Penurunan Penumpang Speedboat Nunukan-Tarakan Selama Ramadan, Fasilitas Tetap Prima
Nunukan, Kalimantan Utara – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau yang bertepatan dengan tahun 2026 Masehi, terjadi penurunan signifikan pada jumlah penumpang speedboat yang melayani rute penyeberangan dari Nunukan menuju Tarakan. Fenomena ini menjadi pemandangan yang umum terjadi setiap tahunnya selama bulan puasa, di mana mobilitas masyarakat cenderung berkurang dibandingkan hari-hari biasa.
Pelabuhan Liem Hie Djung yang terletak di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, menjadi pusat aktivitas keberangkatan armada speedboat menuju Tarakan. Pelabuhan ini merupakan salah satu titik vital yang menghubungkan dua kota penting di Kaltara.
Operasional Tetap Berjalan, Jumlah Armada Disesuaikan
Meskipun terjadi penurunan penumpang, operasional armada speedboat tetap berjalan seperti hari-hari biasa. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Liem Hie Djung, Samsul, menjelaskan bahwa kesiapan armada tidak berkurang, namun jumlah keberangkatan disesuaikan dengan melihat kondisi riil di lapangan dan ketersediaan penumpang.
“Setiap hari kami siapkan 10 speedboat yang siap berangkat. Namun, keputusan untuk memberangkatkan armada tetap kami pertimbangkan berdasarkan jumlah penumpang yang ada serta kendala teknis yang mungkin muncul pada speedboat itu sendiri,” ujar Samsul.
Data yang tercatat pada hari Jumat, 20 Februari 2026, menunjukkan adanya penurunan jumlah penumpang yang cukup terasa. Hanya tiga unit speedboat yang diberangkatkan dari Nunukan menuju Tarakan. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- SB Paolai: Mengangkut 22 penumpang.
- SB Sinar Baru: Mengangkut 39 penumpang.
- SB Benuanta: Mengangkut 22 penumpang.
Secara total, hanya 85 penumpang yang melakukan perjalanan dari Nunukan ke Tarakan pada hari tersebut. Angka ini tentu jauh lebih rendah dibandingkan hari-hari normal, di mana biasanya 10 armada speedboat diberangkatkan dengan jumlah penumpang yang jauh lebih banyak.
Jadwal Keberangkatan dan Fasilitas Unggulan
Meskipun jumlah penumpang menurun, jadwal keberangkatan speedboat tetap diatur sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih melakukan perjalanan. Jadwal keberangkatan dimulai pada pukul 07.20 Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan keberangkatan terakhir dijadwalkan pada pukul 14.15 WITA.
Berikut adalah rincian jadwal keberangkatan beberapa armada speedboat beserta kapasitas penumpangnya:
- SB Paolai Express: Kapasitas 78 penumpang, berangkat pukul 07.20 WITA.
- SB Tri Putra Tunggal Dewi LS: Kapasitas 64 penumpang, berangkat pukul 07.40 WITA.
- SB Sinar Baru Express V: Kapasitas 65 penumpang, berangkat pukul 08.00 WITA.
- SB Minsen Express Junior: Kapasitas 48 penumpang, berangkat pukul 08.20 WITA.
- SB Sadewa Benuanta Executive 02: Kapasitas 48 penumpang, berangkat pukul 09.00 WITA.
- SB Sadewata 01: Kapasitas 78 penumpang, berangkat pukul 11.30 WITA.
- SB Dewa Sebakis Sakti 2: Kapasitas 60 penumpang, berangkat pukul 12.15 WITA.
- SB Gembira Express III: Kapasitas 55 penumpang, berangkat pukul 13.00 WITA.
- SB Menara Indah Niklas: Kapasitas 69 penumpang, berangkat pukul 14.00 WITA.
- SB Sinar Baru Express Junior 2: Kapasitas 59 penumpang, berangkat pukul 14.15 WITA.

Tarif dan Kenyamanan Penumpang
Tarif untuk penyeberangan speedboat rute Nunukan-Tarakan ditetapkan sebesar Rp280.000 per penumpang. Harga tiket ini sudah mencakup biaya asuransi perjalanan dan retribusi pelabuhan, memberikan kepastian dan kemudahan bagi para penumpang.
Untuk memastikan kenyamanan selama perjalanan yang memakan waktu sekitar tiga jam, setiap unit speedboat dilengkapi dengan fasilitas modern yang memadai. Fasilitas tersebut meliputi:
- Full AC (Air Conditioner): Menjaga suhu kabin tetap sejuk dan nyaman sepanjang perjalanan.
- Televisi: Menghadirkan hiburan bagi penumpang selama berada di atas kapal.
- Toilet: Menyediakan fasilitas kebersihan yang memadai untuk kebutuhan penumpang.
Fasilitas-fasilitas ini bertujuan untuk menjadikan perjalanan laut yang terkadang melelahkan menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan bagi setiap penumpang.
Pihak pengelola pelabuhan juga tidak lupa memberikan imbauan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut ini. Disarankan agar para penumpang datang lebih awal dari jadwal keberangkatan yang telah ditentukan. Hal ini penting untuk menghindari antrean panjang di loket tiket maupun saat proses naik ke atas kapal, sehingga keberangkatan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.




