Kebakaran Rumah di Ende Tewaskan Balita Berusia 1,8 Tahun
Kebakaran yang terjadi di Kabupaten Ende menimbulkan duka mendalam setelah seorang balita berusia 1,8 tahun meninggal dunia akibat luka bakar yang parah. Kejadian ini terjadi pada hari Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 21.00 WITA di sebuah rumah semi permanen yang berada di Lorong SDK Ende 11, Jalan Perwira, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara.
Rumah milik Odilia Jene (68), yang memiliki dinding dari bahan gedek, mengalami kebakaran yang sangat besar dan cepat menyebar. Api muncul tiba-tiba, didahului oleh suara ledakan yang membuat warga sekitar kaget. Kondisi akses jalan yang sempit menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk segera sampai di lokasi dan memadamkan api.
Kejadian Awal yang Mengakhiri Nyawa Balita
Menurut informasi yang diperoleh dari Humas Polres Ende, kejadian bermula sekitar pukul 20.15 WITA ketika ibu Odilia, yang merupakan nenek dari korban, meninggalkan rumah untuk menjemput dua sepupu Alexandra. Saat itu, korban sedang tertidur pulas di dalam rumah.
Saat sang nenek sedang dalam perjalanan pulang, ia mendengar kabar bahwa rumahnya sedang terbakar. Setibanya di lokasi, api sudah membumbung tinggi dan menghanguskan seluruh bangunan rumah. Warga sekitar mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun kondisi lokasi yang sempit membuat upaya tersebut tidak efektif.
Suara Ledakan dan Penyebab Kebakaran
Seorang saksi mata, Petrusius Yustinianus R. Retu, mengatakan bahwa ia mendengar suara ledakan sebanyak tiga kali dari arah rumah korban sebelum api mulai merambat ke seluruh bagian bangunan. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya kebocoran gas atau sumber api yang sangat kuat.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.20 WITA, namun saat proses pendinginan dilakukan oleh pihak kepolisian dan petugas Damkar, tubuh mungil Alexandra ditemukan di antara puing-puing dalam kondisi luka bakar 100 persen. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah balita malang tersebut dievakuasi ke RSUD Ende untuk menjalani Visum Et Repertum.
Dampak dan Kesedihan yang Mendalam
Korban, Alexandra, adalah satu-satunya anak dari keluarga yang tinggal di rumah tersebut. Kehilangan anak yang masih sangat muda tentu menjadi beban berat bagi seluruh anggota keluarga. Mereka kini harus menghadapi kesedihan yang mendalam akibat kejadian tragis ini.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi resmi yang dikeluarkan mengenai apakah kebakaran disebabkan oleh faktor alam atau kesalahan manusia.
Kesimpulan
Kebakaran yang terjadi di Ende menjadi peringatan penting tentang pentingnya kesadaran akan bahaya kebakaran, terutama di lingkungan yang memiliki akses sempit dan bangunan semi permanen. Dengan kejadian ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak terulang kembali.



















