Mobil Diesel Pakai Pertamina Dex Ganti Biosolar, Ini yang Terjadi
Mobil Diesel Pakai Pertamina Dex Ganti Biosolar, Ini yang Terjadi
Menurunkan jenis bahan bakar yang digunakan pada mobil diesel dari Pertamina Dex ke Biosolar. Hal ini yang akan terjadi
Tips & Trick
Ryan Fasha April 28th, 8:00 AM April 28th, 8:00 AM
Harga minyak dunia yang melambung tinggi karena kondisi ekonomi global yang kurang bagus juga memicu harga jual bahan bakar. Salah satu bahan bakar yang terdampak yakni untuk mobil diesel. Harga Pertamina Dexlite dibandrol Rp 23.600 per liter, sedangkan Pertamina Dex Rp 23.900 per liter. Pengguna mobil diesel sudah pasti harus menambahkan budget yang lebih besar untuk mengisi bahan bakar Pertamina Dex. Lalu, bagaimana mobil yang sebelumnya menggunakan bahan bakar Pertamina Dex lalu turun menggunakan bahan bakar subsidi Biosolar?

“Menurunkan penggunaan bahan bakar pada mobil diesel jelas akan berdampak dan berpotensi meningkatkan masalah teknis,” buka Erick Budiman, pemilik bengkel Jakarta Diesel Squad (JDS). “Masalah teknis ini biasanya akan bermasalah di injektor jika mobil sudah menganut teknologi modern commonrail,” jelasnya. Kadar sulfur yang tinggi mencapai 2.500 ppm di Biosolar ini lama kelamaan akan mempengaruhi kesehatan dari injektor itu sendiri. Lubang injektor akan tersumbat oleh kotoran dari kualitas bahan bakar yang menurun. Kondisi ini akan memperburuk juga efisiensi mesin dan tenaga mesin yang dihasilkan.

“Tenaga mesin juga akan terkoreksi pastinya, kadar cetane Biosolar hanya 48, sementara Pertamina Dex 51,” beber Erick yang bengkelnya ada di Pondok Bambu, Jakarta Timur. Belum lagi jika mobil jarang digunakan, penggunaan Biosolar bisa menyebabkan endapan menumpuk di dalam tangki bahan bakar. Filter solar sudah pasti akan jauh lebih cepat kotor jika menggunakan Biosolar jika dibanding Pertamina Dex.
Dampak Penggunaan Biosolar pada Mobil Diesel
Penggunaan biosolar sebagai bahan bakar alternatif untuk mobil diesel dapat memiliki dampak signifikan terhadap performa kendaraan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Kualitas Bahan Bakar
Biosolar memiliki kandungan sulfur yang lebih tinggi dibandingkan Pertamina Dex. Kadar sulfur yang mencapai 2.500 ppm dapat merusak komponen penting seperti injektor. Akibatnya, lubang injektor bisa tersumbat oleh kotoran yang berasal dari bahan bakar tersebut. -
Efisiensi Mesin
Penggunaan biosolar dapat mengurangi efisiensi mesin diesel. Hal ini disebabkan oleh penurunan nilai cetane, yaitu ukuran kemampuan bahan bakar untuk menyala dengan cepat. Nilai cetane biosolar hanya 48, sedangkan Pertamina Dex memiliki nilai 51. -
Masalah Teknis
Mobil dengan teknologi commonrail cenderung lebih rentan terhadap kerusakan akibat penggunaan biosolar. Sistem injeksi yang modern sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar, sehingga risiko kerusakan lebih tinggi. -
Perawatan Berkala
Penggunaan biosolar dapat mempercepat kekotoran filter solar. Jika tidak dilakukan pemeriksaan rutin, filter solar akan kotor lebih cepat dibandingkan saat menggunakan Pertamina Dex. Hal ini dapat mengganggu aliran bahan bakar dan mengurangi kinerja mesin.
Rekomendasi untuk Pengguna Mobil Diesel
Jika Anda mempertimbangkan penggunaan biosolar untuk mobil diesel, berikut beberapa rekomendasi:
-
Lakukan Pemeriksaan Rutin
Pastikan semua komponen mesin, terutama injektor dan filter solar, diperiksa secara berkala. Perawatan yang baik dapat mencegah kerusakan yang lebih parah. -
Gunakan Bahan Bakar Berkualitas
Jika memungkinkan, gunakan bahan bakar yang memiliki kualitas lebih baik, seperti Pertamina Dex. Meskipun harganya lebih mahal, kualitas bahan bakar dapat memengaruhi kinerja dan umur mesin. -
Cek Kondisi Kendaraan Secara Berkala
Lakukan servis berkala sesuai anjuran pabrikan. Ini penting untuk menjaga performa kendaraan dan mencegah kerusakan yang tidak terduga. -
Hindari Penggunaan Jangka Panjang
Jika mobil jarang digunakan, penggunaan biosolar dapat menyebabkan endapan di dalam tangki bahan bakar. Hal ini dapat memengaruhi kualitas bahan bakar dan kinerja mesin.
Kesimpulan
Penggunaan biosolar sebagai bahan bakar untuk mobil diesel memiliki potensi risiko terhadap kinerja dan umur mesin. Meskipun biosolar lebih murah, kualitasnya yang lebih rendah dapat menyebabkan masalah teknis seperti kerusakan injektor dan penurunan efisiensi mesin. Oleh karena itu, penting bagi pengguna mobil diesel untuk mempertimbangkan kualitas bahan bakar dan melakukan perawatan yang tepat agar kendaraan tetap optimal.



















