Singapura dan Malaysia Jadi Negara ASEAN dengan Utang Terbesar di Dunia
Singapura dan Malaysia menjadi dua negara di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam daftar 10 besar negara dengan utang terbesar di dunia. Data ini dirilis oleh Visual Capitalist berdasarkan laporan Global Debt Monitor dari Institute of International Finance (IIF). Meskipun kedua negara ini dikenal sebagai ekonomi yang relatif stabil, rasio utang mereka justru melonjak jauh di atas rata-rata global.
Singapura Tempati Posisi Ketiga Negara dengan Utang Terbesar di Dunia
Singapura menjadi negara ASEAN dengan total utang terbesar sekaligus menempati posisi ketiga di dunia. Total utangnya mencapai 347 persen terhadap PDB. Hanya Hong Kong dan Jepang yang unggul dari Singapura di posisi pertama dan kedua sebagai negara dengan utang terbesar di dunia.
Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibanding Amerika Serikat (AS), China, maupun Korea Selatan. Komposisi utang Singapura terdiri dari utang rumah tangga sebesar 45 persen PDB, utang korporasi 130 persen PDB, dan utang pemerintah 172 persen PDB. Besarnya utang pemerintah Singapura menjadi sorotan. Namun, Visual Capitalist menjelaskan bahwa negara-negara maju memang banyak mengalami lonjakan utang akibat stimulus ekonomi, belanja industri, hingga kebutuhan pertahanan setelah pandemi COVID-19.
Malaysia Kehilangan Posisi di Bawah Inggris Soal Rasio Utang

Malaysia juga mengejutkan karena menjadi negara kedua di ASEAN yang masuk posisi ke-10 dunia dengan total utang sebesar 224 persen terhadap PDB. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Inggris dan hanya sedikit di bawah Italia. Rincian utang Malaysia meliputi utang rumah tangga sebesar 70 persen PDB, utang korporasi 88 persen PDB, dan utang pemerintah 66 persen PDB.
Tingginya utang rumah tangga menjadi salah satu faktor utama yang mendorong posisi Malaysia masuk daftar 10 besar tersebut. Selain itu, sektor bisnis di negara tersebut juga cukup agresif memanfaatkan pembiayaan utang untuk ekspansi. Hal ini membuat rasio utang Malaysia semakin meningkat.
Indonesia Jadi Salah Satu Negara dengan Utang Rendah di ASEAN

Berbeda dengan Singapura dan Malaysia, Indonesia justru memiliki rasio total utang yang jauh lebih rendah. Total utang Indonesia tercatat 79 persen terhadap PDB. Rinciannya terdiri dari utang rumah tangga sebesar 15 persen PDB, utang korporasi sebesar 24 persen PDB, dan utang pemerintah sebesar 40 persen PDB.
Dengan angka tersebut, Indonesia berada jauh di bawah Singapura (347 persen PDB), Malaysia (224 persen PDB), Thailand (223 persen PDB), hingga Vietnam (161 persen PDB) dalam hal total rasio utang. Meski demikian, Indonesia tetap harus waspada terhadap tren peningkatan utang global.
Lonjakan Utang Global Dipicu Kondisi Ekonomi yang Penuh Tekanan
Visual Capitalist juga mencatat bahwa lonjakan utang global saat ini dipicu oleh kondisi ekonomi dunia yang penuh tekanan. Banyak negara masih menjalankan defisit besar, sedangkan rumah tangga dan perusahaan menghadapi biaya pinjaman yang makin mahal akibat suku bunga tinggi dan ketidakpastian ekonomi global. Hal ini membuat banyak negara terus meningkatkan utang untuk menjaga stabilitas ekonomi mereka.
Peningkatan utang juga bisa menjadi ancaman jika tidak dikelola dengan baik. Negara-negara dengan utang tinggi seperti Singapura dan Malaysia harus terus memantau kesehatan fiskal mereka agar tidak terjadi risiko sistemik. Sementara itu, Indonesia masih memiliki ruang untuk menjaga utang dalam batas aman, meskipun tetap perlu waspada terhadap dinamika ekonomi global.

















