenal sebagai Tol Geta. Proyek strategis nasional ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan, terutama bagi wilayah Kota Tasikmalaya. Berdasarkan informasi terkini, proses lelang untuk Tol Geta dijadwalkan akan segera dibuka pada tahun mendatang, menyusul pertemuan antara perwakilan kepala daerah dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Meskipun detail pengumuman lelang masih menunggu kejelasan lebih lanjut, sinyal positif mulai terlihat. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah mengumumkan bahwa proses registrasi peserta lelang untuk berbagai proyek jalan tol, termasuk Tol Geta, akan segera dibuka. Informasi resmi mengenai jadwal dan prosedur lelang akan disampaikan melalui kanal resmi BPJT. Hal ini mengindikasikan bahwa seluruh tahapan lelang untuk proyek-proyek ini, termasuk Tol Geta, akan berlangsung pada tahun 2026.
Secara keseluruhan, terdapat 19 proyek jalan tol yang direncanakan akan dilelang pada tahun 2026, dengan estimasi total nilai investasi mencapai Rp 408,68 triliun. Anggaran sebesar Rp 27,55 miliar telah disiapkan oleh pemerintah untuk mendukung persiapan hingga pelaksanaan lelang, di mana Rp 23,33 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk penyiapan 19 proyek tol tersebut.
Dampak Pembangunan Tol Geta di Kota Tasikmalaya
Proyek Tol Geta diproyeksikan akan membentang dari Gedebage hingga Tasikmalaya, dengan panjang keseluruhan mencapai sekitar 95,52 kilometer. Pembangunan jalan tol ini terbagi menjadi dua seksi utama:
- Seksi 1: Junction Gedebage–Garut Utara (45,20 km)
- Seksi 2: Garut Utara–Tasikmalaya (50,32 km)
Di wilayah Kota Tasikmalaya, pembangunan Tol Geta diprediksi akan memengaruhi sejumlah kelurahan di empat kecamatan. Sebanyak 15 kelurahan rencananya akan terdampak langsung oleh proyek ini. Penetapan lokasi secara resmi masih dalam proses, namun daftar kelurahan yang berpotensi terdampak telah dirilis.
Berikut adalah rincian 15 kelurahan di Kota Tasikmalaya yang berpotensi terdampak pembangunan Tol Geta:
Kecamatan Tamansari
- Kelurahan Suka Hurip
- Kelurahan Mugar Sari
- Kelurahan Sumelap
- Kelurahan Setia Mulya
- Kelurahan Taman Jaya
- Kelurahan Mulya Sari
Kecamatan Kawalu
- Kelurahan Gunung Tandala
- Kelurahan Karang Anyar
- Kelurahan Cilamajang
- Kelurahan Karsamenak
Kecamatan Cibeureum
- Kelurahan Ciherang
- Kelurahan Ciakar
Kecamatan Mangkubumi
- Kelurahan Karikil
- Kelurahan Cigantang
- Kelurahan Sambong Jaya
Keberadaan Tol Geta diharapkan dapat mengurai titik-titik kemacetan parah yang sering terjadi, terutama saat periode libur panjang seperti Lebaran. Salah satu titik yang diprediksi akan mengalami kemacetan parah pada Lebaran 2026 jika pembangunan belum dimulai adalah Simpang Pamoyanan. Dengan tersambungnya ruas Gedebage-Tasikmalaya, diharapkan arus lalu lintas akan lebih lancar, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan mobilitas masyarakat serta barang menjadi lebih efisien.
Proyek Tol Geta: Proyek Strategis Nasional
Pentingnya proyek Tol Geta terlihat dari statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Penetapan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022. Penetapan sebagai PSN memberikan prioritas dan percepatan dalam setiap tahapan proyek, mulai dari perencanaan, pembebasan lahan, hingga konstruksi. Target awal penyelesaian ruas Gedebage–Tasikmalaya sempat ditetapkan pada tahun 2024, namun mengingat kompleksitas proses lelang dan pembebasan lahan, target tersebut kemungkinan akan mengalami penyesuaian.
Proses lelang Tol Geta sendiri tidak berjalan mulus. Proyek ini telah mengalami dua kali proses lelang sebelumnya namun belum menemukan pemenang. Hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam menemukan mitra investasi yang sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang ditetapkan. Tahap pembebasan lahan juga terus berjalan sebagai bagian dari persiapan proyek.
Daftar Proyek Jalan Tol KPBU yang Akan Dilelang pada 2026
Sebagai gambaran, berikut adalah daftar 19 proyek jalan tol skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang dijadwalkan akan dilelang pada tahun 2026:
Proyek Prakarsa Pemerintah (Solicited)
- Tol Bandung Intra Urban (BIUTR)
- Tol Pejagan-Cilacap
- Tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik
- Tol Malang-Kepanjen
- Tol Gedebage-Tasikmalaya (Geta)
- Tol Gilimanuk-Mengwi
- Tol Bandara Supadio-Pelabuhan Kijing
Proyek Non-Prakarsa Pemerintah (Unsolicited)
- Tol Pluit-Bandara Soekarno Hatta (Tol Tomang-Pluit-Bandara Elevated)
- Tol Cikunir-Karawaci Elevated
- Tol Semanan-Balaraja
- Tol Pelabuhan (Harbour Toll) Semarang
- Tol Bitung-Serpong
- Tol Caringin-Cisarua (Tol Puncak)
- Tol Akses Patimban Extend
Proyek Penugasan Pemerintah
- Tol Rantau Prapat-Kisaran
- Tol Dumai-Simpang Sigandai-Rantau Prapat
- Tol Pelabuhan Panjang-Lematang
- Tol Rengat-JC Pekanbaru
- Tol Jambi-Rengat
Dengan dimulainya proses lelang pada tahun 2026, diharapkan proyek Tol Geta dapat segera masuk ke tahap konstruksi. Realisasi proyek ini tidak hanya akan membuka aksesibilitas baru bagi masyarakat di Jawa Barat, tetapi juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian daerah yang dilaluinya. Perkembangan lebih lanjut mengenai jadwal lelang dan penetapan pemenang akan terus dipantau dan diinformasikan.




















