Indeks Wall Street Tembus Rekor Tertinggi Baru
Indeks Wall Street di Amerika Serikat (AS) berhasil mencapai rekor tertinggi baru atau all time high (ATH) pada perdagangan Jumat (17/4). Lonjakan indeks tersebut terjadi setelah Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali, menyusul pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Indeks S&P 500 melonjak sebesar 1,2% dan ditutup di level 7.126,06, yang menjadi pertama kalinya indeks ini melewati ambang batas 7.100. Sementara itu, Nasdaq Composite naik sebesar 1,52% dan berakhir di 24.468,48. Ini menandai hari ke-13 berturut-turut dengan kenaikan, serta tren positif terpanjang sejak tahun 1992. Kedua indeks tersebut juga mencatatkan rekor dalam penutupan dan harga intraday.
Dow Jones Industrial Average juga mengalami lonjakan signifikan, naik 868,71 poin atau 1,79%, dan berakhir di 49.447,43. Indeks Russell 2000 juga mencapai rekor tertinggi baru, dengan kenaikan lebih dari 2%.
Pernyataan Menteri Luar Negeri Iran
Dalam unggahan di platform X pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyampaikan bahwa jalur pelayaran bagi seluruh kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dibuka sepenuhnya selama masa gencatan senjata. Namun, pernyataan ini disertai dengan pembatasan, karena kapal maupun muatan yang terafiliasi dengan negara-negara musuh tidak akan diizinkan melintas.
Selain itu, selat disebut berpotensi kembali ditutup jika blokade Amerika Serikat masih berlaku. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah kapal yang melintas akan dikenakan biaya atau tol.
Penurunan Harga Minyak
Meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan membuat harga minyak jatuh setelah pengumuman dari Iran. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun hampir 12% dan ditutup di level US$ 83,85 per barel, sementara kontrak Brent sebagai acuan global melemah 9% ke US$ 90,38 per barel.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis menyebut pemimpin Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Meskipun demikian, Trump tetap mempertahankan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran hingga tercapai kesepakatan damai dengan Teheran.
Perkembangan Terbaru
Trump juga mengapresiasi Iran atas dibukanya Selat Hormuz. Ia menilai proses ini harus berlangsung sangat cepat karena sebagian besar poin-poinnya sudah dinegosiasikan.
Kepala strategi pasar di Ameriprise Financial, Anthony Saglimbene, menilai pasar saat ini sudah mengesampingkan skenario terburuk dan mulai melihat peluang berakhirnya konflik antara AS dan Iran, dengan Selat Hormuz tetap terbuka. Menurut Saglimbene, untuk sektor teknologi, terutama magnificent seven, penting untuk melihat tidak hanya laba yang sesuai dengan perkiraan analis, tetapi juga prospek yang kuat.
Namun, konflik kemungkinan kembali memanas. Hal ini terjadi setelah AS Marinir AS mengambil alih kapal berbendera Iran usai mencoba melewati blokade AS.
Pernyataan Korps Garda Revolusi Islam Iran
“Sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA, dengan panjang hampir 900 kaki dan berat hampir sama dengan kapal induk, mencoba melewati Blokade Angkatan Laut kami, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Senin (20/4) dini hari.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa setiap pergerakan menuju Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh. “AS tidak mencabut blokade angkatan laut terhadap kapal dan pelabuhan Iran; oleh karena itu, mulai sore ini, Selat Hormuz ditutup hingga blokade ini dicabut,” kata IRGC, menurut Kantor Berita WANA yang berbasis di Teheran pada Minggu (19/4).




















