Persebata Lembata Kejutkan Gresik United di Grup D Liga Nusantara
Pertandingan lanjutan Grup D Liga Nusantara 2025/2026 menyajikan kejutan besar ketika Persebata Lembata berhasil menumbangkan Gresik United dengan skor meyakinkan 0-2. Hasil ini menjadi antitesis dari performa kedua tim sebelum pertandingan, di mana Gresik United datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun, sementara Persebata Lembata justru berstatus tim juru kunci di grup tersebut.
Persebata Lembata, yang sebelumnya hanya mampu mengumpulkan satu hasil imbang dari tiga pertandingan dan menelan dua kekalahan, membuktikan bahwa mereka mampu bangkit di saat yang tepat. Kemenangan ini tidak hanya memberikan tiga poin penting, tetapi juga suntikan moral yang sangat dibutuhkan untuk sisa kompetisi.
Dua gol yang mengunci kemenangan Persebata Lembata dicetak oleh Yohanes Abdn Baghi pada menit ke-26 dan Ronaldus Yovandi pada menit ke-66. Gol-gol ini menjadi bukti efektivitas serangan Persebata yang pada laga-laga sebelumnya kerap kesulitan mencetak gol.
Pelatih Persebata Lembata, Edward Y Togo, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai pertandingan. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas raihan tiga poin yang sangat dinantikan oleh timnya. “Puji Tuhan kami dapat 3 poin, ini yang kami rindukan selama ini bahwa kami sulit mencetak gol. Tapi hari ini lewat kerja keras, lewat totalitas saat menyerang kami bisa membuahkan hasil,” ujar Edward Y Togo dengan nada lega.
Edward Y Togo juga mengakui adanya perubahan taktik yang diterapkan dalam pertandingan kali ini. Ia mengaku telah mempelajari kelemahan tim lawan, Gresik United, dan berusaha memanfaatkannya untuk meraih kemenangan. “Saya lebih melihat kelemahan tim Gresik, itu yang saya manfaatkan untuk bagaimana bisa mengalahkan mereka,” tambahnya, menjelaskan strategi yang berbuah manis.
Tantangan Baru Bagi Persebata: Akumulasi Kartu dan Manajemen Emosi
Namun, kemenangan perdana ini harus dibayar mahal oleh Persebata Lembata. Tim harus kehilangan dua pemain penting untuk pertandingan selanjutnya. Valentinus Rimo diganjar kartu merah, sementara satu pemain lainnya harus absen karena akumulasi kartu kuning.
“Memang hari ini kami kerugian, satunya akumulasi, satunya kartu merah. Jelas menjadi kerugian vital untuk kami,” terang Edward Y Togo mengenai dampak dari kartu yang dikeluarkan wasit.
Pelatih Persebata Lembata tidak memungkiri bahwa manajemen emosi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi timnya. Ia mengidentifikasi bahwa karakter pemain yang berasal dari timur, yang dikenal memiliki semangat juang tinggi namun terkadang mudah terpancing emosi, kerap menjadi bumerang bagi tim.
“Sebagai tim yang berasal dari timur dengan karakter keras dan mudah terpancing emosi, kerap menjadi boomerang berbuah kartu merah,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa lawan seringkali memanfaatkan kelemahan ini. “Kalau itu terpancing sudah bahaya, terganggu untuk tim,” pungkasnya, menekankan pentingnya kedisiplinan emosional.
Ke depan, Edward Y Togo bertekad untuk terus memotivasi para pemainnya agar mampu mengendalikan diri di lapangan. “Ke depan kami akan berusaha memotivasi pemain untuk menahan diri. Karena lawan tahu kelemahan tim Lembata ada di situ,” katanya. Ia berharap timnya dapat belajar dari pengalaman ini dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Harapan untuk Konsistensi dan Kebanggaan Daerah
Di sisi lain, pemain Persebata Lembata, Yohanes Abdn Baghi, menyambut kemenangan perdana timnya dengan penuh suka cita. Ia menyebut bahwa kemenangan ini bukan hanya hasil dari kerja keras seluruh tim, tetapi juga berkat dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Lembata.
“Semoga kami bisa konsisten lagi di pertandingan berikutnya dan kami bisa membanggakan nama Lembata,” ujar Yohanes Abdn Baghi dengan penuh harap. Ia berharap kemenangan ini menjadi awal dari tren positif bagi Persebata Lembata di sisa kompetisi Liga Nusantara.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Persebata Lembata memiliki potensi untuk bersaing di Liga Nusantara, meskipun mereka harus segera mengatasi tantangan terkait kedisiplinan dan manajemen emosi pemain agar dapat meraih hasil yang lebih baik lagi di pertandingan-pertandingan mendatang. Dukungan dari masyarakat daerah diharapkan dapat terus mengalir, memberikan motivasi tambahan bagi para pemain untuk memberikan yang terbaik.



















