
Liburan kapal pesiar sering dikaitkan dengan pengalaman yang santai dan menyenangkan, di mana para penumpang bisa menikmati pemandangan laut lepas dan destinasi yang indah. Namun, kini dunia pariwisata kembali dihebohkan oleh munculnya wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar kecil berbendera Belanda, M/V Hondius.
Kapal tersebut berlayar dari Ushuaia pada 1 April 2026 dan membawa sekitar 147 orang. Hingga awal Mei, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada tujuh kasus infeksi hantavirus, termasuk tiga korban jiwa. Kasus ini memicu kekhawatiran besar di kalangan wisatawan, terutama mereka yang berencana melakukan perjalanan ke kawasan Amerika Selatan atau mengikuti ekspedisi alam.
Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah virus langka yang biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat seperti tikus. Penularan terjadi ketika manusia menghirup partikel virus yang terkontaminasi dalam udara.
Yang membuat kasus ini menjadi perhatian khusus adalah bahwa strain hantavirus yang ditemukan adalah Andes, salah satu varian yang dalam beberapa kasus diketahui dapat menular antar manusia. Gejala yang muncul mirip dengan flu biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan gangguan pernapasan. Namun, dalam kondisi yang parah, virus ini dapat berkembang menjadi gangguan paru-paru yang serius dengan tingkat kematian yang tinggi.
Apakah Kapal Pesiar Aman?

Banyak operator kapal pesiar internasional tetap menjaga protokol kesehatan secara normal. Cruise Lines International Association menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan hantavirus di kapal-kapal milik anggotanya.
Dr. Geeta Sood, pakar penyakit menular dari Johns Hopkins University School of Medicine, menilai bahwa kapal pesiar bukan lokasi yang umum untuk penyebaran hantavirus. Meski begitu, wisatawan tetap diminta untuk waspada, terutama jika melakukan perjalanan ke area terpencil, ekspedisi alam liar, atau wilayah dengan populasi hewan pengerat tinggi.
Hal yang Perlu Diperhatikan Wisatawan
Bagi para traveler yang tetap ingin melakukan perjalanan atau menjelajahi Amerika Selatan, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Hindari area yang memiliki banyak tikus atau bekas kotorannya.
- Jangan berbagi alat makan, minuman, rokok, atau vape dengan orang lain.
- Pastikan kebersihan kabin dan barang bawaan selalu terjaga.
- Gunakan masker saat berada di area berdebu atau gudang tertutup.
- Segera periksa kesehatan jika mengalami gejala mirip flu setelah bepergian.
Dengan kesadaran akan risiko dan penerapan langkah-langkah pencegahan, wisatawan masih bisa menikmati pengalaman liburan yang aman dan menyenangkan.



















