Tiga berita terpopuler Padang: rumah tersambar petir, penertiban bangunan liar, dan kenaikan harga BBM

Diposting pada

Berita Populer Kota Padang dalam 24 Jam Terakhir

Sejumlah berita menarik telah menjadi perhatian masyarakat di kawasan Kota Padang dalam 24 jam terakhir. Berikut ini rangkuman berita-berita yang paling diminati.

Kebakaran Rumah di Bukit Gado-Gado

Pada Rabu (6/5/2026), sebuah rumah di kawasan Bukit Gado-Gado, RT 4 RW 2, Kelurahan Bukit Gado-gado, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, hangus terbakar. Kebakaran ini dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang pada pukul 15.15 WIB.

Kasi Operasional Damkar Padang, Sutopo, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya segera mengerahkan enam unit armada dan 70 personel ke lokasi. Menurut Sutopo, kebakaran diduga disebabkan oleh sambaran petir. Rumah yang terbakar milik Manis (68), seorang ibu rumah tangga, mengalami kerusakan berat dengan luas sekitar 6 X 8 meter persegi.

Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian diperkirakan mencapai Rp150 juta, sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp750 juta. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 16.25 WIB, meskipun petugas sempat menghadapi kendala karena lokasi kebakaran ramai penduduk dan jalan sempit.

Penertiban Bangunan Liar di Jalan Teuku Umar

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang Jalan Teuku Umar, Kelurahan Parak Kopi, Kecamatan Padang Barat, pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasi Ops Satpol PP Kota Padang, Harvi Dasnoer, serta didampingi oleh Kasi Trantib dari pihak kecamatan dan kelurahan setempat.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mendata sebanyak enam bangunan yang diduga melanggar aturan. Empat bangunan langsung ditertibkan, sementara dua lainnya diberikan tenggang waktu selama 1×24 jam untuk dibongkar secara mandiri.

Harvi menjelaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai dengan Perda Trantibum Nomor 01 Tahun 2025, yang mengatur tentang ketentraman dan ketertiban umum. Ia juga menyampaikan bahwa pemilik bangunan sudah diberi surat peringatan sebelumnya. Satpol PP Kota Padang mengimbau warga untuk mematuhi peraturan dan tidak mendirikan bangunan tanpa izin di fasilitas umum maupun badan jalan.

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Memengaruhi Stabilitas Ekonomi Sumbar

Harga BBM nonsubsidi yang kembali melonjak memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas ekonomi di Sumatera Barat (Sumbar). Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya operasional di berbagai sektor, terutama yang mengandalkan mobilitas barang dan orang.

Ekonom Universitas Andalas (Unand), Syafruddin Karimi, menyebut bahwa dampak kenaikan BBM tidak hanya terjadi pada biaya energi, tetapi telah merambat ke berbagai aspek ekonomi masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2025 tercatat hanya 3,37 persen, turun dari 4,37 persen pada 2024.

Struktur ekonomi Sumbar yang dominan pada sektor sensitif terhadap BBM seperti pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan, transportasi, dan pergudangan membuat daerah ini rentan terhadap tekanan ekonomi akibat kenaikan harga BBM.

Syafruddin menekankan perlunya langkah cepat dari pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas distribusi dan melindungi kelompok rentan. Ia juga menyarankan pengawasan distribusi BBM agar tepat sasaran, mencegah praktik pelanggaran, serta memastikan akses energi bagi pelaku usaha kecil tetap terjaga.

Selain itu, masyarakat diminta melakukan penyesuaian dengan menghemat energi, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat kerja sama komunitas untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan BBM nonsubsidi.

Gambar Gravatar
Hidayat merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan