“Bawa ke barak” Dedi Mulyadi Peringatkan Suporter Rusuh Usai Persib vs Persija

Diposting pada

Kericuhan Usai Persib Bandung Mengalahkan Persija Jakarta

Pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta dalam laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 berlangsung dengan tensi tinggi. Meski pertandingan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), kericuhan justru terjadi di beberapa titik di wilayah Jawa Barat.

Beberapa lokasi yang dilaporkan mengalami bentrokan antara pendukung klub adalah Karawang dan Kuningan. Peristiwa ini menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang langsung memberikan pernyataan untuk menangani situasi tersebut.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa rivalitas antara suporter seharusnya hanya terjadi selama 90 menit di lapangan. Ia menilai tindakan anarkis di jalanan tidak boleh dibiarkan terjadi karena dapat mengganggu ketertiban umum.

“Kalau diperlukan kita bawa ke barak,” ujar Dedi Mulyadi, seperti yang disampaikan dalam pernyataannya. Ia menyatakan bahwa para pelaku kerusuhan mungkin perlu merasakan disiplin ala barak jika tidak bisa menjaga ketertiban di jalan.

Ia juga menekankan bahwa wacana membawa pelaku kerusuhan ke barak bertujuan untuk memberikan efek jera serta mendidik para suporter agar memiliki mental ksatria. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Ingatkan Bobotoh

Selain itu, Dedi Mulyadi juga mengingatkan bobotoh, yaitu pendukung Persib Bandung, agar tidak larut dalam euforia berlebihan setelah tim kesayangannya menang. Ia meminta agar para suporter tidak menunjukkan sikap sombong atau penuh kebanggaan berlebihan, yang bisa memicu gesekan dengan pihak lain.

“Bagi yang menang, Persib, kita jangan memperlihatkan kejumawaan. Kemudian bagi yang kalah jangan berkecil hati. Ya sudah, nanti bertempurnya di lapangan, main bola, bukan di jalan,” tambahnya.

Dedi Mulyadi menekankan bahwa pertandingan sepak bola harus dihargai sebagai ajang kompetisi yang sehat. Rivalitas seharusnya tidak meluas ke ruang publik, apalagi sampai memicu keributan yang meresahkan masyarakat.

Tindakan Pemerintah Daerah

Guna mencegah terulangnya kejadian serupa, pemerintah daerah akan terus memantau situasi di wilayah Jawa Barat. Selain itu, langkah-langkah preventif seperti sosialisasi kepada para suporter dan peningkatan pengamanan di sejumlah titik rawan juga akan dilakukan.

Pemerintah daerah juga berharap adanya kesadaran dari para suporter sepak bola untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian di tengah masyarakat. Dengan demikian, pertandingan sepak bola tetap menjadi ajang hiburan yang sehat dan positif.

Kesimpulan

Peristiwa kericuhan usai pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta menjadi peringatan bagi semua pihak. Baik suporter maupun pihak berwajib harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua pemangku kepentingan.

Dengan kesadaran bersama, sepak bola Indonesia bisa terus berkembang tanpa diiringi oleh kekerasan atau anarkisme. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.


Gambar Gravatar
Luna merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan