JAKARTA — Banyak pemilik mobil beranggapan bahwa kendaraan yang jarang digunakan akan membuat komponen lebih awet dan mengurangi biaya perawatan. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Faktanya, mobil yang jarang digunakan justru memiliki risiko kerusakan yang lebih besar dibandingkan mobil yang digunakan secara rutin.
Menurut Kepala Bengkel Auto2000 Pramuka, Suparna, mobil yang sering diam di garasi bisa mengalami kerusakan pada beberapa bagian penting. Hal ini terutama terjadi pada sektor kaki-kaki dan kelistrikan. “Dipakai atau tidak, mobil tetap memerlukan perawatan yang sama, termasuk servis berkala,” ujarnya.
Salah satu masalah utama yang muncul pada mobil yang jarang digunakan adalah kondisi aki. Karena tidak ada siklus pengisian listrik, aki bisa menjadi soak dan masa pakainya lebih pendek. Ini terjadi karena arus listrik tidak mengalir secara normal selama waktu yang lama.
Selain itu, ban juga bisa mengalami masalah jika mobil dibiarkan terlalu lama. Tekanan udara pada ban bisa berkurang, dan tumpuan berat yang hanya berada di satu titik tanpa rotasi ban bisa menyebabkan kerusakan. Untuk mencegah hal ini, ban perlu diputar secara berkala agar distribusi tekanan merata.
Masalah lain yang sering muncul adalah karat pada sistem pengereman. Piston dan kaliper rem bisa berkarat jika mobil tidak digunakan dalam waktu lama. Akibatnya, saat mobil digunakan, mungkin terdengar bunyi aneh atau pedal rem terasa bergetar ketika diinjak.
Sementara itu, tangki bensin juga bisa mengalami kerusakan jika mobil jarang digunakan dan posisi bahan bakar tidak dalam kondisi penuh. Kelembapan yang terperangkap di dalam tangki dapat menyebabkan korosi dan gangguan pada sistem bahan bakar.
Untuk mencegah masalah tersebut, Suparna menyarankan agar mobil yang jarang digunakan tetap diberi perawatan minimal. Misalnya, mobil perlu dipanaskan setiap dua hari sekali agar aki tetap terisi. Selain itu, saat memanaskan mobil, sebaiknya dibawa keluar untuk berjalan agar roda bisa berputar dan mencegah kekakuan pada komponen kaki-kaki.
Tips Perawatan Mobil yang Jarang Digunakan
-
Pemeliharaan Aki
Jika mobil tidak digunakan dalam waktu lama, pastikan aki tetap terisi. Jika tidak mungkin, gunakan alat pengisi aki (battery charger) untuk menjaga daya tahan aki. -
Rotasi Ban
Ban harus diputar secara berkala agar tekanan merata dan menghindari kerusakan akibat tekanan berlebih di satu titik. -
Periksa Sistem Pengereman
Pastikan piston dan kaliper rem dalam kondisi baik. Jika ada tanda-tanda karat, segera lakukan pemeriksaan dan perbaikan. -
Isi Tangki Bensin Secara Penuh
Jika mobil tidak digunakan dalam waktu lama, isi tangki bensin hingga penuh untuk mengurangi kemungkinan kelembapan dan korosi. -
Pemanasan Berkala
Mobil perlu dipanaskan setiap dua hari sekali agar komponen kelistrikan tetap bekerja dengan baik dan aki terisi.
Dengan perawatan yang tepat, mobil yang jarang digunakan tetap bisa berfungsi dengan baik dan mengurangi risiko kerusakan yang tidak diinginkan.



















