Berita Terpopuler di Tribun Jatim
Berikut ini berita-berita terpopuler yang disajikan dalam artikel viral terpopuler, Sabtu, 2 Mei 2026. Dalam rangkaian berita tersebut, terdapat informasi menarik mengenai protes dari para pencuci piring MBG Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih tinggi dibanding gaji guru honorer. Hal ini ditanggapi oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Protes Pencuci Piring MBG dan Tanggapan BGN
Protes terhadap kinerja para pencuci piring MBG lebih banyak dibandingkan guru honorer, kini mendapatkan perhatian dari Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan Hindayana, kepala BGN, mengakui bahwa dirinya menerima berbagai protes termasuk mengenai upah kerja yang diberikan kepada petugas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Makanya kita diprotes oleh banyak pihak karena lebih tinggi gaji karyawan, pencuci piringnya, omprengnya lebih tinggi dibanding guru honorer. Mereka (pencuci piring) bergaji Rp2,4 hingga Rp3,5 juta per bulan, guru mungkin hanya rata-rata Rp600-Rp800 ribu,” ujar Dadan saat kunjungan di Kampus Unhas, Makassar, Selasa (28/4/2026).
Menurut Dadan, BGN merekrut relawan SPPG dari masyarakat yang termasuk dalam kategori desil 1 hingga 4. Mereka terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Artinya, kelompok ini sebelumnya memiliki penghasilan rendah, bahkan di bawah Rp1 juta per bulan.
Berdasarkan data yang diberikan, program MBG kini berkontribusi langsung pada penurunan angka kemiskinan ekstrem di berbagai daerah. “Alhamdulillah mereka sekarang sudah mulai meningkat pendapatannya, angka kemiskinan ekstrem mulai turun karena hampir 40 persen relawan yang bekerja di SPPG berasal dari desil 1-4,” tambahnya.
Di Sulawesi Selatan, terdapat sebanyak 836 SPPG yang aktif beroperasi di 24 kabupaten/kota. Setiap unit SPPG menerima dana operasional sebesar Rp1 miliar per bulan, yang digunakan untuk menopang aktivitas dapur.
Isi Tas Serut dari Presiden Prabowo untuk Buruh di Monas
Massa buruh merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 bisa tersenyum lebar ketika keluar dari kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026) siang. Terlihat sejumlah buruh keluar dengan menggendong tas serut berwarna biru dan putih yang berisi cukup padat.
Ternyata, senyuman lebar dari para buruh itu karena isi dari tas tersebut adalah sembako yang cukup banyak yang diberikan dari Presiden Prabowo Subianto. Soleh (29), buruh dari PT BS yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, mengaku sangat senang atas sembako yang diterimanya.
“Rasanya sangat-sangat bahagia ya, dan banyak terima kasih. Ini buat istri dong, istri sama anak udah nungguin di rumah,” kata Soleh saat ditemui di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat.
Soleh menceritakan bahwa untuk mendapat paket sembako itu tidak mudah karena harus rela antre dengan massa yang lain di tengah cuaca yang panas hingga 20 menit lamanya. Namun, kata Soleh, rasa panas tersebut bisa terobati setelah tas serut berisi sembako sudah di tangan.
Daftar Nama 36 Kapolda di Indonesia
Simak daftar kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) hingga akhir April 2026. Kapolda adalah perwira tinggi Polri yang memimpin Kepolisian Daerah (Polda) di tingkat provinsi dan bertanggung jawab langsung kepada Kapolri. Umumnya, Kapolda berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol/bintang dua).
Mutasi terakhir Kapolda di tubuh Polri terjadi pada Januari 2026. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri ST Nomor ST/99/I/KEP./2026 tanggal 15 Januari 2026. Ada tiga Kapolda baru, yaitu:
Irjen Sandi Nugroho, Akpol 1995
Jabatan baru: Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)
Jabatan lama: Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) PolriBrigjen Alfred Papare (kini Irjen), Akpol 1995
Jabatan baru: Kapolda Papua Barat
Jabatan lama: Kapolda Papua Tengah
Daftar lengkap kapolda lainnya dapat dilihat di sumber terkait.

















